Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber:"Manggis"โberita ยท surat kabar ยท buku ยท cendekiawan ยท JSTOR (Februari 2026) |
| Manggis | |
|---|---|
| ๐ Image | |
| Buah manggis segar | |
| Klasifikasi ilmiah ๐ Sunting klasifikasi ini | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Malpighiales |
| Famili: | Clusiaceae |
| Genus: | Garcinia |
| Spesies: | G.mangostana |
| Nama binomial | |
| Garcinia mangostana | |
| Sinonim[1] | |
| |
Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Manggis sudah dibudidayakan sejak zaman purba di wilayah Asia Tropis.[1][2][3][4]
Manggis tumbuh hingga mencapai ketinggian antara 6 hingga 25 meter.[4] Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai "ratu buah", sebagai pasangan durian, si "raja buah". Buah ini mengandung aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.[5] Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.
Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatra.
Pohon dan buah
[sunting | sunting sumber]Manggis merupakan sebuah pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil, paparan suhu di bawah 0ยฐC (32ยฐF) untuk jangka waktu yang lama, umumnya akan membunuh tanaman dewasa. Hortikulturis yang berpengalaman telah menumbuhkan spesies ini di luar ruangan dan membawanya untuk dikembangkan di daerah ekstrem, selatan Florida.
Manggis bersifat apomiksis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga mempunyai keanekaragaman genetik sempit, sehingga diperkirakan manggis di alam hanya satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Kenyataan di lapang menunjukkan adanya keanekaragaman tanaman manggis yang mungkin disebabkan faktor lingkungan mau pun faktor genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman manggis yang telah berumur ribuan tahun. [6]
Buah manggis muda, di mana tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh (lihat agamospermy), pertama kali akan berwarna hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi. Saat buah membesar selama 2 hingga 3 bulan ke depan, warna kulitnya akan menjadi hijau gelap. Pada periode ini, pertumbuhan ukuran buah dapat meningkat hingga kulitnya berukuran 6โ8cm (2,4-3,1 inchi) dengan diameter luar, akan tetap keras hingga pematangan akhir tiba.
Sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan, pada saat buah belum matang. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.
Penyajian
[sunting | sunting sumber]Manggis disantap dalam keadaan matang dengan membelah dua kulitnya dengan hati-hati sehingga bisa dikeluarkan isinya. Namun manggis muda berwarna hijau juga dijual dengan rasa lebih kecut tetapi sekaligus juga manis.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Garcinia mangostana L." Plant of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 January 2022. Diakses tanggal 8 January 2022.
- โ Yao, T. L.; Nazre, M.; McKey, D.; Jalonen, R.; Duminil, J. (March 2023). "The origin of cultivated mangosteen ( Garcinia mangostana L. var. mangostana ): Critical assessments and an evolutionary-ecological perspective". Ecology and Evolution. 13 (3) e9792. Bibcode:2023EcoEv..13E9792Y. doi:10.1002/ece3.9792. PMC10020034. PMID36937066.
- โ Nazre, M. (August 2014). "New evidence on the origin of mangosteen (Garcinia mangostana L.) based on morphology and ITS sequence". Genetic Resources and Crop Evolution. 61 (6): 1147โ1158. Bibcode:2014GRCEv..61.1147N. doi:10.1007/s10722-014-0097-2.
- 1 2 Morton, Julia F (1987). "Mangosteen". Fruits of warm climates. Purdue University. hlm.301โ304. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 June 2014. Diakses tanggal 4 December 2012.
- โ "Manfaat Buah Manggis untuk Menjaga Kolesterol dan Kesehatan Jantung". Fimela. 21 November 2023. Diakses tanggal 11 Juni 2025.
- โ Analisis keanekaragaman genetik dan fenotip manggis (Garcinia mangostana L.) dan kerabat dekatnya
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Fruits of Warm Climates: Mangosteen
- (Inggris) Know and Enjoy Tropical Fruit: Durian & Mangosteens Diarsipkan 2009-10-13 di Wayback Machine.
- (Inggris) Garcinia mangostana (Clusiaceae) Diarsipkan 2009-03-12 di Wayback Machine.
- (Inggris) Mangosteen Research Studies Diarsipkan 2005-09-23 di Wayback Machine.
- (Inggris) Five Decades with Tropical Fruit, A Personal Journey (2001) by William Francis Whitman
- Artikel yang membutuhkan referensi tambahan Februari 2026
- Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan
- Artikel dengan format mikro 'spesies'
- Halaman dengan speciesbox yang tidak memanggil butir Wikidata
- Pranala Commons dari Wikidata
- Templat webarchive tautan wayback
- Taxonbar dengan 25โ29 ID takson
- Semua artikel rintisan
- Semua artikel rintisan selain dari biografi
- Rintisan bertopik tumbuhan
- Semua artikel rintisan Februari 2026
