VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Semarapura

⇱ Semarapura - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Kota Semarapura
ᬓᭀᬢᬲᭂᬫᬭᬧᬸᬭ
Lokasi Kota Semarapura di Provinsi Bali
Koordinat: 8°32′7″S 115°24′13″E / 8.53528°S 115.40361°E / -8.53528; 115.40361
Negara👁 Indonesia
Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenKlungkung
Luas
•Total5,48km2 (2,12sqmi)
Populasi
•Total26.269
•Kepadatan4.794/km2 (12,420/sqmi)
Zona waktuUTC+8 (WITA)

Kota Semarapura (bahasa Bali: ᬓᭀᬢᬲᭂᬫᬭᬧᬸᬭ) adalah ibu kota Kabupaten Klungkung, di Provinsi Bali, Indonesia yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Klungkung, Bali. Kota Semarapura merupakan pusat pemerintahan kabupaten yang juga dikenal sebagai daerah sumber seni dan budaya di Bali.

Secara historis, seni dan budaya Bali lahir dan berpusat di Kota Semarapura, baik seni tari, kerawitan, ukiran, patung, arsitektur, wayang dan tata upacara keagamaan. Kota ini terkenal dengan julukan sebagai Kota Serombotan, di mana Serombotan adalah salah satu panganan tradisional khas kota ini, atau gado-gado khas Klungkung.[2]

Wilayah administratif

[sunting | sunting sumber]

Wilayah administratif Kota Semarapura meliputi 6 kelurahan di Kecamatan Klungkung, yakni:

  1. Kelurahan Semarapura Kaja
  2. Kelurahan Semarapura Kangin
  3. Kelurahan Semarapura Kauh
  4. Kelurahan Semarapura Klod
  5. Kelurahan Semarapura Klod Kangin
  6. Kelurahan Semarapura Tengah

Daerah yang sekarang disebut Kota Semapura dulu adalah pusat Kerajaan Klungkung. Kota Semarapura didirikan oleh Raja Klungkung pertama yakni Ida Dewa Agung Jambe I seorang pangeran dari Kerajaan Gelgel yang runtuh akibat pemberontakan Perdana Mentri Raja sendiri

Setelah Ida Dewa Agung Jambe I berhasil merebut Gelgel pada tahun 1686 Masehi dari tangan pemberontak, beliau kemudian mendirikan Kota Semarapura daerah sebelah utara dari Gelgel dari tahun itulah Kota Semarapura dibangun. Versi lain menyebutkan bahwa Klungkung adalah basis pertahanan dari Ida Dewa Agung Jambe I saat perang melawan Gusti Agung Maruti, semenjak berdirinya Republik Indonesia, Kota Semarapura diganti namanya menjadi Kota Klungkung namun untuk memberikan penghormatan pada sejarah dan juga sebagai identitas diri maka Kota Klungkung pun diajukan untuk dirubah namanya kembali menjadi Kota Semarapura seperti yang sudah dibangun oleh Ida Dewa Agung Jambe I

Kota Klungkung pun diubah dan diresmikan namanya menjadi Kota Semarapura pada 28 April 1992 oleh Menteri Dalam Negeri, Rudini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.18 tahun 1992. Selanjutnya, setiap 28 April ditetapkan sebagai Hari Puputan Klungkung dan HUT Kota Semarapura. Hari jadi kota Semarapura bertepatan juga dengan peresmian Monumen Puputan Klungkung.

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2021, jumlah penduduk Semarapura sebanyak 26.269 jiwa. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, catatan sipil 2021 mencatat bahwa masyarakat Semarapura memiliki beragam agama yang dianut dengan mayoritas memeluk agama Hindu. Adapun persentasi penduduk Semarapura menurut agama yang dianut ialah agama Hindu sebanyak 75,58%, kemudian Islam 20,68%, Buddha 1,88%, kemudian Kristen 1,83%, di mana Protestan 1,34% dan Katolik 0,49%, dan selebihnya merupakan pemeluk agama Konghucu yakni 0,03%.[1]

Beberapa tempat wisata yang ada di kawasan ini antara lain:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 18 September 2021.
  2. "Serombotan, Lezatnya Gado-gado Versi Klungkung". ksmtour.com. Diakses tanggal 18 September 2021.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]