VOOZH about

URL: https://dev.to/derangga/nix-series-basic-nix-language-3jm1

⇱ Nix Series: Basic Nix Language - DEV Community


Pada series sebelumnya, kita sudah melakukan instalasi nix di VirtualBox dan setup SSH agar dapat diakses diluar VirtualBox. Sebelum kita lanjut untuk melakukan konfigurasi system lagi, kita butuh mengetahui bagaimana syntax dalam menulis program Nix dan di artikel ini kita akan mempelajari dasar syntax-nya.

Nix Language

Nix adalah purely functional language yang lazy-evaluated, digunakan untuk mengkonfigurasi Nix package manager dan NixOS. Karakteristik utama:

  • Purely functional: sebuah function hanya bisa mengembalikan nilai berdasarkan inputnya, tidak bisa mengubah variabel di luar scope-nya (no side effects), dan tidak ada variabel yang bisa diubah setelah didefinisikan (no mutation). Kalau kamu familiar dengan const di beberapa bahasa pemrograman, semua variabel di Nix berperilaku seperti itu.
  • Lazy evaluation: Nix tidak menghitung nilai suatu ekspresi sampai nilai itu benar-benar dibutuhkan. Ini artinya kamu bisa mendefinisikan ribuan package di nixpkgs tanpa semuanya dievaluasi sekaligus. Hanya yang kamu gunakan saja yang akan diproses.
  • Semua adalah expression: tidak ada statement di Nix, setiap baris kode selalu menghasilkan sebuah nilai. if/else bukan statement seperti di bahasa pemrograman pada umumnya, melainkan expression yang harus mengembalikan nilai dari kedua cabangnya.
  • Tidak ada loops: karena variabel tidak bisa diubah, loop seperti for atau while tidak ada artinya di Nix. Sebagai gantinya, kamu menggunakan fungsi seperti map dan filter, atau rekursi untuk mengolah kumpulan data.

1. Basic Data Type

Konsep JavaScript Nix
String "hello" "hello"
Number 42, 3.14 42, 3.14
Boolean true, false true, false
Null null null
List [1, 2, 3] [ 1 2 3 ]
Object { a: 1 } { a = 1; }

⚠️ Perbedaan Penting

  • List di Nix menggunakan spasi sebagai pemisah, bukan koma
  • Attribute set menggunakan = bukan :, dan setiap entry diakhiri dengan ;

Nix

let
 name = "Alice";
 age = 30;
 scores = [ 10 20 30 ];
 person = { name = "Bob"; age = 25; };
in
 person

Javascript

const name = "Alice";
const age = 30;
const scores = [10, 20, 30];
const person = { name: "Bob", age: 25 };

2. String

Nix memiliki beberapa cara dalam mendifinisikan string:

# String biasa
"Hello, World"

# String multiline (menggunakan '' bukan backtick)
'' Hello World''

# String interpolation, menggunakan ${} seperti template literal di JS
let name = "Alice";
in "Hello, ${name}!" # -> "Hello, Alice!"

3. let ... in (Variable Binding)

Nix tidak punya var/const/let seperti di JS. Sebagai gantinya, kamu pakai blok let ... in. Anggap saja ini sebagai blok yang punya scope dan mengembalikan sebuah nilai.

Nix:

# Keseluruhan ekspresi ini menghasilkan "Hello, Alice!"
let
 greeting = "Hello";
 name = "Alice";
in
 "${greeting}, ${name}!"

4. Attribute Sets

let
 person = {
 name = "Alice";
 age = 30;
 };
in
 person.name # -> "Alice" (dot access, sama seperti JS!)

rec - Recursive Attribute Sets

Di JS, kamu bisa mereferensikan this.x di dalam sebuah object. Di Nix, gunakan rec:

# Tanpa rec, ini akan ERROR karena b tidak bisa melihat a
rec {
 a = 10;
 b = a * 2; # -> 20 ✅
}

with - Membawa Attributes ke Scope Saat Ini

let person = { name = "Alice"; age = 30; };
in
 with person;
 "Name: ${name}, Age: ${toString age}"

5. Functions

Di Nix, semua function hanya menerima satu argumen. Untuk multiple argumen,.

Satu Argumen

let
 greet = name: "Hello, ${name}!";
in
 greet "Alice" # -> "Hello, Alice!"
 # ^^^^^^ tidak perlu tanda kurung untuk memanggil function!

Attribute Set sebagai Argumen (Destructured Params)

Cara ini cocok jika kamu memerlukan beberapa argument pada function

let
 greet = { name, age }: "I'm ${name}, ${toString age} years old";
in
 greet { name = "Alice"; age = 30; }

Default Argumen

let
 greet = { name, greeting ? "Hello" }: "${greeting}, ${name}!";
in
 greet { name = "Alice"; } # -> "Hello, Alice!"

6. Conditionals

if/else di Nix bekerja berbeda dari JavaScript. Di JS, if adalah sebuah statement yang mengeksekusi blok kode. Di Nix, if adalah sebuah expression yang menghasilkan nilai, persis seperti ternary operator di JS.

let age = 20;
in
 if age >= 18 then "adult" else "minor"

ℹ️ if/else di Nix selalu butuh cabang else karena ini adalah expression yang harus menghasilkan nilai!

7. inherit - Shorthand untuk Attribute Sets

Mirip seperti shorthand property name di JS, { name } alih-alih menulis { name: name }.

let
 name = "Alice";
 age = 30;
in {
 inherit name age; # sama dengan: name = name; age = age;
}

8. import - Memisahkan File

# math.nix
{
 add = x: y: x + y;
 mul = x: y: x * y;
}

# main.nix
let
 math = import ./math.nix;
in
 math.add 3 4 # -> 7

Evaluating and Testing Nix Code

Setelah mengetahui syntaxnya, kamu bisa coba-coba untuk evaluate kode nix dengan nix tools berikut:

Tool Kegunaan Butuh file?
nix repl Scratch pad interaktif, uji syntax secara langsung Tidak
nix eval --expr One-liner cepat dari terminal Tidak
nix-instantiate --eval Evaluasi file .nix standalone Ya
nix eval .#attr Inspeksi nilai output dari flake Ya (flake)
nix build / nix run Build dan jalankan package dari flake Ya (flake)

Contoh penggunaan nix repl:

👁 nix repl

💡 Perintah berguna di dalam REPL

  • :q untuk keluar dari REPL
  • :l <nixpkgs> untuk load nixpkgs sehingga bisa akses pkgs.nodejs dll.
  • :t <expr> untuk melihat tipe dari sebuah ekspresi
  • :? untuk melihat semua perintah yang tersedia

Contoh evaluate nix file, buat default.nix:

let
 greeting = "Hello";
 name = "Alice";
in
 "${greeting}, ${name}!"

evaluate dengan nix-instantiate --eval

👁 nix instantiate

Penutup

Setelah kita mengetahui syntax dasar nix, pada series selanjutnya kita akan melanjutkan konfigurasi security hardening