Lupakan tentang kesilapan SeLUT Klasik menulis pada tulang buku nama 'Sayap-Sayap Patah' pada sebuah 'Jiwa Berontak'. Kita tidak perlu memberontak sama macam Kahlil Gibran. Cuma perlu kata, "tugasan segampang ini dibuat sembrono". Lihat hasilnya kala ia disusun menegak pada rak dan dihimpit oleh Sayap-Sayap Patah? Seolah dua buku yang sama!
Jiwa Berontak dihantar pada kita dengan menetapkan hanya ada 3 bahagian jiwa besar sebagai intinya. Jiwa kecil yang lain cuma sisipan harmonis dan tidak meributkan nadanya.
Rosie Hanie - Bukan lah perempuan selingkuh pada seorang suami yang mampu memberikan segala apa kemahuannya selama dia belum sadar dari angan-angan cinderela remajanya. Dia adalah perempuan yang berani mengacungkan belati tajam pada leher suaminya dan meminta kebebasan untuk meraih cinta lebih utuh dalam jiwanya. Dari kemewahan yang sampaikan saku baju labuhnya tidak muat, dia memilih 'kemiskinan' sehingga baju labuhnya tidak mempunyai saku. Semuanya demi cinta dan betullah cinta kadang bikin orang gila dan orang yang melihatnya mengatakan gila. Dalam kegilaan dan cemuhan massa, Rosie Hanie memperlihatkan ketempangan massa tentang soal kebahagiaan. Dia tidak mau apa-apa selepas itu, cuma penilaian yang adil dari sebuah nama 'Perempuan Pelacur'.
Teriakan Kubur - Sutirman Eka Ardhana menulis dalam Gibran Dan Kisah Pilu Penegakan Hukum; 'Gibran memang luar biasa. Ia tak hanya sebatas berkisah, tak hanya menguraikan cerita demi cerita, tetapi juga mengungkapkan realita, membentangkan protes dan kritik, serta memberikan kita sebuah perenungan yang teramat dalam.'
- Ada 3 kisah pilu tentang hukuman sewenangnya yang dijatuhkan ke atas 3 pesalah yang belum tentu salah, seorang pemuda yang didakwa pembunuh, seorang perempuan yang dilabel penzina oleh suaminya dan seorang lelaki tua yang dihadapkan ke persidangan sebagai pencuri di biara. Sang raja tanpa banyak bicara terus menjatuhkan hukuman mandatori tanpa mendengar pembelaan dari ketiga-tiga pesalah. Padahal, melihat dari hukuman pada ketiga pesalah itu sebenarnya lebih besar dari kesalahan yang tidak pasti sebagai satu kesalahan. Di dalamnya kita akan mengetahui kebenarannya.
Taufan - Tentang seorang lelaki bernama Yusuf El-Fakhri yang memilih hidup keterasingan dari masyarakat dan berdiam di sebuah gua. Katanya pada Gibran; "Saudaraku, aku tak mencari kesepian untuk tujuan keagamaan, tapi untuk mengelak manusia, undang-undang, pelajaran, tradisi, ide dan laungan manusia." Taufan adalah sebagai satu alasan untuk Gibran mendekati El-Fakhri dan mendapatkan jawapan dari persoalan-persoalan yang berlegar di fikirannya sekian lama. El-Fakhri bagaikan lelaki misterius. Selanjutnya, ketahuilah tentangnya melalui apa yang dijawab oleh El-Fakhri.
Karya Kahlil Gibran belum dapat mengecewakan aku lagi. Sangat padat dan tidak heran kalau Gibran menjadi idol pada sebilangan penulis/filsafat di Indonesia sekaligus mempengaruhi kebangkitan reformis.