VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Radius

โ‡ฑ Jari-jari - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Radius)
Radius, pada ilmu Anatomi, merujuk pada nama lain tulang pengumpil.
๐Ÿ‘ Image
Keliling lingkaran (๐Ÿ‘ {\displaystyle C}
), diameter (๐Ÿ‘ {\displaystyle d}
), jari-jari (๐Ÿ‘ {\displaystyle R}
), dan titik pusat (๐Ÿ‘ {\displaystyle O}
), masing-masing warna hitam, biru, merah, dan hijau.

Dalam geometri, jari-jari, jejari, atau radius (berasal dari bahasa Latin, yang artinya sinar[1]) sebuah lingkaran adalah garis yang menghubungkan titik pusat lingkaran dengan satu titik pada keliling lingkaran.[2] Dalam bangunan berdimensi-3, jari-jari menghubungkan titik pusat bola dengan satu titik pada permukaan bola.[2]

Radius sebuah lingkaran besarnya setengah diameter lingkaran tersebut, dan dirumuskan sebagai berikut:

๐Ÿ‘ {\displaystyle r={\frac {1}{2}}d}
,

di mana ๐Ÿ‘ {\displaystyle r}
dan ๐Ÿ‘ {\displaystyle d}
masing-masing melambangkan jari-jari atau radius dan diameter.

Jari-jari juga dapat dicari melalui rumus-rumus yang berkaitan dengannya. Sebagai contoh, keliling lingkaran sama dengan dua dikali jari-jari dan dikali dengan konstanta atau tetapan Archimedes.

๐Ÿ‘ {\displaystyle K=2\pi r}
.

Dari rumus tersebut, nilai jari-jari dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

๐Ÿ‘ {\displaystyle r={\frac {K}{2\pi }}}
.

Jari-jari dalam dimensi lain

[sunting | sunting sumber]

Dua dimensi

[sunting | sunting sumber]

Jari-jari dalam dua dimensi dapat ditelusuri melalui luas lingkaran, yang dirumuskan sebagai

๐Ÿ‘ {\displaystyle A=\pi r^{2}}
[3]

di mana ๐Ÿ‘ {\displaystyle A}
adalah luas lingkaran dan ๐Ÿ‘ {\displaystyle r}
adalah jari-jari lingkaran. Untuk mencari jari-jari, cukup membagi kedua ruas dengan ๐Ÿ‘ {\displaystyle \pi }
dan mengakarkuadratkan kedua ruas sehingga memperoleh:

๐Ÿ‘ {\displaystyle r={\sqrt {A \over \pi }}}
.

Tiga dimensi

[sunting | sunting sumber]

Pada kasus tiga dimensi, jari-jari suatu bola dapat dicari dengan menggunakan rumus volume bola.

๐Ÿ‘ {\displaystyle V={\frac {4}{3}}\pi r^{3}\iff r={\sqrt[{3}]{\frac {3V}{4\pi }}}}
.

Penggunaan jari-jari pada sistem koordinat

[sunting | sunting sumber]

Sistem koordinat polar

[sunting | sunting sumber]

Sistem koordinat polar adalah sistem koordinat dua dimensi, mirip dengan sistem koordinat Cartesius. Sistem koordinat polar menuliskan lokasi sebuah titik poin dengan jarak dan sudut terhadap suatu titik tetap. Titik tetap ini, dalam koordinat Cartesius biasanya ditulis sebagai titik 0 atau ๐Ÿ‘ {\displaystyle (0,0)}
. Jarak antara titik poin dengan titip tetap tersebut disebut sebagai jari-jari, sementara sudut terhadap arah tetap di titik tetap disebut sebagai sudut polar atau azimut.[4]

Sistem koordinat silinder

[sunting | sunting sumber]

Sistem koordinat silinder adalah sistem koordinat tiga dimensi yang merupakan perluasan dari sistem koordinat polar [5] dengan tambahan dimensi di arah ๐Ÿ‘ {\displaystyle z}
. Sama seperti sistem koordinat polar, jarak suatu poin dari titik tetap disebut sebagai jari-jari; sudut terhadap arah yang telah ditentukan disebut sebagai azimut; dan koordinat ๐Ÿ‘ {\displaystyle z}
disebut sebagai tinggi, posisi longitudinal,[6] atau posisi aksial.[7]

Sistem koordinat bola

[sunting | sunting sumber]

Sistem koordinat bola adalah sistem koordinat tiga dimensi, seperti sistem koordinat silinder. Jarak sebuah titik poin ke titik tetap disebut sebagai jari-jari. Sementara, dua koordinat lainnya adalah sudut azimut dan sudut kedua yang diukur dari bidang yang tegak lurus terhadap bidang pengukuran sudut azimut.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. โ†‘ "Glosbe, Kamus Latin - Indonesia, Radius".
  2. 1 2 "Apa itu radius. Radius". warfields.ru.
  3. โ†‘ Salamah, Umi (2015). Berlogika dengan Matematika untuk Kelas VIII SMP dan MTs. hlm.130. ISBN978-979-018-700-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. โ†‘ Brown, Richard G. (1997). Andrew M. Gleason (ed.). Advanced Mathematics: Precalculus with Discrete Mathematics and Data Analysis. Evanston, Illinois: McDougal Littell. ISBN0-395-77114-5.
  5. โ†‘ Strang, Gilbert; Herman, Edwin โ€œJedโ€ (2016-03-30). "Cylindrical and Spherical Coordinates" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-16. Diakses tanggal 2024-05-24.;
  6. โ†‘ Krafft, C.; Volokitin, A. S. (1 January 2002). "Resonant electron beam interaction with several lower hybrid waves". Physics of Plasmas. 9 (6): 2786โ€“2797. Bibcode:2002PhPl....9.2786K. doi:10.1063/1.1465420. ISSN1089-7674. Diarsipkan dari asli tanggal 14 April 2013. Diakses tanggal 2024-05-24. ...in cylindrical coordinates (r,ฮธ,z) ... and Z=vbzt is the longitudinal position...
  7. โ†‘ Groisman, Alexander; Steinberg, Victor (1997-02-24). "Solitary Vortex Pairs in Viscoelastic Couette Flow". Physical Review Letters. 78 (8). American Physical Society (APS): 1460โ€“1463. arXiv:patt-sol/9610008. Bibcode:1997PhRvL..78.1460G. doi:10.1103/physrevlett.78.1460. ISSN0031-9007. S2CID54814721.