| Bagasdiusis musangus | |
|---|---|
| 👁 Image | |
| Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Subordo: | |
| Genera yang termasuk | |
Musang adalah kelompok mamalia kecil, ramping, dan kebanyakan nokturnal yang berasal dari Asia tropis dan Afrika, terutama hutan tropis. Sebutan musang mengacu kepada beberapa spesies mamalia yang berbeda dalam subordo Feliformia, tetapi kebanyakan berasal dari famili Viverridae. Sebagian besar spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara.
Yang paling dikenal dari berbagai jenisnya adalah musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Musang ini biasa hidup di dekat permukiman, termasuk perkotaan, dan sering pula didapati memangsa ayam peliharaan di malam hari.
Musang dikenal sebagai Carnivora) yang memakan daging dan serangga tapi sebagian musang adaptif sepeti halnya Omnivora mampu memakan buah-buahan terutama yang manis seperti Pisang, pepaya, mangga, apel dsb.[1]
Jenis-jenisnya
[sunting | sunting sumber]Ada banyak jenis musang. Beberapa contoh di antaranya:
- Musang air (Cynogale bennettii), di Semenanjung Thai-Malaya, Sumatra, dan Kalimantan
- Musang akar (Arctogalidia trivirgata) Sumatera, Kalimantan dan Jawa
- Musang galing (Paguma larvata) Nias, Sumatera, Kalimantan, vietnam, Thailand
- Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) Vietnam, Thailand, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali , NTB dan NTT
- Musang rase (Viverricula malaccensis sin. Viverricula indica), di Sumatera, Jawa dan Bali
- Musang tenggalung (Viverra tangalunga), di Semenanjung Malaya dan Kalimantan
- Binturung (Arctictis binturong) Thailand, Vietnam, Sumatera, Kalimantan dan Jawa
- Musang Bintik (Prionodon linsang) Sumatera, Kalimantan, Jawa
- Musang Zebra (Hemigalus Derbyanus) di Sumatra, kalimantan, jawa
- Musang Lompo (Macrogalidia Musschenbroekii) di pulau Sulawesi.
Perilaku
[sunting | sunting sumber]Pada umumnya, musang melindungi diri dengan menggigit, mencakar, bersembunyi, naik ke pohon atau lubang tanah Jika musuhnya sudah pergi, musang akan pergi ke tempat lain.[2]
Ada 6[3] hal yang harus diperhatikan bila berkeinginan memelihara Musang antara lain;
- Musang memerlukan banyak latihan interaksi
- Musang butuh teman
- Musang ilegal di beberapa tempat
- Musang adalah hewan Karnivora
- Musang harus divaksin rabies
- Musang penyakitnya seperti pada kucing dan anjing
Musang lebih umum dijumpai di wilayah beriklim tropis dengan tingkat kelembapan tinggi, karena kondisi tersebut mendukung keberlangsungan hidup mereka. Musang juga mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan, mulai dari hutan alami hingga lahan pertanian yang lebih terbuka, juga dikota yang masih terdapat vegetasi pohon besar[4]
Pada bulan November 2024, Dua anak musang berkaki hitam berhasil dilahirkan dari induk hasil cloning, proses tersebut berhasil dilakukan di Smithsonian National Zoo and Conservation Biology Institute (NZCBI) di Front Royal, Virginia[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ ray Animale
- ↑ "Banyak yang Tak Tahu, Ini 7 Hewan di Indonesia yang Suka Begadang". Liputan6. 23 November 2022. Diakses tanggal 4 April 2025.
- ↑ Harian Kompas, 9 Mei 2022, "Ingin Memelihara Musang? Ketahui dulu 7 hal ini" , Diakses 30 Agustus 2022
- ↑ "Musang Pandan: Ciri-ciri, Karakteristik dan Fakta Menariknya". Best Seller Gramedia. 2024-12-16. Diakses tanggal 2025-03-09.
- ↑ "Pertama Kali, Musang Hasil Kloning Lahirkan 2 Anak". kumparan. Diakses tanggal 2024-11-07.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
- Artikel dengan format mikro 'spesies'
- Semua regnum animalia
- Semua filum chordata
- Semua kelas mammalia
- Taxonbar pada halaman yang kemungkinan non-takson
- Taxonbar tanpa ID takson utama Wikidata
- Semua artikel rintisan
- Semua artikel rintisan selain dari biografi
- Rintisan bertopik mamalia
- Semua artikel rintisan November 2025
- Semua rintisan spesies
- Artikel spesies November 2025
