VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Kewenangan

⇱ Kewenangan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kewenangan (bahasa Inggris:authoritycode: en is deprecated ) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.[1][2] Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektivitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan suatu kekuasaan.[3]

Delegasi kewenangan

[sunting | sunting sumber]

Pendelegasian kewenangan (delegation of authority) merujuk pada proses di mana otoritas yang lebih tinggi mentransfer baik tanggung jawab maupun otoritas yang sesuai kepada individu lain, sambil tetap mempertahankan hak untuk memonitor kinerja sesuai kebutuhan. Pendelegasian yang efektif mensyaratkan bahwa bawahan tidak hanya diberikan tanggung jawab atas suatu tugas, tetapi juga otoritas yang diperlukan untuk melaksanakannya, dan dimintai pertanggungjawaban penuh atas penggunaan otoritas tersebut. Jika otoritas tidak seimbang dengan tanggung jawab, atau jika pendelegasi mempertahankan kontrol yang berlebihan, proses tersebut dapat merusak kepercayaan diri dan otonomi bawahan.[4][5][6]

Pendelegasian merupakan elemen sentral dari kepemimpinan partisipatif dan dianggap sebagai puncak dari praktik berbagi kekuasaan dalam organisasi.[7][8] Pendelegasian erat dikaitkan dengan pemberdayaan karyawan, otonomi, dan pengembangan, serta dipandang sebagai kebalikan langsung dari pengambilan keputusan otokratik. Pendelegasian juga merupakan fungsi sumber daya manusia yang krusial, memungkinkan pemberdayaan karyawan, mengurangi beban kerja manajerial, dan meningkatkan produktivitas. Dalam konteks kepemimpinan, pendelegasian adalah salah satu elemen dari empowering leadership, yang dapat meningkatkan motivasi intrinsik dengan memperkuat rasa makna, kompetensi, determinasi diri, dan pengaruh karyawan.[9][10]

Pendelegasian otoritas dapat diukur melalui berbagai skala yang menilai tingkat otonomi karyawan dalam membuat keputusan di area strategis, bisnis, dan operasional. Skala Decision-Making Authority, misalnya, mengevaluasi frekuensi karyawan diizinkan memutuskan secara otonom dalam hal seperti hubungan pelanggan. Secara praktis, pendelegasian mencakup transfer hak pengambilan keputusan di area hubungan manusia, pemasaran, dan capital expenditures.[11][12][13]

Pengaruh positif delegasi kewenangan

[sunting | sunting sumber]

1. Peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi

[sunting | sunting sumber]

Pendelegasian otoritas terbukti secara signifikan meningkatkan investasi asing langsung keluar (outward foreign direct investment/OFDI) dan produktivitas perusahaan dan produktivitas yang lebih tinggi, terutama dalam konteks pencarian teknologi (technology-seeking) dan produksi di luar negeri (overseas-production), yang juga meningkatkan inovasi dan mengurangi biaya. Efek produktivitas ini sangat terlihat pada perusahaan milik negara lokal pada tempat penelitian dan perusahaan swasta yang memiliki koneksi politik, dan diperkuat oleh kompetisi antar-yurisdiksi.[14]

Perilaku kepemimpinan yang memberdayakan (empowering leadership behaviors), termasuk pendelegasian otoritas, berpengaruh positif terhadap kinerja tim dan produktivitas, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemberdayaan dan keterlibatan karyawan.[15]

Dalam bidang keperawatan, pendelegasian yang efektif menghasilkan peningkatan kepuasan kerja, kerja sama tim yang efektif, peningkatan produktivitas, dan penggunaan sumber daya yang lebih baik, yang pada akhirnya memaksimalkan perawatan pasien. Sebaliknya, pendelegasian yang buruk dapat mengakibatkan tugas yang terlewatkan, beban kerja yang tidak tepat, dan hasil perawatan pasien yang buruk.[16][17]

2. Pemberdayaan karyawan, motivasi, dan kepuasan kerja

[sunting | sunting sumber]

Pendelegasian dikaitkan dengan peningkatan kepuasan kerja dan motivasi di kalangan karyawan, karena memungkinkan adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungan bisnis, penggunaan pengetahuan lokal yang lebih efisien, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Bukti empiris mengonfirmasi bahwa pendelegasian kepada karyawan non-manajerial meningkatkan kepuasan kerja. [18]

Praktik kepemimpinan yang memberdayakan seperti pembinaan (coaching), partisipasi dalam pengambilan keputusan, pengembangan individu, dan pendelegasian otoritas membantu karyawan layanan (service employees) menjadi lebih terlibat dalam pekerjaan mereka, dengan pemberdayaan psikologis (psychological empowerment) memediasi hubungan antara kepemimpinan yang memberdayakan dan keterlibatan kerja (work engagement).[19]

Pendelegasian otoritas merupakan fungsi sumber daya manusia yang krusial yang memungkinkan pemberdayaan karyawan, mengurangi stres, dan meningkatkan produktivitas, terutama dalam usaha kecil dan menengah di mana manajer sering menangani berbagai peran. [20]

3. Peningkatan kerja sama tim, akuntabilitas, dan komunikasi

[sunting | sunting sumber]

Pendelegasian meningkatkan akuntabilitas, produktivitas, dan kerja sama tim. Pendelegasian yang tepat dan berprinsip meningkatkan pengetahuan, kemampuan pengambilan keputusan, kompetensi, dan keterampilan komunikasi di kalangan perawat, mengurangi perawatan yang terlewatkan (missed care) dan keterlambatan. Pendelegasian diakui sebagai keterampilan kepemimpinan yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas perawatan dan kepuasan pasien. Pendelegasian dan komunikasi yang efektif antara perawat dan asisten meningkatkan kerja sama dan kepuasan kerja, mengurangi hasil negatif bagi pasien.[21]

Dalam situasi krisis, pendelegasian memperkuat tim, meningkatkan pengambilan keputusan, dan meningkatkan komitmen pemangku kepentingan terhadap kelangsungan hidup organisasi. Pendelegasian dinamis (dynamic delegation) meningkatkan keandalan tim dan membangun keterampilan di kalangan anggota yang masih pemula. [22]

4. Inovasi dan keterlibatan karyawan

[sunting | sunting sumber]

Meskipun efek langsung pendelegasian otoritas terhadap perilaku inovasi tidak terverifikasi dalam satu studi, pendelegasian ditemukan memiliki efek positif yang signifikan terhadap semangat kerja karyawan (employee vigor), yang pada gilirannya berpengaruh positif terhadap perilaku inovasi. Pengambilan keputusan partisipatif juga berpengaruh positif baik terhadap dukungan pengembangan pribadi maupun pendelegasian otoritas.[23]

Pendelegasian otoritas dalam perusahaan multinasional memungkinkan responsivitas lokal yang lebih besar, terutama di anak perusahaan dengan kapasitas inovasi yang terbatas, memfasilitasi respons institusional yang langsung dan otonomi dalam pengambilan keputusan.[24]

5. Kesejahteraan organisasi dan keuntungan informasi

[sunting | sunting sumber]

Pendelegasian dapat menghasilkan kesejahteraan organisasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sentralisasi dalam kondisi tertentu, terutama karena keuntungan informasional (informational advantages). Mendelegasikan otoritas kepada agen dengan bias negatif yang kecil mendorong produksi bukti berkualitas lebih tinggi, menguntungkan pengambilan keputusan organisasi tanpa menimbulkan biaya kehilangan kontrol.[25] Pendelegasian melibatkan trade-off antara peningkatan inisiatif dan kehilangan kontrol, namun karyawan dengan otoritas yang didelegasikan memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengumpulkan informasi yang berguna bagi organisasi.[26]

Kapan kewenangan didelegasikan

[sunting | sunting sumber]

Delegasi kewenangan terjadi dalam berbagai konteks dan pada berbagai tingkatan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta, serta dalam kerangka formal maupun informal:

Pemerintahan dan Organisasi Publik: Kewenangan dapat didelegasikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah atau sub-nasional, seperti negara bagian atau kota. Misalnya, pada kasus di China setelah 16 September, pemerintah tingkat kota memperoleh kewenangan atas pengaturan rotasi, yang sebelumnya bukan menjadi kewenangan mereka . Dalam pemerintahan lokal di Malaysia, kewenangan didelegasikan dari pemerintah negara bagian ke dewan (councillors), lalu ke ketua dewan, dan selanjutnya ke staf pelaksana. Pada organisasi internasional, kewenangan yang dimiliki merupakan hasil negosiasi dan konsensus antar anggota, dan didelegasikan sesuai kebutuhan organisasi.[27][28]

Organisasi dan Perusahaan: Dalam perusahaan, delegasi kewenangan dapat terjadi secara formal maupun informal. Misalnya, dalam pengambilan keputusan inovasi, kewenangan dapat didelegasikan dari tingkat CEO ke manajer menengah atau manajer lini pertama, tergantung pada jenis keputusan dan struktur organisasi. Pada kasus lain, seperti dalam pengaturan standar akuntansi, lembaga legislatif dapat mendelegasikan kewenangan kepada agen privat untuk memanfaatkan keahlian khusus dan menghindari tanggung jawab langsung atas keputusan kontroversial.[29][30]

Sektor Kesehatan: Dalam praktik keperawatan, delegasi kewenangan terjadi ketika perawat mendelegasikan tugas tertentu kepada individu lain yang kompeten, dengan tetap melakukan supervisi dan pemantauan.[31]

Teknologi dan Sistem AI: Dalam sistem berbasis AI, kewenangan hanya dapat didelegasikan sesuai jalur hierarki yang telah ditentukan sebelumnya, dan tidak dapat dilakukan secara spontan ke pihak baru di luar struktur yang ada.[32]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kewenangan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2020-02-4.
  2. Bealey, Frank (1999). The Blackwell Dictionary of Political Science: A User's Guide to Its Terms. hlm.22–23. ISBN0-631-20694-9.
  3. The New Fontana Dictionary of Modern Thought edisi ke-3, Allan Bullock dan Stephen Trombley, Eds. hlm. 677–678.
  4. "Leadership". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/B978-0-12-824339-8.00040-7. Diakses tanggal 2025-12-24.
  5. "Jackass management traits". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/B978-0-12-814794-8.00032-9. Diakses tanggal 2025-12-24.
  6. "General principles of organization". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/B978-0-12-814794-8.00001-9. Diakses tanggal 2025-12-24.
  7. Lonati, Sirio (2020-04-01). "What explains cultural differences in leadership styles? On the agricultural origins of participative and directive leadership". The Leadership Quarterly. Special issue on Evolution and Biology of Leadership. 31 (2): 101305. doi:10.1016/j.leaqua.2019.07.003. ISSN1048-9843.
  8. Lundmark, Robert (2023-07-13). "A power-sharing perspective on employees' participatory influence over organizational interventions: conceptual explorations". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 14. doi:10.3389/fpsyg.2023.1185735. ISSN1664-1078. PMC10372622. PMID37519376. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. Khanzode, Akshay G.; Sarma, P. R. S.; Mangla, Sachin Kumar; Yuan, Hongjun (2021-01-10). "Modeling the Industry 4.0 adoption for sustainable production in Micro, Small & Medium Enterprises". Journal of Cleaner Production. 279: 123489. doi:10.1016/j.jclepro.2020.123489. ISSN0959-6526.
  10. Jalil, Muhammad Farhan; Tariq, Bilal; Ali, Azlan (2023-07-14). "Does meaningful work mediate the relationship between empowering leadership and mental health? Evidence from Malaysian SME employees". Frontiers in Sociology (dalam bahasa English). 8. doi:10.3389/fsoc.2023.1138536. ISSN2297-7775. PMC10375414. PMID37520493. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  11. Malmi, Teemu; Bedford, David S.; Brühl, Rolf; Dergård, Johan; Hoozée, Sophie; Janschek, Otto; Willert, Jeanette; Ax, Christian; Bednarek, Piotr (2020-10-01). "Culture and management control interdependence: An analysis of control choices that complement the delegation of authority in Western cultural regions". Accounting, Organizations and Society. 86: 101116. doi:10.1016/j.aos.2020.101116. ISSN0361-3682.
  12. Kotsopoulos, Dimosthenis; Karagianaki, Angeliki; Baloutsos, Stratos (2022-02-01). "The effect of human capital, innovation capacity, and Covid-19 crisis on Knowledge-Intensive Enterprises' growth within a VC-driven innovation ecosystem". Journal of Business Research. 139: 1177–1191. doi:10.1016/j.jbusres.2021.10.055. ISSN0148-2963.
  13. Labro, Eva; Lang, Mark; Omartian, James D. (2023-02-01). "Predictive analytics and centralization of authority". Journal of Accounting and Economics. 75 (1): 101526. doi:10.1016/j.jacceco.2022.101526. ISSN0165-4101.
  14. Li, Lei; Luo, Changtuo (2023-07-01). "Does administrative decentralization promote outward foreign direct investment and productivity? Evidence from China". Economic Modelling. 124: 106296. doi:10.1016/j.econmod.2023.106296. ISSN0264-9993.
  15. Zhao, Minghui; Fong, Kwong Yee; Leong, Wai Nga; Li, Qiu; Chen, Rujie (2025-03-01). "Nonexecutive employee compensation and firm labor productivity". Finance Research Letters. 73: 106678. doi:10.1016/j.frl.2024.106678. ISSN1544-6123.
  16. Clarke, Helen (2021-11-01). "How pre-registration nursing students acquire delegation skills: A systematic literature review". Nurse Education Today. 106: 105096. doi:10.1016/j.nedt.2021.105096. ISSN0260-6917.
  17. Moradi, Tayebeh; Rezaei, Mahboubeh; Alavi, Negin Masoudi (2024-05-07). "Delegating care as a double-edged sword for quality of nursing care: a qualitative study". BMC Health Services Research (dalam bahasa Inggris). 24 (1): 592. doi:10.1186/s12913-024-11054-4. ISSN1472-6963. PMC11075185. PMID38715066. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  18. Asuyama, Yoko (2020-03-01). "Delegation to workers across countries and industries: Interacting effects of social capital and coordination needs". International Journal of Industrial Organization. 69: 102586. doi:10.1016/j.ijindorg.2020.102586. ISSN0167-7187.
  19. Wen, Jun; Huang, Songshan (Sam); Teo, Stephen (2023-03-01). "Effect of empowering leadership on work engagement via psychological empowerment: Moderation of cultural orientation". Journal of Hospitality and Tourism Management. 54: 88–97. doi:10.1016/j.jhtm.2022.12.012. ISSN1447-6770.
  20. Khanzode, Akshay G.; Sarma, P. R. S.; Mangla, Sachin Kumar; Yuan, Hongjun (2021-01-10). "Modeling the Industry 4.0 adoption for sustainable production in Micro, Small & Medium Enterprises". Journal of Cleaner Production. 279: 123489. doi:10.1016/j.jclepro.2020.123489. ISSN0959-6526.
  21. Moradi, Tayebeh; Rezaei, Mahboubeh; Alavi, Negin Masoudi (2024-05-07). "Delegating care as a double-edged sword for quality of nursing care: a qualitative study". BMC Health Services Research (dalam bahasa Inggris). 24 (1): 592. doi:10.1186/s12913-024-11054-4. ISSN1472-6963. PMC11075185. PMID38715066. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  22. Dyduch, Wojciech; Chudziński, Paweł; Cyfert, Szymon; Zastempowski, Maciej (2021-06-15). "Dynamic capabilities, value creation and value capture: Evidence from SMEs under Covid-19 lockdown in Poland". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 16 (6): e0252423. doi:10.1371/journal.pone.0252423. ISSN1932-6203. PMC8205126. PMID34129597. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  23. Ye, Pinghao; Liu, Liqiong; Tan, Joseph (2022-12-19). "Influence of leadership empowering behavior on employee innovation behavior: The moderating effect of personal development support". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 13. doi:10.3389/fpsyg.2022.1022377. ISSN1664-1078. PMC9806223. PMID36600721. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  24. Andrews, Daniel S.; Wolfesberger, Michael H.; Tinhof, Laurenz; Gaur, Ajai (2025-10-01). "Knowledge governance in multinational firms: Subsidiary roles amid IPR differences". Journal of International Management. 31 (5): 101291. doi:10.1016/j.intman.2025.101291. ISSN1075-4253.
  25. Li, Cheng; Mao, Huangxing (2024-05-01). "Delegation to incentivize information production". Mathematical Social Sciences. 129: 1–11. doi:10.1016/j.mathsocsci.2024.02.004. ISSN0165-4896.
  26. Ekinci, Emre; Theodoropoulos, Nikolaos (2021-01-01). "Disagreement and informal delegation in organizations". International Journal of Industrial Organization. 74: 102696. doi:10.1016/j.ijindorg.2020.102696. ISSN0167-7187.
  27. Jamil, Muthyaah Mohd; Abidin, Nor Hafizah Zainal; Alwi, Norhayati Mohd (2022-12-01). "The governance structure on the role of internal auditors in environmental auditing practices: Cases of Malaysian local organisations". Environmental Challenges. 9: 100632. doi:10.1016/j.envc.2022.100632. ISSN2667-0100.
  28. Congleton, Roger D. (2020-06-01). "The institutions of international treaty organizations as evidence for social contract theory". European Journal of Political Economy. 63: 101891. doi:10.1016/j.ejpoleco.2020.101891. ISSN0176-2680.
  29. Colombo, Massimo G.; Foss, Nicolai J.; Lyngsie, Jacob; Rossi Lamastra, Cristina (2021-01-01). "What drives the delegation of innovation decisions? The roles of firm innovation strategy and the nature of external knowledge". Research Policy. 50 (1): 104134. doi:10.1016/j.respol.2020.104134. ISSN0048-7333.
  30. Convery, Amanda M.; Kaufman, Matt; Warfield, Terry D. (2023-11-01). "Stakeholder conflict and standard-setting foundation oversight". Journal of Accounting and Public Policy. 42 (6): 107122. doi:10.1016/j.jaccpubpol.2023.107122. ISSN0278-4254.
  31. Moradi, Tayebeh; Rezaei, Mahboubeh; Alavi, Negin Masoudi (2024-05-07). "Delegating care as a double-edged sword for quality of nursing care: a qualitative study". BMC Health Services Research (dalam bahasa Inggris). 24 (1): 592. doi:10.1186/s12913-024-11054-4. ISSN1472-6963. PMC11075185. PMID38715066. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  32. Gazos, Alexandros; Kahn, James; Kusche, Isabel; Büscher, Christian; Götz, Markus (2025-04-01). "Organising AI for safety: Identifying structural vulnerabilities to guide the design of AI-enhanced socio-technical systems". Safety Science. 184: 106731. doi:10.1016/j.ssci.2024.106731. ISSN0925-7535.

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]