Bahasa ibu, juga disebut sebagai bahasa asli atau bahasa pertama, merupakan bahasa yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan anggota masyarakat yang sama bahasanya, seperti keluarga, pengasuh, dan masyarakat lingkungannya.[1]
Makna
[sunting | sunting sumber]Bahasa pertama yang dipelajari seseorang secara alami sejak kecil dari keluarga dan lingkungan terdekat, menjadi dasar identitas, budaya, dan cara berpikir, serta krusial untuk pemahaman konseptual yang mendalam, dengan Indonesia memiliki banyak bahasa ibu yang menjadi warisan budaya tak ternilai. Setiap 21 Februari diperingati Hari Bahasa Ibu Internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan bahasa daerah.[2]
Kepandaian dalam bahasa asli sangat penting untuk proses belajar berikutnya. Bahasa ibu dianggap sebagai dasar cara berpikir. Kepandaian yang kurang dari bahasa pertama sering kali membuat proses belajar bahasa lain menjadi lebih sulit. Bahasa ibu dapat memiliki peran penting dalam pendidikan.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Bahasa Ibu - KBBI Daring". Diakses tanggal 04 Januari 2020.
- ↑ "UNESCO - International Mother Language Day | Journ�e internationale de la langue maternelle". webworld.unesco.org. Diakses tanggal 2026-01-01.
