| 👁 Image | |||||||
| Penemuan | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Ditemukan oleh | William Herschel | ||||||
| Ditemukan pada | 28 Agustus, 1789 | ||||||
| Karakteristik Orbit | |||||||
| Setengah sumbu besar | 237,948 km | ||||||
| Eksentrisitas | 0.0045 [1] | ||||||
| Periode orbit | 1.370218 d [1] | ||||||
| Inklinasi | 0.019° (to Saturn's equator) | ||||||
| Satelit dari | Saturnus | ||||||
| Karakteristik fisik | |||||||
| Diameter rata-rata | 504.2km (513×503×497km) [2] | ||||||
| Massa | 1.08×1020 kg [3] | ||||||
| Kerapatan rata-rata | 1.61 g/cm3 | ||||||
| Gravitasi permukaan | 0.113 m/s2 (0.0115 g) | ||||||
| Kecepatan lepas | 0.241km/s (866km/h) | ||||||
| Periode rotasi | sinkron | ||||||
| Kemiringan sumbu | zero | ||||||
| Albedo | 0.99±0.06 [4] | ||||||
| Suhu permukaan |
| ||||||
| Karakterisitik atmosfer | |||||||
| Tekanan | trace, significant spatial
variability [5] | ||||||
| Uap air | 65% [6] | ||||||
| Hidrogen | 20% [6] | ||||||
| Lainnya | CO2, CO, N2[6] | ||||||
Enseladus[7] (bahasa Inggris:Enceladus, pengucapan bahasa Inggris: /ɛnˈsɛlədəs/[8]) adalah satelit alami terbesar keenam planet Saturnus. Satelit ini memiliki diameter sekitar 500 kilometer, yaitu sekitar sepersepuluh dari diameter satelit terbesar Saturnus, Titan. Enseladus sebagian besar diselimuti oleh es segar dan bersih, sehingga satelit ini merupakan salah satu benda langit paling reflektif di Tata Surya. Oleh sebab itu, suhu permukaannya pada siang hari hanya mencapai −198°C (−324°F), jauh lebih dingin daripada benda yang dapat menyerap cahaya. Meskipun berukuran kecil, Enseladus memiliki rangkaian ketampakan permukaan yang luas, dimulai dari wilayah yang penuh akan kawah tua sampai terrain muda yang terdeformasi secara tektonik.
Enseladus ditemukan pada tanggal 28 Agustus 1789 oleh William Herschel, tetapi tidak banyak yang diketahui mengenai satelit ini hingga dua wahana antariksa Voyager, yakni Voyager 1 dan Voyager 2 melakukan penerbangan lintas di dekat satelit ini pada awal tahun 1980-an. Pada tahun 2005, wahana antariksa Cassini mulai melakukan beberapa penerbangan lintas di Enseladus, yang berhasil mengungkapkan permukaan dan lingkungannya secara lebih rinci. Selain itu, Cassini menemukan plume (semburan) yang keluar dari wilayah kutub selatan. Kriovolkano yang berada di dekat kutub selatan menyemburkan pancaran seperti geyser yang mengandung uap air, hidrogen molekuler, bahan volatil lainnya, dan bahan padat, termasuk kristal sodium klorida dan partikel es, ke ruang angkasa sebanyak 200 kg per detik. Lebih dari 100 geyser berhasil diidentifikasi. Sebagian uap air jatuh kembali menjadi "salju"; sisanya lolos, dan memasok sebagian besar bahan untuk membentuk cincin E Saturnus. Menurut ilmuwan NASA, plume tersebut memiliki komposisi yang mirip dengan komet. Pada tahun 2014, NASA melaporkan bahwa Cassini telah menemukan bukti keberadaan samudra besar di bawah permukaan kutub selatan Enseladus dengan ketebalan sekitar 10 km.
Nama
[sunting | sunting sumber]Nama Enseladus diambil dari "Enkelados", seorang raksasa pada mitologi Yunani yang dikalahkan oleh Dewi Athena.[9]
Penemuan
[sunting | sunting sumber]Enceladus ditemukan oleh William Herschel pada August 28, 1789, ketika menggunakan teleskop baru 12m (470in) 40-foot telescope, dulu terbesar di dunia, di Observatory House di Slough, England.[10][11] Magnitudo samar apparent magnitude (HV = +11.7) dan proximity dari yang lebih terang Saturnus dan cincin Saturnus membuat Enceladus sulit dilihat dari Bumi debgan teleskop kecil. Seperti satelit Saturnus yang ditemukan sebelum Space Age, Enceladus dipantau saat ekuinoks, ketika Bumi di antara ring plane. Saat itu, silau dari cincin saturnus redup sehingga mudah diobservasi.[12] Sebelum Program Voyager, pemantauan berkembang sedikit dari titik yang diobservasi Herschel. Hanya observasi orbital yang diketahui dengan estimasi dari massa, kepadatan and albedo.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-03-09. Diakses tanggal 2006-03-13.
- ↑
- ↑ 1[pranala nonaktif permanen]
- ↑
- ↑ [pranala nonaktif permanen]
- 1 2 3 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-01-03. Diakses tanggal 2006-03-13.
- ↑ Arti kata dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
- ↑
- ↑ http://planetarynames.wr.usgs.gov/Page/Planets
- ↑ Herschel, W. (1795). "Description of a Forty-feet Reflecting Telescope". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 85: 347–409. Bibcode:1795RSPT...85..347H. doi:10.1098/rstl.1795.0021. S2CID186212450. (reported by Arago, M. (1871). "Herschel". Annual Report of the Board of Regents of the Smithsonian Institution. hlm.198–223. Diarsipkan dari asli tanggal January 13, 2016.)
- ↑ Frommert, H.; Kronberg, C. "William Herschel (1738–1822)". The Messier Catalog. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 19, 2013. Diakses tanggal March 11, 2015.
- ↑ Redd, Nola Taylor (April 5, 2013). "Enceladus: Saturn's Tiny, Shiny Moon". Space.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 24, 2018. Diakses tanggal April 27, 2014.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]Informasi umum
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) TIME: Adakah kehidupan di Enseladus? Diarsipkan 2008-03-14 di Wayback Machine.
- (Inggris) The Nine Planets: Enseladus
- (Inggris) The Planetary Society: Informasi Enseladus
- (Inggris) CHARM: Analisis Cassini-Huygens dan hasil temuan mereka Diarsipkan 2005-12-02 di Wayback Machine.
- (Inggris) Misi Cassini yang menjelajahi Enseladus
Gambar
[sunting | sunting sumber]- Galat CS1: parameter tidak didukung
- Artikel dengan pranala luar nonaktif
- Artikel dengan pranala luar nonaktif Juli 2021
- Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen
- Artikel dengan pranala luar nonaktif Maret 2021
- Articles containing Inggris-language text
- Lang and lang-xx using deprecated ISO 639 codes
- Templat webarchive tautan wayback
