VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Bluetooth

โ‡ฑ Bluetooth - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bluetooth
๐Ÿ‘ Image
Logo Bluetooth
Dikembangkan olehBluetooth Special Interest Group
IndustriJaringan wilayah pribadi Handphone
Perangkat keras yang kompektibel
Kisaran fisikBiasanya kurang dari 10m (33ft), hingga 100m (330ft).
Bluetooth 5.0: 40โ€“400m (100โ€“1.000ft)[1]
๐Ÿ‘ Image
Headset ini berkomunikasi dengan telepon seluler lewat protokol Bluetooth.

Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa kabel. Bluetooth menghubungkan dan dapat dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan.

Dalam mode yang paling sering digunakan, kekuatan transmisi dibatasi sampai 2,5 miliwatt, yang memberikan jangkauan hingga 10 meter (33ft)). Bluetooth menggunakan gelombang radio UHF dalam band ISM, dari 2,402GHzโ€“2,48GHz[2] dan sebuah frequency hopping transceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara host-host bluetooth dengan jarak terbatas. Kelemahan teknologi ini adalah jangkauannya yang pendek dan kemampuan transfer data yang rendah.

Spesifikasi dari peralatan Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth Special Interest Group, yang memiliki lebih dari 35.000 anggota perusahaan dalam area telekomunikasi, komputasi, jaringan, dan elektronik konsumer. IEEE menstandardisasi Bluetooth sebagai IEEE 802.15.1 tetapi tidak lagi mengurus standarnya. Bluetooth SIG mengawasi pengembangan spesifikasi, mengurus program kualifikasi, dan menjaga merek dagangnya.[3] Pembuat perangkat harus memenuhi standar Bluetooth SIG untuk memasarkannya sebagai perangkat Bluetooth.[4] Sebuah jaringan paten berlaku untuk Bluetooth, yang dilisensikan kepada perangkat individual berkualifikasi. Pada 2022, 4,9 miliar chip sirkuit terpadu Bluetooth dikirim setiap tahun.[5]

Awal mula dari Bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping transceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas yakni sekitar 10 meter. Bluetooth berupa kartu yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.15 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari kartu untuk Wireless Local Area Network (WLAN).

Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini โ€˜dimilikiโ€™ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15)

Asal nama bluetooth dan lambangnya

[sunting | sunting sumber]

Nama "bluetooth" berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand (Abad 10) yang di Inggris juga dijuluki Harald Bluetooth kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap. Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya. Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.[6]

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yaitu ๐Ÿ‘ Image
(dibaca "Hagall") dan ๐Ÿ‘ Image
(dibaca "Bjarkan") yang kemudian digabungkan.

Implementasi

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth beroperasi pada frekuensi antara 2,402 dan 2,480 GHz, atau 2,400 dan 2,4835 GHz, termasuk pita pengaman selebar 2 MHz di ujung bawah dan 3,5 MHz di ujung atas.[7] Ini berada dalam pita frekuensi radio jarak pendek 2,4 GHz tanpa lisensi (namun masih diatur) untuk penggunaan industri, ilmiah, dan medis (ISM). Bluetooth menggunakan teknologi radio yang disebut spektrum tersebar melalui pelompatan frekuensi (FHSS). Bluetooth membagi data yang akan dikirim menjadi paket, dan mengirim setiap paket pada salah satu dari 79 saluran Bluetooth yang ditentukan. Setiap saluran memiliki lebar pita 1 MHz. Biasanya melakukan 1.600 lompatan per detik, dengan pelompatan frekuensi adaptif (AFH) diaktifkan.[7] Bluetooth Low Energy menggunakan jarak 2 MHz, yang mengakomodasi 40 saluran.[8]

Awalnya, modulasi Gaussian frequency-shift keying adalah satu-satunya skema modulasi yang tersedia. Sejak munculnya Bluetooth 2.0+EDR, ฯ€/4-DQPSK (differential quadrature phase-shift keying) dan modulasi 8-DPSK dapat digunakan antara perangkat kompatibel. Perangkat yang menggunakan GFSK dikatakan beroperasi dalam mode basic rate (BR), di mana laju data instan 1Mbit/s dimungkinkan. Istilah Enhanced Data Rate (EDR) digunakan untuk menggambarkan skema ฯ€/4-DPSK (EDR2) dan 8-DPSK (EDR3), yang masing-masing mentransfer 2 dan 3Mbit per detik.

Pada 2019, Apple menerbitkan ekstensi bernama HDR yang mendukung laju data 4 (HDR4) dan 8 (HDR8)Mbit/s menggunakan modulasi ฯ€/4-DQPSK pada saluran 4MHz dengan koreksi kesalahan maju (FEC).[9]

Bluetooth adalah protokol berbasis paket dengan arsitektur tuan/budak. Satu tuan dapat berkomunikasi dengan hingga tujuh budak dalam sebuah piconet. Semua perangkat dalam piconet tertentu menggunakan jam yang disediakan oleh tuan sebagai dasar pertukaran paket. Jam tuan berdetak dengan periode 312,5ฮผs. Dalam kasus sederhana di paket slot tunggal, tuan mengirim di slot genap dan menerima di slot ganjil. Budaknya, sebaliknya, menerima pada slot genap dan mengirim di slot ganjil. Sebuah paket memiliki panjang 1, 3, atau 5 slot, tetapi dalam semua kasus, transmisi tuan dimulai di slot genap dan transmisi budak di slot ganjil.

Yang di atas tidak termasuk Bluetooth Low Energy, yang diperkenalkan pada spesifikasi 4.0,[10] yang menggunakan spektrum yang sama namun dengan cara yang agak berbeda.

Komunikasi dan hubungan

[sunting | sunting sumber]

Perangkat Bluetooth BR/EDR tuan dapat berkomunikasi dengan maksimal tujuh perangkat dalam sebuah piconet (jaringan komputer ad hoc menggunakan teknologi Bluetooth), meskipun tidak semua perangkat dapat mencapai maksimum ini. Perangkat dapat beralih peran, atas kesepakatan, dan sebuah budak dapat menjadi tuan (misalnya, headset yang memulai koneksi dengan ponsel harus memulai sebagai tuanโ€”sebagai penjalin hubunganโ€”namun setelah itu dapat beroperasi sebagai budak).

Spesifikasi Inti Bluetooth memungkinkan koneksi dua atau lebih piconet untuk membentuk scatternet, di mana perangkat tertentu memainkan peran tuan pada satu piconet dan peran budak pada piconet lainnya secara sekaligus.

Pada waktu kapan pun, data dapat ditransfer antara tuan dan satu perangkat lain (kecuali perangkat dalam mode siaran (jarang digunakan)). Tuan memilih perangkat budak mana yang akan dituju; biasanya, mereka beralih cepat dari satu perangkat ke yang lain secara round-robin/bergiliran. Karena masternya memilih perangkat budak mana yang akan dituju, sementara budak (dalam teori) seharusnya mendengar di setiap slot terima, menjadi tuan lebih lega daripada menjadi budak. Menjadi tuan tujuh budak memungkinkan; menjadi budak lebih dari satu tuan juga memungkinkan. Spesifikasinya tidak jelas mengenai perilaku wajib dalam scatternet.[11]

Sistem operasi

[sunting | sunting sumber]

Berupa radio transceiver, baseband link controller dan link manager. Berikut beberapa karakteristik radio bluetooth sesuai dengan dokumen Bluetooth SIG dalam tabel 1

Parameter Spesifikasi
Transmiter
Frekuensi ISM band, 2400 - 2483.5MHz (mayoritas), untuk beberapa negara mempunyai batasan frekuensi sendiri, spasi kanal 1MHz.
Maksimum Output Power Power class 1: 100mW (20 dBm)Power class 2: 2.5mW (4 dBm)Power class 3: 1mW (0 dBm)
Modulasi GFSK (Gaussian Frequency Shift Keying), Bandwidth Time: 0,5; Modulation Index: 0.28 sampai dengan 0.35.
Out of band Spurious Emission 30MHz - 1GHz: -36 dBm (operation mode), -57 dBm (idle mode)1GHz โ€“ 12.75GHz: -30 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)1.8GHz โ€“ 1.9GHz: -47 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)5.15GHz โ€“5.3GHz: -47 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)
Receiver
Actual Sensitivity Level -70 dBm pada BER 0,1%.
Spurious Emission 30MHz - 1GHz: -57 dBm1 GHz โ€“ 12.75GHz: -47 dBm
Max. usable level -20 dBm, BER: 0,1%

Time slot

[sunting | sunting sumber]

Kanal dibagi dalam time slot-time slot, masing-masing mempunyai panjang 625 ms. Time slot-time slot tersebut dinomori sesuai dengan clock bluetooth dari master piconet. Batas penomoran slot dari 0 sampai dengan 227-1 dengan panjang siklus 227. Di dalam time slot, master dan slave dapat mentransmisikan paket-paket dengan menggunakan skema TDD (Time-Division Duplex). Master hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot genap saja sedangkan slave hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot ganjil saja.

Maksud dari protokol adalah untuk mempercepat pengembangan aplikasi-aplikasi dengan menggunakan teknologi Bluetooth. Layer-layer bawah pada stack protokol bluetooth dirancang untuk menyediakan suatu dasar yang fleksibel untuk pengembangan protokol yang lebih lanjut. Protokol-protokol yang lain seperti RFCOMM diambil dari protokol-protokol yang sudah ada dan protokol ini hanya dimodifikasi sedikit untuk disesuaikan dengan kepentingan bluetooth. Stack protokol bluetooth dapat dibagi ke dalam empat layer sesuai dengan tujuannya.

Protocol Layer Protocol In The Stack
Bluetooth Core Protocols, Baseband, LMP, L2CAP, SDP Cable Replacement Protocol, RFCOMM
Cable Replacement Protocol RFCOMM
Telephony Control Protocols TCS Binary, AT-commands
Adopted Protocols PPP, UDP/TCP/IP, OBEX, WAP, vCard, vCal, IrMC, WAE

Pengukuran

[sunting | sunting sumber]

Ada tiga aspek dalam melakukan pengukuran Bluetooth: pengukuran RF (Radio Frequency), protokol dan profile. Pengukuran radio dilakukan untuk menyediakan compatibility perangkat radio yang digunakan di dalam sistem dan untuk menentukan kualitas sistem serta dapat menggunakan perangkat alat ukur RF standar seperti spectrum analyzer, transmitter analyzer, power meter, digital signal generator dan bit-error-rate tester (BERT). Hasil pengukuran harus sesuai dengan spesifikasi dan memenuhi parameter yang tercantum dalam Tabel 1.

Dari informasi Test & Measurement World, untuk pengukuran protokol, dapat menggunakan protocol sniffer yang dapat memonitor dan menampilkan pergerakan data antar perangkat bluetooth. Pengukuran profile dilakukan untuk meyakinkan interoperability antar perangkat dari berbagai macam vendor.

Fitur keamanan

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth dirancang untuk memiliki fitur-fitur keamanan sehingga dapat digunakan secara aman baik dalam lingkungan bisnis maupun rumah tangga. Fitur-fitur yang disediakan bluetooth antara lain sebagai berikut:

Fitur-fitur tersebut menyediakan fungsi-fungsi keamanan dari tingkat keamanan layer fisik/ radio yaitu gangguan dari penyadapan sampai dengan tingkat keamanan layer yang lebih tinggi seperti password dan PIN. Namun, dari sebuah artikel Internet, menurut penelitian dua mahasiswa Universitas Tel Aviv, mengenai adanya kemungkinan Bluetooth bisa disadap dengan proses penyandingan berpasangan.

Caranya adalah dengan menyiapkan sebuah kunci rahasia pada proses penyandingan. Selama ini dua perangkat bluetooth menyiapkan kunci digital 128 bit. Ini adalah kunci rahasia yang kemudian disimpan dan dipakai dalam proses enkripsi pada komunikasi selanjutnya. Langkah pertama ini mengharuskan pengguna yang sah untuk menginputkan kunci rahasia yang sesuai, PIN empat digit ke perangkat. Pesan lalu dikirim ke perangkat lainnya, dan ketika ditanyai kunci rahasia, dia berpura-pura lupa. Hal ini memacu perangkat lain untuk memutus kunci dan keduanya lalu mulai proses penyandingan baru. Kesempatan ini kemudian bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk mengetahui kunci rahasia yang baru. Selain mengirim ini ke perangkat Bluetooth yang dituju, semua perangkat Bluetooth yang ada dalam jangkauan itu juga tetap dapat disadap.

Bluetooth FHSS vs WLAN DSSS

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth lebih memilih metode FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) dibandingkan dengan DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum). Alasan bluetooth tidak menggunakan DSSS antara lain sebagai berikut:

  1. FHSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan DSSS hal ini disebabkan karena DSSS menggunakan kecepatan chip (chip rate) dibandingkan dengan kecepatan simbol (symbol rate) yang digunakan oleh FHSS, sehingga cost yang dibutuhkan untuk menggunakan DSSS akan lebih tinggi.
  2. FHSS menggunakan FSK di mana ketahanan terhadap gangguan noise relatif lebih bagus dibandingkan dengan DSSS yang biasanya menggunakan OPSK (untuk IEEE 802.11 2 Mbps) atau CCK ( IEEE 802.11b 11 Mbps).

Walaupun FHSS mempunyai jarak jangkauan dan transfer data yang lebih rendah dibandingkan dengan DSSS tetapi untuk layanan dibawah 2 Mbps FHSS dapat memberikan solusi cost-efektif yang lebih baik.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]
๐Ÿ‘ Image
Bluetooth mouse.

Bluetooth adalah protokol komunikasi pengganti kabel yang mengutamakan konsumsi daya rendah, dengan jangkauan pendek berbasis mikrocip transceiver dalam setiap perangkat.[12] Karena perangkat menggunakan sistem komunikasi radio (siaran), mereka tidak perlu berada di garis pandang satu sama lain; namun, harus ada jalur nirkabel quasi optik yang layak.[13]

Kelas dan konsumsi daya Bluetooth

[sunting | sunting sumber]
Kekuatan perangkat Bluetooth menurut kelas
Kelas Kekuatan maksimal

yang diizinkan

mW dBm
1 10โ€“100+10โ€“+20
1.5* 2.5โ€“10+4โ€“+10
2 1โ€“2.50โ€“+4
3 0.01โ€“1โˆ’20โ€“0
* Kelas 1.5 termasuk dalam Kelas1 untuk BR/EDR
Sumber: Bluetooth Core Specification revisi 5.3,
Bab6, BagianA, ยง3, dan
Bab2, BagianA, ยง3, Bluetooth SIG

Secara sejarah, jangkauan Bluetooth ditentukan oleh kelas radio; kelas yang lebih rendah (dan keluaran daya yang lebih besar) memanjangkan jangkauan.[14] Jangkauan suatu link sebenarnya bergantung pada sifat kedua perangkat dan udara dan halangan di antaranya. Atribut utama yang memengaruhi jangkauan adalah laju data, protokol (Bluetooth Classic atau Bluetooth Low Energy), kekuatan pancaran, dan sensitivitas penerima, dan orientasi dan gain relatif dari kedua antena.[15]

Jangkauan efektif bergantung pada kondisi perambatan, cakupan halangan, variasi sampel produksi, konfigurasi antena, dan kondisi baterai. Kebanyakan aplikasi Bluetooth berada di dalam ruangan, di mana pelemahan dari dinding dan pelemahan sinyal akibat pemantulan sinyal menyebabkan jangkauan jauh lebih pendek daripada jangkauan garis pandang yang tertera untuk produk Bluetooth.

Kebanyakan aplikasi Bluetooth adalah perangkat Kelas2 berbaterai. Perbedaan jangkauan apakah perangkat di sisi lain berupa Kelas1 atau Kelas2 sedikit karena perangkat yang berdaya lebih rendah cenderung membatasi jangkauannya. Dalam beberapa kasus, jangkauan efektif dapat diperluas jika perangkat Kelas2 terhubung dengan transceiver Kelas1 dengan sensitivtas dan kekuatan pancaran yang lebih tinggi daripada perangkat Kelas2 umumnya.[16] Tetapi, secara keseluruhan, sensitivitas perangkat Kelas1 mirip dengan perangkat Kelas2. Menghubungkan dua perangkat Kelas1 dengan sensitivtas dan kekuatan yang tinggi dapat memungkinkan jangkauan jauh lebih luas dari 100m umumnya, tergantung throughput yang diperlukan oleh aplikasi. Beberapa perangkat serupa memiliki jangkauan lapangan terbuka hingga 1km dan lebih antara dua perangkat mirip tanpa melebihi batas emisi legal.[17][18][19]

Profil Bluetooth

[sunting | sunting sumber]

Untuk menggunakan jaringan Bluetooth, sebuah perangkat harus dapat menafsirkan profil Bluetooth tertentu. Misalnya,

Profil adalah definisi aplikasi yang mungkin dan menentukan perilaku umum yang digunakan perangkat Bluetooth untuk berkomunikasi dengan perangkat Bluetooth lain. Profil-profil ini memiliki setelan untuk mengonfigurasi dan mengontrol komunikasi sejak awal. Ketaatan terhadap profil menghemat waktu dalam mengirim ulang parameter sebelum link dua arah menjadi efektif. Ada banyak profil Bluetooth yang menggambarkan berbagai jenis aplikasi atau penggunaan untuk perangkat.[20][20]

Daftar aplikasi

[sunting | sunting sumber]
๐Ÿ‘ Image
Headset Bluetooth umum dari awal 2000-an
๐Ÿ‘ Image
Speaker Bluetooth JBL yang tahan air dan dapat digenggam, dengan baterai isi ulang, dibuat pada akhir 2010-an
  • Kontrol nirkabel dan komunikasi antara telepon dan headset bebas genggam. Ini adalah salah satu aplikasi Bluetooth paling awal yang menjadi populer.[21]
  • Kontrol fungsi audio dan komunikasi nirkabel antara telepon genggam dan sistem stereo mobil yang kompatibel dengan Bluetooth (dan kadang-kadang antara kartu SIM dan telepon mobil[22][23]).
  • Komunikasi nirkabel antara telepon pintar dan kunci pintar untuk membuka pintu.
  • Kontrol nirkabel dan komunikasi dengan ponsel iOS dan Android, tablet, speaker nirkabel portabel.[24]
  • Headset dan interkom Bluetooth nirkabel.
  • Streaming audio nirkabel ke headphone dengan atau tanpa kemampuan komunikasi.
  • Streaming nirkabel data yang dikumpulkan oleh alat kebugaran dengan Bluetooth kepada ponsel atau PC.[25]
  • Jaringan nirkabel antar PC di ruang terbatas dan dengan kebutuhan bandwidth yang rendah.[26]
  • Komunikasi nirkabel dengan perangkat input dan output PC; yang paling sering digunakan adalah mouse, keyboard, dan printer.
  • Transfer berkas, rincian kontak, janji temu kalender, dan pengingat antar perangkat dengan OBEX[a] dan membagi direktori melalui FTP.[27]
  • Memicu rana kamera smartphone menggunakan tongsis dengan Bluetooth.[28]
  • Pengganti komunikasi serial berkabel RS-232 sebelumnya di peralatan tes, penerima GPS, peralatan medis, pemindai kode batang, dan perangkat pengontrol lalu lintas.
  • Untuk kontrol di mana inframerah sering digunakan.
  • Untuk aplikasi bandwidth rendah di mana bandwidth USB yang lebih tinggi tidak wajib dan hubungan tanpa kabel diinginkan.
  • Mengirim iklan kecil dari papan reklame berkemampuan Bluetooth ke perangkat Bluetooth lain yang dapat ditemukan.[29]
  • Bridge nirkabel antara dua jaringan Eternet Industri (mis. PROFINET).
  • Konsol permainan telah menggunakan Bluetooth sebagai protokol komunikasi nirkabel untuk perangkat periferal sejak generasi ketujuh, termasuk Nintendo Wii dan Sony Playstation 3 yang menggunakan Bluetooth untuk kontroler mereka.
  • Akses Internet dial-up pada komputer pribadi atau PDA menggunakan telepon genggam berkemampuan data, sebagai modem nirkabel.
  • Transmisi jarak pendek data sensor kesehatan dari perangkat medis ke telepon genggam, set-top box, atau perangkat telemedisin khusus.[30][31]
  • Memungkinkan telepon DECT untuk memanggil dan menjawab panggilan atas nama telepon genggam terdekat.
  • Sistem lokasi waktu nyata (RTLS) digunakan untuk memantau dan menentukan lokasi objek dalam waktu nyata menggunakan "node" atau "tag" yang terikat atau tertanam dalam objek yang dipantau, dan "pembaca" yang menerima dan memproses sinyal nirkabel dari tag tersebut untuk menentukan lokasi mereka.[32]
  • Aplikasi keamanan pribadi di telepon genggam untuk menghindari pencurian atau kehilangan benda. Benda yang dilindungi memiliki penanda Bluetooth (mis. tag) yang berkomunikasi terus-menerus dengan ponsel. Jika koneksinya terputus (penanda di luar jangkauan ponsel), kemudian alarm berbunyi. Ini juga dapat digunakan sebagai alarm man overboard.
  • Divisi Lalu Lintas Jalan Calgary, Alberta, Kanada menggunakan data yang dikumpulkan dari perangkat Bluetooth pengunjung untuk memprediksi waktu perjalanan dan kemacetan jalan untuk pengendara.[33]
  • Transmisi audio nirkabel (alternatif yang lebih andal untuk pemancar FM)
  • Siaran langsung video ke perangkat implan kortikal visual oleh Nabeel Fattah dari Universitas Newcastle pada 2017.[34]
  • Koneksi kontroler gerak ke PC ketika menggunakan headset VR
  • Koneksi nirkabel antara TV dan soundbar.

Perangkat

[sunting | sunting sumber]
๐Ÿ‘ Image
Dongle USB untuk Bluetooth

Bluetooth tersedia pada banyak produk, seperti ponsel, speaker, tablet, pemain media, sistem robotika, laptop, dan peralatan konsol permainan, serta beberapa headset definisi tinggi, modem, alat ban dan bahkan jam tangan.[36] Bluetooth berguna untuk mentransfer informasi antara dua atau lebih perangkat yang dekat satu sama lain dan membutuhkan sedikit bandwidth. Bluetooth sering digunakan untuk mentransfer data suara dengan telepon (mis. dengan headset Bluetooth) atau data byte dengan komputer genggam (mentranser berkas).

Protokol Bluetooth menyedehanakan penemuan dan pengaturan layanan antar perangkat. Perangkat Bluetooth dapat mengiklankan semua layanan yang mereka berikan.[37] Ini memudahkan penggunaan layanan, karena lebih banyak konfigurasi keamanan, alamat jaringan, dan perizinan yang dapat diotomatisasi dibandingkan dengan banyak jenis jaringan lain.[38]

Spesifikasi dan fitur

[sunting | sunting sumber]
Versi Bluetooth[b]
Versi Tahun adopsi Laju maksimum[39][40] Jangkauan

maksimum

Frekuensi radio
Besar Kecil Classic Low Energy
1 1.0 1999 732,2 kbit/s โ€” 10 m 2,4GHz
1.1 2001
1.2 2003 1 Mbit/s
2 2.0 2004 2,1 Mbit/s[41]
2.1 2007
3 3.0 2009 2,1 Mbit/s
4 4.0 2009 2,1 Mbit/s 1 Mbit/s 60 m
4.1 2013
4.2 2014
5 5.0 2016 2,1 Mbit/s 2 Mbit/s 240 m
5.1 2019
5.2 2020
5.3 2021
5.4 2023
6 6.0 2024 2,1 Mbit/s 3 Mbit/s 300 m
6.1 2025 ? ? ?
6.2 ? ? ?

Spesifikasi Bluetooth disusun secara resmi oleh Bluetooth Special Interest Group (SIG) dan resmi diumumkan pada 20 Mei 1998.[42] Pada tahun 2014, organisasi ini memiliki lebih dari 30.000 anggota perusahaan di seluruh dunia.[43] Ia didirikan oleh Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba, dan nantinya banyak perusahaan lain bergabung.

Semua versi standar Bluetooth kompatibel mundur dengan semua versi sebelumnya.[44]

Bluetooth Core Specification Working Group (CSWG) menghasilkan empat jenis spesifikasi utama:

  • Spesifikasi Inti Bluetooth โ€“ biasanya dirilis setiap beberapa tahun
  • Tambahan Spesifikasi Inti
  • Tambahan Tambahan Spesifikasi Inti (CSS) โ€“ dapat dirilis lebih sering daripada Tambahan
  • Koreksi โ€“ diterbitkan secara privat kepada anggota Bluetooth SIG

Bluetooth 1.0 and 1.0B

[sunting | sunting sumber]
  • Produk-produk tidak saling kompatibel.
  • Tidak ada anonimitas, mencegah layanan tertentu menggunakan Bluetooth.[45]

Bluetooth 1.1

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth 1.2

[sunting | sunting sumber]

Peningkatan besar dalam versi ini adalah:

  • Penemuan dan penjalinan koneksi yang lebih cepat
  • Spektrum tersebar melalui pelompatan frekuensi adaptif (AFH), yang meningkatkan ketahanan terhadap gangguan frekuensi radio dengan menghindari penggunaan frekuensi yang ramai dalam urutan lompatan
  • Kecepatan transmisi yang lebih tinggi dalam praktik daripada v1.1, hingga 721kbit/s[47]
  • Extended Synchronous Connections (eSCO), yang meningkatkan kualitas suara dari link audio dengan memungkinkan pengiriman ulang paket yang rusak, dan secara opsional dapat meningkatkan latensi suara untuk transfer data bersamaan yang lebih baik
  • Operasi Antarmuka Pengendali Host (HCI) operation with three-wire UART
  • Disetujui sebagai IEEE Standard 802.15.1โ€“2005[48]
  • Memperkenalkan pengendalian aliran dan mode pengiriman ulang untuk L2CAP

Bluetooth 2.0 + EDR

[sunting | sunting sumber]

Versi Spesifikasi Inti Bluetooth dirilis sebelum 2005. Perbedaan utama adalah adanya Enhanced Data Rate (EDR) untuk transfer data lebih cepat. Laju data EDR adalah 3 Mbit/s, namun laju transfer data maksimum (memperhitungkan waktu antar paket dan pengakuan) adalah 2,1 Mbit/s.[47] EDR menggunakan gabungan GFSK dan modulasi phase-shift keying (PSK) dengan dua varian, ฯ€/4-DQPSK dan 8-DPSK.[49] EDR dapat mengurangi konsumsi daya melalui pengurangan siklus kerja.

Spesifikasi ini diterbitkan sebagai Bluetooth v2.0 + EDR, yang menyiratkan bahwa EDR adalah fitur opsional. Selain EDR, spesifikasi v2.0 memiliki peningkatan kecil lain, dan produk dapat mengklaim ketaatan kepada "Bluetooth v2.0" tanpa mendukung mode laju data tinggi. Setidaknya satu perangkat komersial menyatakan "Bluetooth v2.0 tanpa EDR" pada lembar data mereka.[50]

Bluetooth 2.1 + EDR

[sunting | sunting sumber]

Spesifikasi Inti Bluetooth versi 2.1 + EDR diadopsi oleh Bluetooth SIG pada 26 Juli 2007.[49]

Fitur utama v2.1 adalah secure simple pairing (penyandingan aman dan sederhana/SSP): ini meningkatkan pengalaman pairing (penyandingan) untuk perangkat Bluetooth, sekaligus meningkatkan penggunaan dan kekuatan keamanan.[51]

Versi 2.1 membawa berbagai peningkatan lain, termasuk extended inquiry response (EIR), yang memberikan informasi tambahan selama prosedur permintaan untuk memungkinkan penyaringan perangkat yang lebih baik sebelum koneksi; dan sniff subrating, yang mengurangi konsumsi daya dalam mode daya rendah.

Bluetooth 3.0 + HS

[sunting | sunting sumber]

Versi 3.0 + HS dari Spesifikasi Inti Bluetooth[49] diadopsi oleh Bluetooth SIG pada 21 April 2009. Bluetooth v3.0 + HS memberikan kecepatan transfer data teoretis hingga 24Mbit/s, walaupun tidak melalui link Bluetooth itu sendiri. Sebaliiknya, link Bluetooth digunakan untuk negosiasi dan pembentukan koneksi, dan lalu lintas data dibawa melalui link 802.11.

Fitur baru utama adalah AMP (MAC/PHY Alternatif), tambahan 802.11 sebagai transportasi berkecepatan tinggi. Bagian berkecepatan tinggi dari spesifikasinya tidak wajib, sehingga hanya perangkat yang menampilkan logo "+HS" mendukung Bluetooth melalui transfer data berkecepatan tinggi 802.11. Perangkat Bluetooth v3.0 tanpa akhiran "+HS" hanya wajib mendukung fitur yang diperkenalkan pada Spesifikasi Inti versi 3.0 atau Spesifikasi Inti Tambahan 1 yang lebih awal.[52]

Bluetooth 4.0

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG menyelesaikan Spesifikasi Inti Bluetooth versi 4.0 (dinamakan Bluetooth Smart) dan diadopsi pada 30 Juni 2010. Ini termasuk protokol Classic Bluetooth, Bluetooth high speed and Bluetooth Low Energy (BLE). Bluetooth high speed berbasis Wi-Fi, dan Classic Bluetooth terdiri dari protokol Bluetooth lama.

Bluetooth Low Energy, sebelumnya dikenal sebagai Wibree,[53] adalah subset dari Bluetooth v4.0 dengan tumpukan protokol yang sepenuhnya baru untuk pembangunan cepat dari link sederhana. Sebagai alternatif protokol standar Bluetooth yang diperkenalkan pada Bluetooth v1.0 hingga v3.0, ini ditujukan untuk aplikasi sangat rendah daya yang ditenagai oleh sel koin. Desain chip memungkinkan dua jenis implementasi, dual-mode, single-mode dan versi terdahulu yang ditingkatkan.[54] Nama sementara Wibree dan Bluetooth ULP (Ultra Low Power) ditinggalkan dan nama BLE digunakan selama beberapa lama. Pada akhir 2011, logo baru "Bluetooth Smart Ready" untuk host dan "Bluetooth Smart" untuk sensor diperkenalkan sebagai muka masyarakat umum dari BLE.[55]

Dibandingkan dengan Classic Bluetooth, Bluetooth Low Energy bertujuan mengurangi konsumsi daya dan biaya sekaligus menjaga jangkauan komunikasi yang mirip. Dalam hal memperpanjang daya tahan baterai perangkat Bluetooth, BLE menjadi kemajuan yang signifikan.

Bluetooth 4.1

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG mengumumkan persetujuan umum dari spesifikasi Bluetooth v4.1 pada 4 Desember 2013. Spesifikasi ini adalah pembaruan perangkat lunak bertahap bagi Spesifikasi Bluetooth v4.0, dan bukan pembaruan perangkat keras. Pembaruan ini memasukkan Tambahan Spesifikasi Inti Bluetooth (CSA 1, 2, 3, & 4), dan menambah fitur baru yang meningkatkan kemudahan penggunaan bagi konsumen. Ini termasuk peningkatan dukungan koeksistensi untuk LTE, kecepatan transfer data masalโ€”serta bantuan inovasi pengembang dengan memungkinkan perangkat mendukung beberapa peran secara bersamaan.[56]

Fitur-fitur baru dari spesifikasi ini termasuk:

  • Pemberian isyarat koesistensi layanan jaringan seluler
  • Train nudging dan generalized interlaced scanning
  • Low Duty Cycle Directed Advertising
  • Saluran berorientasi koneksi dan khusus L2CAP dengan pengendalian aliran berbasis kredit
  • Dual Mode and Topology
  • LE Link Layer Topology
  • 802.11n PAL
  • Pembaruan arsitektur audio untuk Wide Band Speech (suara pita lebar)
  • Selang iklan data yang cepat
  • Pembatasan waktu penemuan[57]

Beberapa fitur telah tersedia dalam sebuah Tambahan Spesifikasi Inti CSA) sebelum rilisnya v4.1.

Bluetooth 4.2

[sunting | sunting sumber]

Dirilis pada 2 Desember 2014,[58] ini memperkenalkan fitur untuk Internet of Things.

Peningkatan besarnya adalah:

Perangkat keras Bluetooth lama dapat menerima fitur 4.2 seperti Data Packet Length Extension and privasi tambahan melalui pembaruan firmware.[20]

Bluetooth 5

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG merilis Bluetooth 5 pada 6 Desember 2016. Fitur barunya utama berfokus pada teknologi Internet of Things baru. Sony menjadi yang pertama yang mengumumkan dukungan Bluetooth 5.0 dengan Xperia XZ Premium pada Februari 2017 selama Mobile World Congress 2017.[59] Samsung Galaxy S8 diluncurkan dengan dukungan Bluetooth 5 pada April 2017. Pada September 2017, iPhone 8, 8 Plus, dan iPhone X juga diluncurkan dengan dukungan Bluetooth 5. launched with Bluetooth 5 support in April 2017. Apple juga memadukan Bluetooth 5 dalam HomePod baru yang dirilis pada 9 Februari 2018.[60] Pemasaran menghilangkan angka koma; sehingga hanya "Bluetooth 5" (tidak seperti Bluetooth 4.0);[61] perubahannya untuk "Menyederhanakan pemasaran kami, menyampaikan manfaat pengguna secara lebih efektif, dan memudahkan menyampaikan pembaruan teknologi signifikan kepada pasar".

Bluetooth 5 memberikan, untuk BLE, pilihan yang dapat menggandakan laju data (burst 2 Mbit/s) dengan mengorbankan jangkauan, atau memberikan hingga empat kali jangkauan dengan mengorbankan laju data. Peningkatan kemampuan transmisi dapat menjadi penting untuk perangkat Internet of Things, di mana banyak node terhubung di dalam rumah. Bluetooth 5 meningkatkan kapasitas layanan tanpa koneksi, seperti navigasi relevan lokasi dari koneksi Bluetooth daya rendah.[62][63][64]

Peningkatan besarnya adalah:

  • Slot Availability Mask (SAM)
  • PHY 2Mbit/s untuk LE
  • LE Long Range (jangkauan panjang)
  • High Duty Cycle Non-Connectable Advertising
  • LE Advertising Extensions (ekstensi iklan)
  • LE Channel Selection Algorithm #2 (algoritma pemilihan saluran #2)

Fitur yang ditambahkan dalam CSAS โ€“ diintegrasikan pada v5.0:

  • Higher Output Power (kekuatan keluaran lebih tinggi)

Fitur di bawah disingkirkan pada versi spesifikasi ini:

  • Park State (status parkir)[64]

Bluetooth 5.1

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG memperkenalkan Bluetooth 5.1 pada 21 Januari 2019.[65]

Peningkatan besar dalam spesifikasi ini adalah:

  • Sudut kedatangan (AoA) dan sudut keberangkatan (AoD) yang digunakan untuk menentukan lokasi dan memantau perangkat
  • Advertising Channel Index
  • Caching GATT
  • Peningkatan kecil batch 1:
    • Dukungan HCI untuk kunci debug pada LE Koneksi Aman
    • Mekanisme pembaruan akurasi waktu tidur
    • ADI field dalam data tanggapan pemindaian
    • Interaksi antara QoS dan Flow Specification
    • Blokir klasifikasi saluran host untuk iklan sekunder
    • Izinkan SID muncul dalam laporan tanggapan pemindaian
    • Penentuan perilaku ketika aturan dilanggar
  • Periodic Advertising Sync Transfer

Fitur yang ditambahkan pada Tambahan Spesifikasi Inti (CSA) โ€“ diintegrasikan dalam v5.1:

Fitur di bawah ini disingkirkan pada versi spesifikasi ini:

  • Kunci unit

Bluetooth 5.2

[sunting | sunting sumber]

Pada 31 Desember 2019, Bluetooth SIG menerbitkan Spesifikasi Inti Bluetooth versi 5.2. Spesifikasi baru ini menambah fitur baru:[66]

  • Protokol Atribut Ditingkatkan (EATT), peningkatan dari Protokol Atribut (ATT)
  • LE Power Control (pengendalian daya)
  • LE Isochronous Channels
  • LE Audio yang dibangun di atas fitur 5.2 baru. BT LE Audio diumumkan pada Januari 2020 pada CES oleh Bluetooth SIG. Dibandingkan Bluetooth Audio biasa, Bluetooth Low Energy Audio mengurangi konsumsi baterai dan menciptakan cara terstandarisasi mengirim audio lewat BT. Bluetooth LE Audio juga mendukung transmisi satu-ke-banyak dan banyak-ke-satu, memungkinkan beberapa penerima dari satu sumber atau satu penerima untuk beberapa sumber; ini dikenal sebagai Auracast.[67][68] LE Audio menggunakan codec baru, yaitu LC3. BLE Audio juga menambah dukungan untuk alat bantu dengar.[69] Pada 12 Juli 2022, Bluetooth SIG mengumumkan penyelesaian standar Bluetooth LE Audio. Standar ini memiliki klaim latensi minimum yang lebih rendah (20โ€“30 ms) dibandingkan Bluetooth Audio biasa (100โ€“200 ms).[70] Pada IFA tanggal Agustus 2023, Samsung mengumumkan dukungan Auracast melalui pembaruan perangkat lunak untuk Galaxy Buds2 Pro dan dua model TV dari mereka.[71] Pada Oktober, pengguna mulai menerima pembaruan untuk earbud tersebut.[72]

Bluetooth 5.3

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG menerbitkan Spesifikasi Inti Bluetooth versi 5.3 pada 13 Juli 2021. Peningkatan fitur dari Bluetooth 5.3 adalah:[73]

  • Connection Subrating
  • Periodic Advertisement Interval (Selang Pengiklanan Periodik)
  • Channel Classification Enhancement
  • Peningkatan kendali ukuran kunci

Fitur di bawah ini disingkirkan pada versi spesifikasi ini:

  • Alternate MAC and PHY (AMP) Extension

Bluetooth 5.4

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG merilis Spesifikasi Inti Bluetooth versi 5.4 pada 7 Februari 2023. Versi baru ini menambah fitur berikut:[74]

  • Periodic Advertising with Responses (PAwR)
  • Encrypted Advertising Data
  • LE GATT Security Levels Characteristic
  • Advertising Coding Selection

Bluetooth 6.0

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG merilis Spesifikasi Inti Bluetooth versi 6.0 pada 27 Agustus 2024.[75] Versi ini menambahkan fitur berikut:[76]

  • Bluetooth Channel Sounding
  • Pneyaringan iklan berbasis pilihan
  • Pemantauan pengiklan
  • Peningkatan ISOAL
  • Rangkaian fitur extended LL
  • Pembaruan ruang bingkai

Bluetooth 6.1

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG merilis Spesifikasi Inti Bluetooth versi 6.1 pada 7 Mei 2025.[77]

  • Peningkatan privasi perangkat
  • Efisiensi daya yang ditingkatkan

Bluetooth 6.2

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth SIG merilis Spesifikasi Inti Bluetooth versi 6.2 pada 3 November 2025.[78]

Informasi teknis

[sunting | sunting sumber]

Arsitektur

[sunting | sunting sumber]

Perangkat lunak

[sunting | sunting sumber]

Untuk memperluas kompatibilitas perangkat Bluetooth, perangkat yang mematuhi standar Bluetooth menggunakan antarmuka yang disebut HCI (Host Controller Interface/Antarmuka Pengendali Host) antara host dan pengendali.

Protokol tingkat tinggi seperti SDP (protokol untuk menemukan perangkat Bluetooth lain di dalam jangkauan komunikasi, juga bertanggung jawab mendeteksi fungsi perangkat dalam jangkauan), RFCOMM (protokol untuk mengemulasikan koneksi port serial), dan TCS (protokol kendali telepon) berinteraksi dengan pengendali pita basis melalui L2CAP (Logical Link Control and Adaptation Protocol/Protokol Kendali dan Adaptasi Tautan Logis). Protokol L2CAP bertanggungjawab untuk segmentasi dan perakitan ulang paket-paket.

Perangkat keras

[sunting | sunting sumber]

Perangkat keras yang membentuk perangkat Bluetooth terdiri dari, secara logis, dua bagian; yang mungkin atau mungkin tidak terpisah secara fisik. Perangkat radio, untuk memodulasi dan memancarkan sinyal; dan pengontrol digital. Pengontrol digital mungkin berupa CPU, salah satu fungsinya adalah menjalankan Link Controller (pengendali link); dan berinteraksi dengan perangkat host; namun beberapa fungsi mungkin dialihkan ke perangkat keras. Link Controller bertanggung jawab atas pemrosesan pita basis dan pengelolaan protokol ARQ dan FEC pada lapisan fisik. Selain itu, ia menangani fungsi transfer (baik asinkron maupun sinkron), pengkodean audio (misalnya SBC (codec)), dan enkripsi data. CPU perangkat berperan memproses instruksi terkait Bluetooth dari perangkat host, untuk menyederhanakan operasinya. Untuk melakukan ini, CPU menjalankan perangkat lunak bernama Link Manager (pengelola link) yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan perangkat lain melalui protokol LMP.

Sebuah perangkat Bluetooth adalah perangkat nirkabel jarak pendek. Perangkat Bluetooth difabrikasikan pada chip sirkuit terpadu RF CMOS (sirkuit RF).[79][80]

Tumpukan protokol Bluetooth

[sunting | sunting sumber]
๐Ÿ‘ Image
Tumpukan protokol Bluetooth

Bluetooth didefinisikan sebagai arsitektur protokol berlapis yang terdiri dari protokol inti, protokol pengganti kabel, protokol kendali telepon, dan protokol yang diadopsi.[81] Protokol wajib untuk semua tumpukan Bluetooth adalah LMP, L2CAP, dan SDP. Selain itu, hampir semua perangkat yang berkomunikasi dengan Bluetooth dapat menggunakan protokol ini: HCI dan RFCOMM.[butuh rujukan]

Link Manager

[sunting | sunting sumber]

Link Manager (LM) atau Pengelola Tautan adalah sistem yang mengelola penjalinan koneksi antar perangkat. Ia bertanggung jawab atas penjalinan, otentikasi, dan konfigurasi tautan. Pengelola Tautan mencari pengelola lain dan berkomunikasi dengan mereka melalui protokol pengelolaan tautan LMP. Untuk menjalankan fungsinya sebagai penyedia layanan, LM menggunakan layanan yang terdapat dalam Link Controller (LC) atau Pengendali Tautan. Link Manager Protocol pada dasarnya terdiri dari beberapa PDU (Protocol Data Unit) yang dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain. Berikut adalah daftar layanan yang didukung:

  • Pengiriman dan penerimaan data.
  • Permintaan nama
  • Permintaan alamat tautan
  • Penjalinan koneksi.
  • Otentikasi
  • Negosiasi mode tautan dan penjalinan koneksi.

Host Controller Interface

[sunting | sunting sumber]

Host Controller Interface (Antarmuka Pengendali Host) memberikan antarmuka perintah antara pengendali dan host.

Logical Link Control and Adaptation Protocol

[sunting | sunting sumber]

Logical Link Control and Adaptation Protocol (L2CAP) atau Protokol Kendali dan Adaptasi Tautan Logis digunakan untuk memultipleks beberapa koneksi logis antara dua perangkat menggunakan protokol tingkat tinggi yang berbeda. Menyediakan segmentasi dan perakitan ulang paket yang disiarkan.

Dalam mode Basic, L2CAP menyediakan paket dengan muatan berkonfigurasi hingga 64kB, dengan MTU default sebesar 672 byte, dan MTU minimum yang wajib didukung sebesar 48 byte.

Dalam mode Retransmission and Flow Control, L2CAP dapat dikonfigurasi untuk data isochronous atau data andal per saluran dengan melakukan pengiriman ulang dan pemeriksaan CRC.

Tambahan Spesifikasi Inti Bluetooth 1 menambah dua mode L2CAP tambahan ke spesifikasi inti. Mode tersebut secara efektif menggantikan mode Retransmission and Flow Control:

Enhanced Retransmission Mode (ERTM)
Mode ini adalah versi yang ditingkatkan dari mode pengiriman ulang asli. Mode ini memberikan saluran L2CAP yang andal.
Streaming Mode (SM)
Mode ini sangat sederhana; tidak ada pengiriman ulang atau kendali aliran. Mode ini memberikan saluran L2CAP yang tidak andal.

Keandalan dalam mode tersebut dapat dijamin secara opsional oleh antarmuka udara Bluetooth BDR/EDR lapisan bawah dengan mengonfigurasi jumlah pengiriman ulang dan waktu tunggu flush timeout (waktu setelah mana radio membersihkan paket). Urutan yang teratur dijamin oleh lapisan bawah.

Hanya saluran L2CAP yang dikonfigurasi dalam ERTM atau SM dapat beroperasi melalui tautan logis AMP.

Service Discovery Protocol

[sunting | sunting sumber]

Service Discovery Protocol (SDP) atau Protokol Penemuan Layanan memungkinkan perangkat untuk menemukan layanan yang ditawarkan oleh perangkat lain, beserta parameter yang terkait. Misalnya, saat menggunakan ponsel dengan headset Bluetooth, ponsel menggunakan SDP untuk menentukan profil Bluetooth mana yang dapat digunakan oleh headset (Headset Profile, Hands Free Profile (HFP), Advanced Audio Distribution Profile (A2DP), dll.) dan setelan multiplexer protokol yang diperlukan agar ponsel dapat terhubung ke headset menggunakan masing-masing profil tersebut. Setiap layanan diidentifikasi oleh pengidentifikasi yang unik secara universal (UUID); layanan resmi (profil Bluetooth) diberi UUID bentuk pendek (16 bit daripada 128 bit penuh).

Radio Frequency Communications

[sunting | sunting sumber]

Radio Frequency Communications (RFCOMM) atau Komunikasi Frekuensi Radio adalah protokol pengganti kabel yang digunakan untuk menghasilkan aliran data serial virtual. RFCOMM mendukung transportasi data biner dan menyimulasikan sinyal kendali EIA-232 (sebelumnya RS-232) melalui lapisan pita dasar Bluetooth, yaitu, ini adalah emulasi port serial.

RFCOMM menyediakan aliran data yang sederhana dan andal kepada pengguna, mirip dengan TCP. Protokol ini digunakan secara langsung oleh banyak profil terkait teleponi sebagai pembawa perintah AT, serta menjadi lapisan transportasi untuk OBEX melalui Bluetooth.

Banyak aplikasi Bluetooth menggunakan RFCOMM karena dukungan yang luas dna API yang tersedia secara publik di sebagian besar sistem operasi. Selain itu, aplikasi yang menggunakan port serial untuk berkomunikasi dapat diubah secara cepat untuk menggunakan RFCOMM.

Bluetooth Network Encapsulation Protocol

[sunting | sunting sumber]

Bluetooth Network Encapsulation Protocol (BNEP) atau Protokol Pengemasan Jaringan Bluetooth digunakan untuk mentransfer data dari tumpukan protokol lain melalui saluran L2CAP. Tujuan utamanya adalah mentransmisi paket IP dalam Personal Area Networking Profile. BNEP menjalankan fungsi yang serupa dengan SNAP dalam jaringan WLAN.

Audio/Video Control Transport Protocol

[sunting | sunting sumber]

Audio/Video Control Transport Protocol (AVCTP) atau Protokol Transportasi Kendali Audio/Video digunakan oleh profil remote control untuk mentransfer perintah kendali audio/video melalui saluran L2CAP. Tombol kontrol musik pada headset stereo menggunakan protokol ini untuk mengontrol pemutar musik.

Audio/Video Distribution Transport Protocol

[sunting | sunting sumber]

Audio/Video Distribution Transport Protocol (AVDTP) atau Protokol Transportasi Distribusi Audio/Video digunakan oleh profil A2DP (distribusi audio canggih) untuk membawa suara musik ke headset stereo melalui saluran L2CAP yang dimaksudkan untuk profil distribusi video dalam transmisi Bluetooth.

Telephony Control Protocol

[sunting | sunting sumber]

Telephony Control Protocolโ€“ Binary (TCS BIN) atau Protokol Kendali Teleponiโ€“ Biner adalah protokol berbasis bit yang mendefinisikan sinyal kendali panggilan untuk penjalinan panggilan suara dan data antar perangkat Bluetooth. Selain itu, โ€œTCS BIN mendefinisikan prosedur pengelolaan mobilitas untuk menangani kelompok-kelompok perangkat Bluetooth TCS.โ€

TCS-BIN hanya digunakan oleh profil teleponi nirkabel, yang gagal menarik penerap. Oleh karena itu, protokol ini hanya memiliki nilai historis.

Protokol yang diadopsi

[sunting | sunting sumber]

Protokol yang diadopsi didefinisikan oleh organisasi pembuat standar lain dan tergabung dalam tumpukan protokol Bluetooth, memungkinkan Bluetooth untuk menerapkan protokol hanya saat dibutuhkan. Protokol yang diadopsi antara lain:

Point-to-Point Protocol (PPP)
Protokol standar Internet untuk mengirim datagram IP melalui tautan titik-ke-titik.
TCP/IP/UDP
Protokol dasar untuk rangkaian protokol TCP/IP
Object Exchange Protocol (OBEX)
Protokol lapisan sesi untuk penukaran objek, menyediakan model untuk representasi objek dan operasi
Wireless Application Environment/Wireless Application Protocol
WAE mendefinisikan kerangka kerja aplikasi untuk perangkat nirkabel, sedangkan WAP adalah standar terbuka untuk memberi pengguna mobile akses ke layanan telekomunikasi dan informasi.[81]

Koreksi kesalahan pita dasar

[sunting | sunting sumber]

Tergantung jenis paket, paket tunggal dapat dilindungi oleh koreksi kesalahan maju (FEC) sebesar 1/3 atau 2/3 dari total data yang dikirim. Selain itu, paket dengan CRC akan dikirim ulang hingga diakui oleh permintaan ulang otomatis (ARQ).

Menjalin koneksi

[sunting | sunting sumber]

Perangkat Bluetooth apa pun dalam mode discoverable (dapat ditemukan) mengirim informasi tersebut jika diminta:

  • Nama perangkat
  • Kelas perangkat
  • Daftar layanan
  • Informasi teknis (misalnya: fitur perangkat, pabrikan, spesifikasi Bluetooth yang digunakan, offset jam)

Perangkat apa pun dapat melakukan permintaan untuk mencari perangkat lain yang dapat terhubung, dan setiap perangkat dapat dikonfigurasi untuk menjawab permintaan semacam itu. Namun, jika perangkat yang mencoba terhubung mengetahui alamat perangkat tersebut, ia selalu menjawab permintaan koneksi langsung dan mengirim informasi yang terdaftar di atas jika diminta. Penggunaan layanan sebuah perangkat mungkin memerlukan penyandingan atau persetujuan dari pemiliknya, namun koneksinya dapat diawali oleh perangkat apa pun dan dipertahankan hingga keluar dari jangkauan. Beberapa perangkat hanya dapat terhubung ke satu perangkat secara sekaligus, dan menghubungkan ke perangkat tersebut mencegah perangkat tersebut terhubung ke perangkat lain dan muncul dalam permintaan hingga mereka terputus dari perangkat lain.

Setiap perangkat memiliki alamat unik 48-bit. Namun, alamat-alamat ini umumnya tidak ditampilkan dalam permintaan. Sebagai gantinya, digunakan nama Bluetooth yang ramah, yang dapat diatur oleh pengguna. Nama ini muncul saat pengguna lain memindai perangkat dan dalam daftar perangkat yang disandingkan.

Sebagian besar telepon seluler memiliki nama Bluetooth bawaan berupa merek dan model ponsel. Sebagian besar telepon seluler dan laptop hanya menampilkan nama Bluetooth, dan program khusus diperlukan untuk mendapatkan informasi perangkat tambahan. Ini dapat membingungkan pengguna karena, misalnya, bisa ada lebih dari satu telepon seluler dalam jangkauan yang bernama T610 (lihat Pembajakan Bluetooth).

Penyandingan dan bonding

[sunting | sunting sumber]

Banyak layanan yang ditawarkan melalui Bluetooth dapat membocorkan data pribadi atau memungkinkan pihak yang terhubung mengendalikan perangkat Bluetooth. Alasan keamanan membuatnya perlu untuk mengenali perangkat tertentu, dan dengan demikian mengendalikan perangkat mana yang dapat terhubung ke perangkat Bluetooth tertentu. Pada saat yang sama, kemampuan menjalin koneksi tanpa intervensi pengguna (misalnya, setelah berada dalam jangkauan) berguna bagi perangkat Bluetooth.

Untuk mengatasi konflik ini, Bluetooth menggunakan proses yang disebut "bonding" (pengikatan), dan ikatan (bond) dihasilkan melalui proses yang disebut "pairing" (penyandingan). Proses penyandingan dipicu baik oleh permintaan khusus dari pengguna untuk menjalin ikatan (misalnya, pengguna secara eksplisit meminta menambahkan perangkat Bluetooth), maupun secara otomatis saat terhubung ke layanan di mana (untuk pertama kalinya) identitas perangkat diwajibkan untuk tujuan keamanan. Kedua kasus ini masing-masing disebut dedicated bonding dan general bonding.

Penyandingan sering melibatkan interaksi pengguna. Interaksi pengguna ini mengonfirmasi identitas perangkat. Setelah penyandingan selesai, ikatan terbentuk antara dua perangkat, memungkinkan kedua perangkat tersebut terhubung pada masa depan tanpa perlu mengulangi proses penyandingan untuk mengonfirmasi identitas perangkat. Jika diinginkan, pengguna dapat menghapus hubungan ikatan tersebut.

Penerapan

[sunting | sunting sumber]

Selama penyandingan, dua perangkat menjalin hubungan dengan menciptakan hal rahasia bersama yang dikenal sebagai link key (kunci tautan). Jika kedua perangkat menyimpan kunci tautan yang sama, mereka dikatakan telah tersanding atau terikat. Perangkat yang ingin berkomunikasi hanya dengan perangkat yang terikat dapat mengotentikasi identitas perangkat lain, memastikan bahwa ia adalah perangkat yang sama dengan yang sebelumnya disandingkan. Setelah kunci tautan diciptakan, tautan ACL antar perangkat dapat dienkripsi untuk melindungi data yang ditransfer dari pengupingan. Pengguna dapat menghapus kunci tautan dari salah satu perangkat, yang akan menghapus ikatan antar perangkatโ€”sehingga bisa saja satu perangkat memiliki kunci tautan untuk perangkat yang tidak lagi tersanding dengannya.

Layanan Bluetooth umumnya mewajibkan enkripsi atau otentikasi dan oleh sebab itu memerlukan penyandingan sebelum mereka mengizinkan perangkat jarak jauh terhubung. Beberapa layanan, seperti Object Push Profile, memilih tidak mewajibkan otentikasi atau enkripsi secara eksplisit agar penyandingan tidak mengganggu pengalaman pengguna yang terkait dengan kasus penggunaan layanan tersebut.

Mekanisme penyandingan

[sunting | sunting sumber]

Mekanisme penyandingan berubah secara signifikan dengan adanya Secure Simple Pairing pada Bluetooth v2.1. Yang di bawah ini menyimpulkan mekanisme penyandingan Bluetooth:

  • Legacy pairing: Ini adalah satu-satunya metode yang tersedia sebelum Bluetooth v2.1. Setiap perangkat harus memasukkan kode PIN; penyandingan hanya berhasil jika kedua perangkat memasukkan kode PIN yang sama. String UTF-8 16 byte apa pun dapat digunakan sebagai kode PIN; namun, tidak semua perangkat dapat memasukkan semua kemungkinan dari kode PIN.
  • Secure Simple Pairing (SSP): Ini diwajibkan oleh Bluetooth v2.1, walaupun perangkat Bluetooth v2.1 dapat hanya menggunakan legacy pairing untuk bekerja dengan perangkat v2.0 atau sebelumnya. Secure Simple Pairing menggunakan jenis kriptografi kunci publik, dan beberapa jenis dapat membantu melindungi dari serangan man in the middle (MITM). SSP memiliki mekanisme otentikasi berikut:
    • Just works
    • Numeric comparison
    • Passkey Entry
    • Out of band (OOB)

SSP dianggap sederhana untuk alasan berikut:

  • Untuk kebanyakan kasus, pengguna tidak perlu menciptakan kata sandi.
  • Untuk kasus penggunaan yang tidak memerlukan perlindungan MITM, interaksi pengguna dapat dieliminasi.
  • Untuk numeric comparison, perlindungan MITM dapat dicapai dengan perbandingan persamaan yang sederhana oleh pengguna.
  • Menggunakan OOB dengan NFC memungkinkan penyandingan ketika kedua perangkat berdekatan, alih-alih memerlukan proses penemuan yang lama.
  1. โ†‘ Banyak sistem operasi menghapus berkas tidak lengkap jika transfer berkas gagal.
  2. โ†‘ Ini adalah "spesifikasi teknis profesional";

    Metrik tersebut - energi, jangkauan maksimal, dan sebagainya - "biasanya dan cenderung lebih rendah dan terbatas secara teknologi untuk konsumen, prosumer, atau pengguna rumahan

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. โ†‘ "Bluetooth Range: 100m, 1km, or 10km?" [Jangkauan Bluetooth: 100m, 1km, atau 10km?]. bluair.pl. Diarsipkan dari asli tanggal June 13, 2015. Diakses tanggal June 4, 2015.
  2. โ†‘ Networking A to Z.
  3. โ†‘ "About us - Bluetooth Technology Website" [Tentang kami - Website Teknologi Bluetooth]. Bluetooth.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 April 2019. Diakses tanggal 8 Mei 2019.
  4. โ†‘ "Brand Enforcement Program" [Program Penegakan Merek]. Bluetooth.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Februari 2018. Diakses tanggal 8 Mei 2019.
  5. โ†‘ Federica Laricchia (9 Juni 2022). "Global Bluetooth device shipments 2022" [Pengiriman perangkat Bluetooth global 2022]. Statista. Diakses tanggal 18 Maret 2024.
  6. โ†‘ "About the Bluetooth SIG". Bluetooth SIG. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-03-18. Diakses tanggal 2008-02-01.
  7. 1 2 "Bluetooth Radio Interface, Modulation & Channels" [Antarmuka Radio, Modulasi, & Saluran Bluetooth]. Radio-Electronics.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Januari 2012. Diakses tanggal 24 Maret 2012.
  8. โ†‘ "Bluetooth Specification Version 5.0" [Spesifikasi Bluetooth Versi 5.0]. Bluetooth Special Interest Group. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Desember 2018. Diakses tanggal 8 Desember 2016.
  9. โ†‘ "Ultra-Low Latency Audio Over Bluetooth โ€“ Apple Inc" [Suara Latensi Sangat Rendah Lewat Bluetooth โ€“ Apple Inc]. Freepatentsonline.com. Diakses tanggal 21 Juli 2022.
  10. โ†‘ Gomez, Carles; Oller, Joaquim; Paradells, Josep (29 Agustus 2012). "Overview and Evaluation of Bluetooth Low Energy: An Emerging Low-Power Wireless Technology" [Ringkasan dan Evaluasi Bluetooth Low Energy: Teknologi Nirkabel Daya Rendah yang Sedang Berkembang]. Sensors. 12 (9): 11734โ€“11753. Bibcode:2012Senso..1211734G. doi:10.3390/s120911734. ISSN1424-8220. PMC3478807.
  11. โ†‘ Kurawar, Arwa; Koul, Ayushi; Patil, Viki Tukaram (Agustus 2014). "Survey of Bluetooth and Applications" [Survei Bluetooth dan Aplikasinya]. International Journal of Advanced Research in Computer Engineering & Technology. 3: 2832โ€“2837. ISSN2278-1323.
  12. โ†‘ "How Bluetooth Technology Works". Bluetooth SIG. Diarsipkan dari asli tanggal 17 January 2008. Diakses tanggal 1 February 2008.
  13. โ†‘ Newton, Harold (2007). Newton's telecom dictionary. New York: Flatiron Publishing. ISBN9780979387364.
  14. โ†‘ "Basics | Bluetooth Technology Website". Bluetooth.com. 23 May 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 28 October 2012. Diakses tanggal 16 October 2012.
  15. โ†‘ "Understanding Bluetooth Range". Bluetooth SIG. April 2022. Diakses tanggal 29 June 2022.
  16. โ†‘ "Class 1 Bluetooth Dongle Test". Amperordirect.com. Diarsipkan dari asli tanggal 10 October 2021. Diakses tanggal 4 September 2010.
  17. โ†‘ "WT41 Long Range Bluetooth Module". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 July 2013. Diakses tanggal 28 August 2013.
  18. โ†‘ "BluBear Industrial Long Range Bluetooth 2.1 Module with EDR". Diarsipkan dari asli tanggal 17 July 2013.
  19. โ†‘ "OEM Bluetooth Serial Port Module OBS433". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 July 2013. Diakses tanggal 28 August 2013.
  20. 1 2 3 "Traditional Profile Specifications". Bluetooth.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 March 2020. Diakses tanggal 28 October 2019. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  21. โ†‘ "History of the Bluetooth Special Interest Group". Bluetooth.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 July 2015. Diakses tanggal 15 May 2015.
  22. โ†‘ Sauter, Martin (2 August 2017). From GSM to LTE-Advanced Pro and 5G: An Introduction to Mobile Networks and Mobile Broadband. John Wiley & Sons. hlm.491. ISBN978-1-119-34690-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 April 2021. Diakses tanggal 13 September 2020.
  23. โ†‘ Penttinen, Jyrki T. J. (16 March 2015). The Telecommunications Handbook: Engineering Guidelines for Fixed, Mobile and Satellite Systems. John Wiley & Sons. hlm.129. ISBN978-1-119-94488-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 January 2021. Diakses tanggal 13 September 2020.
  24. โ†‘ "Portable Wireless Bluetooth Compatible Speakers". Trusound Audio. Diarsipkan dari asli tanggal 18 April 2016. Diakses tanggal 7 April 2016.
  25. โ†‘ "Bluetooth Revisited". techpayout.com. 27 March 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 3 June 2016. Diakses tanggal 10 May 2016.
  26. โ†‘ "Bluetooth Technology". mobileinfo.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2018. Diakses tanggal 11 May 2015.
  27. โ†‘ "Samsung Omnia II: How to Transfer Files with Bluetooth FTP". 11 December 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2021 โ€“ via YouTube.
  28. โ†‘ Mattei, Giovanni. "Selfie stick: i migliori modelli per foto e video eccellenti". telefonino.net (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 31 October 2022.
  29. โ†‘ John Fuller (28 July 2008). "How Bluetooth Surveillance Works". howstuffworks. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 May 2015. Diakses tanggal 26 May 2015.
  30. โ†‘ "Telemedicine.jp". Telemedicine.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2018. Diakses tanggal 4 September 2010.
  31. โ†‘ "Tai nghe bluetooth nokia". tainghebluetooth.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 September 2016. Diakses tanggal 6 September 2016.
  32. โ†‘ "Real Time Location Systems" (PDF). clarinox. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 28 December 2019. Diakses tanggal 4 August 2010.
  33. โ†‘ "Wireless waves used to track travel times". CTV Calgary News. 26 November 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 July 2013. Diakses tanggal 11 July 2013.
  34. โ†‘ Fattah, Nabeel; Laha, Soumyasanta; Sokolov, Danil; Chester, Graeme; Degenaar, Patrick (2015). "Wireless data and power transfer of an optogenetic implantable visual cortex stimulator". 2015 37th Annual International Conference of the IEEE Engineering in Medicine and Biology Society (EMBC). Vol.2015. hlm.8006โ€“8009. doi:10.1109/EMBC.2015.7320250. ISBN978-1-4244-9271-8. PMID26738150. S2CID4575272.
  35. โ†‘ Mroz, Mandy (21 May 2018). "Bluetooth hearing aids: Hearing aids with Bluetooth technology use today's wireless technology to help you easily stay connected to iOS and Android phones, televisions, tablets and other favorite audio devices". Healthy Hearing. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 May 2019. Diakses tanggal 15 July 2018.
  36. โ†‘ "Watch". Bluetooth.com. Diarsipkan dari asli tanggal 18 September 2010. Diakses tanggal 4 September 2010.
  37. โ†‘ "Specification Documents". Bluetooth.com. 30 June 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 September 2017. Diakses tanggal 12 September 2017.
  38. โ†‘ "How Bluetooth Works". How Stuff Works. 30 June 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2012. Diakses tanggal 12 April 2012.
  39. โ†‘ https://www.bluetooth.com/wp-content/uploads/Files/Specification/HTML/Core-60/out/en/architecture,-change-history,-and-conventions/architecture.html#UUID-d6003335-37a5-a8b2-442a-274397b01efb
  40. โ†‘ https://www.bluetooth.com/wp-content/uploads/Files/Specification/HTML/Core-60/out/en/consolidated-table-of-contents,-acknowledgments,---core-configurations/core-configurations.html#UUID-2b3b66cb-92ef-434c-a6d8-387c8fcb42f2_N1712100976395
  41. โ†‘ 3 Mbps is also supported, but optional
  42. โ†‘ "Our History" [Sejarah Kami]. Bluetooth.com. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Mei 2018. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
  43. โ†‘ "English Introduction to Membership" [Pengantar Keanggotaan dalam Bahasa Inggris]. Bluetooth.org. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juni 2014. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
  44. โ†‘ "Compatibility guide" [Panduan kompatibilitas] (PDF). 2016. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 28 Desember 2019. Diakses tanggal 18 Desember 2019.
  45. โ†‘ "BlueTooth". BlueTooth. 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 February 2020. Diakses tanggal 25 October 2021.
  46. โ†‘ IEEE Standard for Telecommunications and Information Exchange Between Systems โ€“ LAN/MAN โ€“ Specific Requirements โ€“ Part 15: Wireless Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) Specifications for Wireless Personal Area Networks (WPANs). 2002. doi:10.1109/IEEESTD.2002.93621. ISBN978-0-7381-3335-5.
  47. 1 2 Guy Kewney (16 November 2004). "High speed Bluetooth comes a step closer: enhanced data rate approved". Newswireless.net. Diarsipkan dari asli tanggal 15 January 2018. Diakses tanggal 4 February 2008.
  48. โ†‘ IEEE Standard for Information technology-- Local and metropolitan area networks-- Specific requirements-- Part 15.1a: Wireless Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) specifications for Wireless Personal Area Networks (WPAN). doi:10.1109/IEEESTD.2005.96290. ISBN978-0-7381-4708-6.
  49. 1 2 3 "Specification Documents". Bluetooth SIG. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2018. Diakses tanggal 3 May 2012.
  50. โ†‘ "HTC TyTN Specification" (PDF). HTC. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 October 2006. Diakses tanggal 4 February 2008.
  51. โ†‘ "Simple Pairing Whitepaper" [Kertas Putih Penyandingan Sederhana] (PDF). Version V10r00. Bluetooth SIG. 3 August 2006. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Oktober 2006. Diakses tanggal 1 Februari 2007.
  52. โ†‘ "Bluetooth Core Specification Addendum (CSA) 1". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2018. Diakses tanggal 11 April 2018.
  53. โ†‘ "Wibree forum merges with Bluetooth SIG" (PDF) (Press release). Nokia. 12 June 2007. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 December 2014. Diakses tanggal 4 February 2008.
  54. โ†‘ "Bluetooth.com". Bluetooth.com. Diarsipkan dari asli tanggal 21 December 2009. Diakses tanggal 4 September 2010.
  55. โ†‘ "Bluetooth SIG unveils Smart Marks, explains v4.0 compatibility with unnecessary complexity". Engadget. 25 October 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 December 2018. Diakses tanggal 24 August 2017.
  56. โ†‘ "Press Releases Detail | Bluetooth Technology Website". Bluetooth.com. 4 December 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 23 June 2014. Diakses tanggal 13 May 2014.
  57. โ†‘ "Adopted Specification; Bluetooth Technology Website". Bluetooth.com. 4 December 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 3 October 2015. Diakses tanggal 14 May 2014.
  58. โ†‘ "Specification of the Bluetooth System" (PDF). Bluetooth Special Interest Group. 2 December 2014. Diakses tanggal 23 February 2023.
  59. โ†‘ "MWC 2017: Sony launches new 5G-ready Xperia XZ series with top-notch camera". IBT. 27 February 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 October 2019. Diakses tanggal 3 October 2019.
  60. โ†‘ "HomePod โ€“ Technical Specifications". Apple. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 May 2019. Diakses tanggal 29 January 2018.
  61. โ†‘ cnxsoft (10 June 2016). "Bluetooth 5 Promises Four times the Range, Twice the Speed of Bluetooth 4.0 LE Transmissions". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2019. Diakses tanggal 12 December 2018.
  62. โ†‘ "Bluetooth 5 Quadruples Range, Doubles Speed, Increases Data Broadcasting Capacity by 800% โ€“ Bluetooth Technology Website". bluetooth.com. Diarsipkan dari asli tanggal 9 December 2018. Diakses tanggal 12 December 2018.
  63. โ†‘ ""Bluetooth 5" spec coming next week with 4x more range and 2x better speed [Updated]". 10 June 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 June 2019. Diakses tanggal 14 June 2017.
  64. 1 2 "Bluetooth 5: everything you need to know". 10 June 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2021. Diakses tanggal 11 June 2016.
  65. โ†‘ Woolley, Martin (28 January 2019). "Bluetooth Core Specification v5.1" (PDF). bluetooth.com (Edisi 1.0.1). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 February 2023. Diakses tanggal 23 February 2023.
  66. โ†‘ Woolley, Martin (9 December 2020). "Bluetooth Core Specification Version 5.2 Feature Overview" (PDF). bluetooth.com. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 8 January 2020. Diakses tanggal 8 January 2020.<nowiki>
  67. โ†‘ "The New Version of Bluetooth Is Here to Fix Your Headphones". Wired. ISSN1059-1028. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 April 2020. Diakses tanggal 3 February 2020.
  68. โ†‘ Clover, Juli (6 January 2020). "Bluetooth SIG Announces 'LE Audio' With Audio Sharing, Lower Data Consumption, Hearing Aid Support and More". macrumors.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 February 2020. Diakses tanggal 3 February 2020.
  69. โ†‘ "Hearing Aid Audio Support Using Bluetooth LE". Android Open Source Project. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 February 2020. Diakses tanggal 3 February 2020.
  70. โ†‘ Scharon Harding (12 July 2022). "What's Bluetooth LE Audio? Explaining the spec and what it means for wireless sound". Ars Technica. Diakses tanggal 21 July 2022.
  71. โ†‘ Carrie Marshall (2023-08-30). "Samsung leaps ahead of Apple and adds game-changing Auracast Bluetooth to its 4K TVs and earbuds". TechRadar. Diakses tanggal 2023-10-09.
  72. โ†‘ SamMobile; Shaik, Asif Iqbal (2023-10-06). "Galaxy Buds 2 Pro get Bluetooth Auracast support with new update". SamMobile. Diakses tanggal 2023-10-09.
  73. โ†‘ Woolley, Martin (24 June 2021). "Bluetooth Core Specification Version 5.3 Feature Enhancements" (PDF). bluetooth.com. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 30 July 2021. Diakses tanggal 17 September 2021.
  74. โ†‘ Woolley, Martin (7 February 2023). "Bluetooth Core Specification Version 5.4" (PDF). bluetooth.com. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 February 2023. Diakses tanggal 23 February 2023.
  75. โ†‘ "Core Specification". Bluetoothยฎ Technology Website (dalam bahasa American English). 2024-08-30. Diakses tanggal 2024-09-05.
  76. โ†‘ "Now Available: New Version of the Bluetooth Core Specification". Bluetoothยฎ Technology Website (dalam bahasa American English). 2024-09-03. Diakses tanggal 2024-09-05.
  77. โ†‘ "bluetooth 6.1 spec".
  78. โ†‘ "bluetooth 6.2 spec". Bluetoothยฎ Technology Website. Bluetooth SIG, Inc.
  79. โ†‘ Happich, Julien (24 February 2010). "Global shipments of short range wireless ICs to exceed 2 billion units in 2010". EE Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 February 2022. Diakses tanggal 25 October 2019.
  80. โ†‘ Veendrick, Harry J. M. (2017). Nanometer CMOS ICs: From Basics to ASICs [Sirkuit Terpadu CMOS Nanometer: Dari Dasar ke ASIC]. Springer. hlm.243. ISBN9783319475974. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 May 2020. Diakses tanggal 26 October 2019.
  81. 1 2 Stallings, William (2005). Wireless communications & networks. Upper Saddle River, NJ: Pearson Prentice Hall. ISBN9788132231561.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Bluetooth Special Interest Group, Baseband Specification.
  • Bluetooth Special Interest Group, Radio Specification.
  • Bluetooth Special Interest Group, Bluetooth Protocol Arsitechture
  • Bluetooth Special Interest Group, Bluetooth Security Arsitechture.
  • Angus Robinson, Anritsu, Stevenage, UK, On Your Marks for Testing Bluetooth, Test & Measurement Worls, September 2000
  • Christantri, Mersinta 0606094535. Communication Technology Development (CTD I). Depok, 2008
  • ETS 300 328, Radio Equipment and Systems (RES); Wideband transmission systems; Technical characteristics and test conditions for data transmission equipment operating in the 2,4GHz band and using spread spectrum modulation techniques.
  • ETS 300 826, Electromagnetic compatibility and radio spectrum matters (ERM); ElectroMagnetic Compatibility (EMC) standard for 2,4GHz wideband transmission systems and High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) equipment. 8. Bluetooth Presentation,
  • Bluetooth Business Div, Digital Media Network Company, Toshiba Corporation, 2000.
  • Jim Geier, Spread Spectrum: Frequency Hopping vs. Direct Sequence, May 1999.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bluetooth.