VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Luchi

⇱ Luchi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Luchi adalah roti pipih goreng yang berasal dari daerah Bengal, India. Makanan ini terbuat dari tepung maida, air, dan ghee (minyak samin). Seperti puri, luchi juga dibuat dengan menggunakan atta. Luchi disantap dengan hidangan seperti aloo dum atau dal. Luchi pertama kali muncul pada tahun 1660 dan biasanya dimakan saat festival. Makanan ini memiliki beberapa variasi, di antaranya adalah kachori dan khasta luchi.[1]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Luchi berasal dari kata dalam bahasa Hindi yakni locha (लोच) yang berarti sesuatu yang licin. Versi lain menyebutkan bahwa kata ini berasal dari kata Sanskerta lochak (लोचक), yang berarti pupil, karena bentuknya yang bulat.[2] Sementara menurut Hindu Śabdasāgara, kata luchi berasal dari kata Sanskerta ruchi (रुचि), yang berarti sesuatu yang menggugah selera.[3]

Sejarah awal luchi dapat ditelusuri pada abad ke-11 era Pala. Kala itu seorang penulis medis bernama Chakrapani Datta menyebutkan shaskuli sebagai bentuk asli luchi dalam bukunya yang berjudul "Dravyaguna". Di buku tersebut tertulis, "Menguleni tepung terigu dengan ghee, menggilingnya, dan menggorengnya dalam ghee panas menghasilkan shaskuli, yang kualitasnya seperti phenika [khaja]."[4]

Pada zaman itu, terdapat tiga jenis shaskuli yang populer di masyarakat, yakni khasta, sapta dan puri. Berbeda dengan khasta yang diremas dengan lemak, sapta justru diremas tanpa lemak. Khasta pada masa itu menjadi luchi yang diminati banyak masyarakat di Benggala, sementara puri banyak diminati oleh masyarakat di India Utara.[4]

Dalam pembuatan tradisional, luchi dibuat tanpa menggunakan air. Sebagai gantinya, makanan tersebut dibuat menggunakan ghee atau pisang. Dalam literatur Bengali, penyebutan luchi pertama kali dapat ditemukan pada teks Vaishnava berjudul "Rasikamangala" yang terbit pada tahun 1660.[5]

Luchi kemudian digambarkan sebagai komponen terbaik dari hidangan ringan dalam drama Kuleen Kulasarbbaswa karya Ramnarayan Tarkaratna tahun 1854. Di Bengal, luchi menjadi makanan pokok bersama nasi selama masa kelaparan tahun 1943.[6] Makanan tersebut kian populer di Assam selama era pendudukan Inggris di India, ketika orang Bengali menguasai sebagian besar pemerintahan daerah.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Davidson, Alan; Jaine, Tom (2014). The Oxford Companion to Food (Edisi 3). ISBN9780191756276. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Mukhopadhyay, Debasish (Januari 2019). Khai Kintu Jani Ki খাই কিন্তু জানি কি [We Eat, But What Do We Know?] (dalam bahasa Bengali) (Edisi 1). Kolkata: Patralekha. hlm.19–20. ISBN978-93-81858-54-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. "Hindī Śabdasāgara". Digital Dictionaries of South Asia. Diakses tanggal 10 November 2025.
  4. 1 2 Bandyopadhyay, Amitava (1 Mei 2016). "রবিবাসরীয় ম্যাগাজিন" রবিবাসরীয় ম্যাগাজিন. Anandabazar Patrika. Diakses tanggal 10 November 2025.
  5. Goswami, Pitam (22 Februari 2023). "Rise of Gaudiya Vaishnavism and Evolution of Bengali Platter in 16th to 18th Centuries". Religion, Landscape and Material Culture in Pre-modern South Asia (Edisi 1). London: Routledge India. hlm.223–241. doi:10.4324/9781003095651-14. ISBN978-1-003-09565-1..Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Mukherjee, Rituparna; Biswakarma, Juthika (28 April 2025). "Constructing the Ontology of Food Narratives during the Bengal Famine 1943 through Postmemory Practices". In Parui, Avishek; Raj, Merin Simi (eds.). Memory Studies in India: Texts and Contexts. Brill Publishers. pp. 169–181. ISBN 978-90-04-72248-4.
  7. Sharma, Jayeeta (2011). Empire's Garden. Duke University Press. ISBN978-0-8223-9439-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)