Neofobia adalah ketakutan terhadap hal-hal baru,[1] terutama bila bersifat menetap dan tidak wajar. Dalam bentuk yang lebih ringan, neofobia dapat muncul sebagai keengganan untuk mencoba hal-hal baru atau meninggalkan rutinitas.[2] Dalam konteks anak-anak, istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan kecenderungan menolak makanan yang belum dikenal atau belum pernah dicoba.[3] Fenomena ini dikenal sebagai neofobia makanan dan merupakan perhatian dalam studi psikologi pediatrik.[4][5] Dalam penelitian biomedis, neofobia sering dikaitkan dengan studi mengenai persepsi rasa.[6][7]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Kata neofobia berasal dari bahasa Yunani νέος (neos) yang berarti “baru” atau “muda”,[8] dan φόβος (phobos) yang berarti “takut”.[9] Istilah lain yang memiliki makna serupa meliputi kainofobia (dari καινός, kainos, berarti “baru” atau “segar”),[10][11] metatesiofobia, prosophobia, kainotofobia, dan kainolofobia.[12]
Contoh
[sunting | sunting sumber]Tikus got (Rattus norvegicus) dan mencit (Mus musculus) diyakini mengembangkan tingkat neofobia yang tinggi seiring dengan proses adaptasi hidup berdampingan dengan manusia. Hal ini diduga terjadi karena manusia terus-menerus menciptakan cara baru untuk membasmi mereka, seperti dengan menggunakan alat perangkap tikus.[13]
Neofobia juga umum ditemukan pada hewan yang menua, meskipun kondisi ini dapat pula disebabkan oleh sikap apatis atau menurunnya dorongan untuk mengeksplorasi lingkungan. Beberapa peneliti berpendapat bahwa berkurangnya dorongan eksplorasi tersebut terkait dengan disfungsi jalur saraf yang terhubung ke korteks prefrontal pada otak yang menua.[14]
Penulis Robert Anton Wilson dalam bukunya Prometheus Rising mengemukakan bahwa neofobia bersifat naluriah pada manusia setelah mulai memiliki anak. Ia menilai neofobia sebagai penghambat kemajuan budaya dan ide-ide manusia, karena menyebabkan masyarakat baru menerima gagasan ilmiah setelah generasi sebelumnya yang menolak gagasan tersebut digantikan oleh generasi baru yang menganggapnya wajar.[15]
Neofobia Makanan
[sunting | sunting sumber]Neofobia makanan adalah ketakutan untuk memakan makanan baru atau yang belum dikenal. Kondisi ini merupakan gejala umum pada gangguan makan Gangguan Penghindaran atau Pembatasan Asupan Makanan (ARFID), meskipun tidak termasuk gangguan tersendiri. Neofobia makanan umum terjadi pada balita dan anak-anak, serta berkaitan dengan tingkat sensation-seeking, yaitu sejauh mana seseorang bersedia mencoba hal baru dan mengambil risiko.[16]
Sebagian besar individu memiliki tingkat tertentu dari neofobia makanan. Untuk mengukur tingkat ini, digunakan Food Neophobia Scale (FNS), yaitu kuesioner 10 butir dengan skala Likert tujuh poin. Untuk anak-anak, tersedia Food Neophobia Scale for Children (FNSC), yang diisi oleh orang tua.[17][18]
Pada hewan, neofobia makanan bersifat jangka pendek dan berbeda dari konservatisme diet, yaitu penolakan jangka panjang untuk menambahkan makanan baru ke dalam diet. Konservatisme diet belum pernah terbukti terjadi pada manusia, tetapi perilaku memilih makan pada anak sering kali menyerupai perilaku tersebut pada hewan.[19][20]
Neofobia makanan berkaitan dengan dilema omnivor, yaitu fenomena di mana omnivor termasuk manusia, dihadapkan pada pilihan antara mencoba makanan baru yang berpotensi berbahaya atau menghindarinya dan kehilangan sumber makanan bergizi. Dalam konteks evolusi, tingkat tertentu dari neofobia makanan dianggap bermanfaat karena membantu manusia menghindari makanan beracun.[21]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Barrios, Gabriela M. (1992). New Perspectives in Psychology (dalam bahasa Inggris). Rex Bookstore, Inc. hlm.45. ISBN978-971-23-1027-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Cozolino, Louis (2013-01-07). The Social Neuroscience of Education: Optimizing Attachment and Learning in the Classroom (dalam bahasa Inggris). W. W. Norton & Company. hlm.168–169. ISBN978-0-393-70804-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Shim, Jae Eun; Kim, Juhee; Mathai, Rose Ann (2011-09-01). "Associations of Infant Feeding Practices and Picky Eating Behaviors of Preschool Children". Journal of the American Dietetic Association (dalam bahasa English). 111 (9): 1363–1368. doi:10.1016/j.jada.2011.06.410. ISSN0002-8223. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Dovey, Terence M.; Staples, Paul A.; Gibson, E. Leigh; Halford, Jason C. G. (2008-03-01). "Food neophobia and 'picky/fussy' eating in children: A review". Appetite. 50 (2): 181–193. doi:10.1016/j.appet.2007.09.009. ISSN0195-6663.
- ↑ Perry, Rebecca A.; Mallan, Kimberley M.; Koo, Jasly; Mauch, Chelsea E.; Daniels, Lynne A.; Magarey, Anthea M. (2015-02-13). "Food neophobia and its association with diet quality and weight in children aged 24 months: a cross sectional study". International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. 12 (1): 13. doi:10.1186/s12966-015-0184-6. ISSN1479-5868. PMC4335451. PMID25889280.Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ↑ D’Auria, Enza; Cattaneo, Camilla; Panelli, Simona; Pozzi, Carlotta; Acunzo, Miriam; Papaleo, Stella; Comandatore, Francesco; Mameli, Chiara; Bandi, Claudio (2023-04-28). "Alteration of taste perception, food neophobia and oral microbiota composition in children with food allergy". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 13 (1): 7010. doi:10.1038/s41598-023-34113-y. ISSN2045-2322.
- ↑ Lin, Jian-You; Amodeo, Leslie Renee; Arthurs, Joseph; Reilly, Steve (2012-06-25). "Taste neophobia and palatability: the pleasure of drinking". Physiology & Behavior. 106 (4): 515–519. doi:10.1016/j.physbeh.2012.03.029. ISSN1873-507X. PMC3348963. PMID22484563.
- ↑ "Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, νέος". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, φόβος". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, καινός". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "the definition of cainophobia". Dictionary.com. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ "The Phobia List". phobialist.com. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ Meddock, Terry D.; Osborn, Don R. (1968-05-01). "Neophobia in wild and laboratory mice". Psychonomic Science (dalam bahasa Inggris). 12 (5): 223–223. doi:10.3758/BF03331280. ISSN0033-3131.
- ↑ Lalonde, Robert; Badescu, Ruxandra (1995). "Exploratory Drive, Frontal Lobe Function and Adipsia in Aging". Gerontology (dalam bahasa Inggris). 41 (3): 134–144. doi:10.1159/000213674. ISSN0304-324X.
- ↑ "Prometheus Rising". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-10.
- ↑ Logue, Alexandra W. (2014-12-03). "The Psychology of Eating and Drinking". doi:10.4324/9780203387924.
- ↑ Pliner, Patricia; Hobden, Karen (1992-10-01). "Development of a scale to measure the trait of food neophobia in humans". Appetite. 19 (2): 105–120. doi:10.1016/0195-6663(92)90014-W. ISSN0195-6663.
- ↑ Alley, Thomas R.; Potter, Kathleen A. (2011). Food Neophobia and Sensation Seeking. New York, NY: Springer New York. hlm.707–724. ISBN978-0-387-92270-6.
- ↑ Marples, Nicola M.; Kelly, David J.; Thomas, Robert J. (2005-05). "PERSPECTIVE: THE EVOLUTION OF WARNING COLORATION IS NOT PARADOXICAL". Evolution (dalam bahasa Inggris). 59 (5): 933–940. doi:10.1111/j.0014-3820.2005.tb01032.x. ISSN0014-3820.
- ↑ Marples, N.M.; Kelly, D.J. (1999-11-01). "Neophobia and Dietary Conservatism:Two Distinct Processes?". Evolutionary Ecology (dalam bahasa Inggris). 13 (7): 641–653. doi:10.1023/A:1011077731153. ISSN1573-8477.
- ↑ Terry, Dovey (2010-06-01). Eating Behaviour (dalam bahasa Inggris). McGraw-Hill Education (UK). ISBN978-0-335-23583-4.
