| 👁 Image | |
| 👁 Image Bus sedang Joglosemar dengan karoseri Jetbus2+ MD produksi Adi Putro | |
| Didirikan | 1994(1994) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Kabupaten 7, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Indonesia |
| Wilayahlayanan | |
| Jenis layanan |
|
| Ruangtunggu | Ruang tunggu eksekutif tersedia di kantor pusat Joglosemar, dan kantor perwakilan Joglosemar di setiap rute |
| Garasi |
|
| Jenisbahanbakar | Diesel |
| Operator |
|
| Pimpinan |
|
| Situsweb | aotransportbus.com |
PT Alfaomega Sehati Mitra (berbisnis dengan nama AO Group) adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai entitas transportasi yang komprehensif, AO Group mengelola berbagai lini bisnis yang mencakup bus pariwisata, bus carteran, bus permukiman di wilayah Jabodetabek, layanan kurir, hingga bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP). Perusahaan otobus ini membagi layanannya ke dalam beberapa jenama spesifik, yaitu AO Transport untuk segmen pariwisata dan carteran, AO Shuttle untuk layanan permukiman Jabodetabek, AO Parcel untuk bidang logistik, serta Joglosemar untuk rute antar-jemput antarprovinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Didirikan pada tahun 1994, perusahaan otobus ini merupakan salah satu perintis bus pariwisata dengan pelayanan premium di Yogyakarta, mengukuhkan posisinya sebagai simbol profesionalisme transportasi darat Indonesia sejak dekade 1990-an. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Gedung Grha AO, Trihanggo, Gamping, Sleman, sedangkan kantor pusat Joglosemar terletak di Jalan Magelang, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Awal pendirian
[sunting | sunting sumber]Onny Febriananto, seorang lulusan Sarjana Ekonomi, meniti karier mapan sebagai karyawan bank BUMN. Pada masa itu, profesi perbankan dianggap sebagai puncak stabilitas finansial yang setara dengan status pegawai negeri sipil istimewa, tetapi Febriananto merasa jiwanya tidak lagi selaras dengan rutinitas dunia perbankan. Meskipun ia lahir dari keluarga yang memiliki akar kuat dalam industri transportasi—orang tuanya merupakan bagian dari keluarga besar Digdosudarmo yang mendirikan PT Baker, PO tertua di Yogyakarta—Febriananto tidak serta merta terjun ke bisnis keluarga tersebut. Ia sempat mencoba mengikuti arus jalur karier formal sebelum akhirnya menyadari bahwa passion dan aspirasi hidupnya lebih terpanggil untuk membangun sesuatu yang mandiri dan kreatif di bidang transportasi darat.[1][2]
Keputusan besar diambil pada tahun 1993 ketika Febriananto merintis usaha otobus dari titik nol. Berbeda dengan trah keluarganya yang mengelola bus reguler di PT Baker, ia memilih fokus pada ceruk pasar bus pariwisata yang pada saat itu masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan standar pelayanan yang lebih profesional. Tantangan finansial menjadi rintangan utama, mengingat modal yang terkumpul dari sisa gaji bank dan hasil sampingannya sebagai musisi di berbagai hotel serta pub belum mencukupi untuk membeli armada baru. Dengan dukungan penuh dari istrinya, Adelyna Meliala, mereka mengambil risiko besar dengan menjual mobil pribadi untuk membeli satu unit bus bekas sebagai modal awal operasional perusahaan pada tahun 1994.[3]
Didirikan dengan nama AO Transport, unit bus pertama yang dimiliki merupakan Mercedes-Benz OH 1113 bekas yang dioperasikan dari kawasan Jalan Nagan Lor, Kraton, Yogyakarta. Dalam masa awal ini, Febriananto tidak hanya bertindak sebagai pemilik, tetapi juga terlibat langsung dalam aspek teknis seperti pengecekan mesin hingga modifikasi bodi bus. Berkat bantuan teknis dari tokoh transportasi kawakan, Santoso Darmojuwono dari Safari Dharma Raya, Febriananto mulai mengasah kemampuannya dalam manajemen armada. Unsur artistik sebagai seorang pemusik turut ia tuangkan dalam desain visual bodi busnya, menciptakan tampilan yang unik dan berbeda dari bus-bus lain pada masanya, yang kemudian menjadi ciri khas kuat AO Transport di mata pelanggan.[3][4]
Nama "AO" sendiri memiliki transformasi makna yang mendalam seiring pertumbuhan perusahaan. Pada awalnya, AO merupakan singkatan dari nama pasangan pendiri, yakni Adelyna Meliala dan Onny Febriananto, yang mencerminkan kolaborasi suami-istri dalam membangun bisnis dari bawah. Namun, setelah perusahaan berkembang dan berbadan hukum menjadi PT Alfaomega Sehati Mitra, nama tersebut dimaknai secara spiritual sebagai "Alfa dan Omega". Simbolisme ini merujuk pada keyakinan bahwa Tuhan adalah awal dan akhir dari segala usaha yang mereka jalani, sekaligus menjadi pengingat bagi manajemen untuk memberikan pelayanan yang tuntas dan berintegritas dari awal hingga akhir perjalanan penumpang.[3][4]
Pada tahun 1996, Febriananto membeli dua unit bus, dan ia pun keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan bank setahun setelahnya.[3] Berdasarkan catatan sejarah resmi, memasuki akhir tahun 1990-an, AO Transport melakukan manuver pemasaran yang inovatif dengan merambah dunia hiburan sebagai mitra transportasi resmi bagi para musisi papan atas Indonesia. Strategi ini dimulai ketika mereka mendukung promosi album Kisah Klasik untuk Masa Depan karya grup musik asal Yogyakarta, Sheila on 7. Kerja sama ini tidak sekadar menyediakan angkutan, melainkan juga melakukan kustomisasi armada menjadi "rumah berjalan" atau motorhome pertama untuk musisi, yang dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, dapur mini, dan ruang santai.[5] Keberhasilan kolaborasi ini membawa AO Transport dipercaya oleh pemusik populer lainnya seperti Chrisye, Dewa 19, hingga Erwin Gutawa, yang semakin memperkuat citra perusahaan sebagai penyedia bus premium.
Ekspansi bisnis terus berlanjut hingga ke wilayah ibu kota pada tahun 2003, menandai transformasi AO Transport dari sekadar operator bus pariwisata menjadi penyedia layanan bus permukiman. AO Transport meluncurkan layanan bus permukiman Jabodetabek dengan rute perdana Lippo Mall Cikarang menuju Blok M.[6] Langkah ini diambil setelah perpindahan operasional ke kantor pusat dan garasi utama baru di Jalan Kabupaten 7, Trihanggo, Gamping, Sleman. Gedung yang diberi nama Grha AO ini tidak hanya berfungsi sebagai kantor administratif, tetapi juga menjadi pusat perawatan armada yang lebih modern guna mendukung mobilitas kendaraan yang semakin tinggi, baik untuk layanan pariwisata di Jawa–Bali maupun layanan komuter di Jakarta.
Tragedi Paiton
[sunting | sunting sumber]Namun, sejarah perusahaan sempat diuji oleh tragedi kelam yang terjadi pada malam 8 Oktober 2003 di Paiton, Probolinggo. Salah satu unit bus pariwisata AO Transport yang membawa rombongan siswa SMK Yapemda 1 Sleman mengalami kecelakaan maut setelah terjepit di antara dua truk dan terbakar hebat. Insiden tragis ini mengakibatkan puluhan korban jiwa karena penumpang terjebak di dalam kabin yang belum dilengkapi pintu darurat yang memadai serta minimnya alat pemecah kaca. Peristiwa ini mengguncang publik nasional dan internasional, menjadikannya salah satu kecelakaan terburuk dalam sejarah transportasi bus Indonesia yang membawa duka mendalam bagi masyarakat Yogyakarta.[7][8][9]
Tragedi Paiton tersebut menjadi titik balik yang signifikan bagi industri transportasi bus di Indonesia secara keseluruhan. Menanggapi temuan investigasi kecelakaan tersebut, Kementerian Perhubungan dan KNKT mengeluarkan regulasi ketat yang mewajibkan setiap bus memiliki pintu darurat di sisi kanan belakang serta palu pemecah kaca di setiap sudut jendela. Seluruh perusahaan otobus yang beroperasi di Indonesia diwajibkan melakukan pembenahan manajemen keselamatan secara total, melengkapi armada dengan sistem keselamatan yang memadai, serta melakukan peremajaan armada secara rutin untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Aspek keamanan diperketat, dan standar keselamatan tersebut diintegrasikan ke dalam seluruh prosedur operasional standar (SOP) sejak saat itu.[10]
Ekspansi bisnis
[sunting | sunting sumber]Pada 10 Januari 2005,[11] AO Transport memperluas jangkauannya ke bisnis bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP) melalui kolaborasi strategis dengan Tri Agung Pramono Adhi, seorang mantan personel TNI-AU yang memimpin White Horse Group cabang Yogyakarta. Melalui kerja sama patungan antara PT Alfaomega Sehati Mitra dan PT Kencana Transport (operator White Horse di Yogyakarta), lahirlah jenama Joglosemar, dan dioperasikan oleh PT Sejahtera AO Kencana Sakti.[12] Nama Joglosemar merupakan akronim dari rute segitiga emas yang dilayani, yakni Yogyakarta (Jogja), Solo, dan Semarang. Kehadiran Joglosemar memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan perjalanan antarkota yang lebih privat, nyaman, dan tepat waktu dibandingkan bus reguler konvensional, yang kemudian menjadi standar baru dalam layanan shuttle di Jawa Tengah.[13]
Setelah berhasil melewati masa sulit pasca-tragedi Paiton, AO Transport kembali dipercaya dalam berbagai proyek besar di industri kreatif. Per catatan resmi, pada tahun 2008, perusahaan otobus ini terlibat dalam penyediaan bus khusus untuk audisi Indonesian Idol musim 5, yang tercatat sebagai penggunaan bus kustomisasi audisi pertama di Indonesia. Selain itu, mereka tetap menjaga hubungan baik dengan komunitas seni, termasuk menjadi mitra transportasi untuk proyek album Sa'unine dari Oni N' Friends. Kepercayaan dari industri hiburan ini membuktikan bahwa standar pelayanan dan estetika armada AO Transport tetap menjadi yang terdepan di kelasnya.
Onny Febriananto tidak hanya berbisnis transportasi. Ia dikenal aktif sebagai pembuat kebijakan publik di bidang transportasi umum serta aktif mengelola organisasi transportasi, termasuk pernah duduk sebagai Ketua I DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda). Bahkan, pada 8 April 2015, Wali Kota Yogyakarta periode 2011–2022 Haryadi Suyuti pernah mengangkatnya sebagai Staf Ahli bidang Transportasi di jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Ketika menanggapi kemacetan yang semakin merajalela di Yogyakarta, ia sendiri menyatakan bahwa masyarakat dan wisatawan di Kota Yogyakarta sudah saatnya untuk beralih ke moda transportasi umum perkotaan. Baginya, populasi kendaraan sangat memengaruhi tingkat keselamatan di jalan raya.[14]
Memasuki periode 2016–2017, perusahaan otobus ini melakukan restrukturisasi jenama untuk menyelaraskan berbagai lini bisnis yang semakin beragam di bawah satu payung identitas baru, yaitu AO Group. Perubahan ini diikuti dengan penggantian logo dan pola pengecatan (livery) bus yang lebih modern dan minimalis untuk memberikan kesan segar di jalan raya, serta diperkenalkannya jenama baru yaitu AO Shuttle. Pasca-restrukturisasi, layanan bus di Jakarta diintegrasikan ke dalam sistem JR Connexion di bawah koordinasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan kepastian layanan bagi kaum komuter di wilayah Jabodetabek yang menggunakan jasa AO Group.[15]
Inovasi AO Group tidak berhenti pada pengangkutan orang saja, melainkan merambah ke sektor logistik sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan pasar. Per catatan resmi pada tahun 2020, di tengah dinamika kebutuhan pengiriman barang yang meningkat pesat dan lesunya bisnis pariwisata pada masa pandemi Covid-19, perusahaan meluncurkan AO Parcel. Layanan kurir ini memanfaatkan jaringan rute yang sudah ada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya untuk menawarkan jasa pengiriman yang cepat dan andal. Hingga saat ini, AO Group terus bertahan sebagai salah satu pemain utama transportasi di Indonesia, yang berhasil mentransformasi pengalaman pahit masa lalu menjadi kekuatan untuk memberikan standar keselamatan dan pelayanan profesional bagi seluruh pelanggannya. Saat ini, kepemimpinan AO Group ada di tangan anak perempuan Febriananto, Ketzia Laurentyna Sinuraya.[15]
Armada
[sunting | sunting sumber]Di awal debutnya sebagai bus pariwisata, PO AO Transport menggunakan unit bersasis Mercedes-Benz OH 1113 yang banyak dilakukan perbaikan, modifikasi bodi, hingga peningkatan fasilitas dan pengecatan bus.[3][4] Dalam perkembangannya PO ini mengadopsi karoseri lawas seperti Laksana Panorama, Restu Ibu Pusaka, dan Adi Putro Royal Coach Old Setra.[butuh rujukan] Namun, dalam galeri bus pariwisata yang dipublikasikan secara resmi oleh AO Group, PO ini sekarang lebih mengandalkan sasis mesin depan untuk bus sedang atau mesin belakang untuk bus besar. Untuk bus sedangnya sendiri menggunakan Jetbus2+ MD, sedangkan bus besarnya menggunakan Jetbus3+ HDD.
Pada tahun 2024, AO Group merilis bus mikro dengan karoseri Neo Grantour produksi Trijaya Union. Serah terima unit bus tersebut dilakukan pada acara resmi pada 7 Desember 2024 sebagai persiapan menghadapi masa angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Unit awal dari Neo Grantour ini diserahkan secara simbolis sebanyak 10 unit. Bus yang dirancang sebagai bus antar-jemput Joglosemar dan bus permukiman AO Shuttle tersebut dijalankan di rute AO Shuttle Jabodetabek dan Joglosemar Jateng–DIY. Adapun sasis yang digunakan untuk bus ini adalah Mitsubishi Fuso FE 71.[16][17] AO Transport dikenal menjadi salah satu dari sedikit perusahaan otobus yang mengadopsi teknologi TransTRACK.[18]
Bisnis nontrayek
[sunting | sunting sumber]Bus pariwisata dan carteran
[sunting | sunting sumber]Sejak pertama kali dirintis, AO Group menjadikan bisnis nontrayek (bus pariwisata dan carteran) sebagai lini bisnis utamanya, menggunakan jenama AO Transport. AO Transport melayani rute wisata di Jawa dan Bali baik menggunakan bus sedang maupun bus besar. Selain memiliki bus pariwisata reguler, AO Transport juga memiliki unit bus kustom yang cukup khas, mirip rumah berjalan. Bus tersebut diperlengkapi dengan pembuat kopi, tempat tidur, dan meja makan serta tempat bermain. Febriananto menyebut bahwa ia terinspirasi dari pengalaman saat mengajak kakeknya Digdosudarmo untuk jalan-jalan, sementara cucu-cucunya hanya terus duduk dalam perjalanan.[5]
Bus permukiman Jabodetabek
[sunting | sunting sumber]Bus permukiman Jabodetabek yang dioperasikan oleh AO Group menggunakan jenama AO Shuttle. Sejak 2017, seluruh operator bus permukiman yang menghubungkan perumahan dan pusat bisnis di Jabodetabek menggunakan jenama JR Connexion, diresmikan oleh Menteri Perhubungan kala itu Budi Karya Sumadi dan Kepala BPTJ, Elly Adriani Sinaga.[15][19] Per 2025, tercatat 29 kawasan perumahan Jabodetabek telah terintegrasi dengan JR Connexion, yang dioperasikan oleh 8 operator bus ternama, yakni AO Group, DAMRI, Higer, Lorena, Royal Wisata Nusantara, Sinar Jaya, Transjakarta, dan Wifend Darma Persada. JR Connexion hadir untuk memperkuat konektivitas kawasan permukiman di Jabodetabek dengan pusat bisnis serta moda transportasi massal di Jakarta, sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.[20]
Pada 2023–2024, AO Shuttle melakukan ekspansi besar-besaran. Untuk mendukung transportasi umum di kawasan Jababeka, AO Group dipercaya untuk mengoperasikan AO Shuttle dengan rute Hollywood Junction Jababeka ke Kawasan Industri dan stasiun-stasiun LRT Jabodebek di kawasan Bekasi untuk memudahkan mobilitas warga dan pekerja serta menghubungkan pemukiman dengan moda transportasi LRT sebagai bagian dari konsep pembangunan berorientasi transit.[21] Selain itu, AO Shuttle bekerja sama dengan Kota Deltamas (dikembangkan oleh Sinar Mas Land) menghadirkan AO Shuttle dengan rute Kota Deltamas–Blok M pergi-pulang yang berangkat pagi dan sore dengan beberapa jadwal dan berhenti di puluhan halte di kawasan Deltamas untuk memfasilitasi penghuni dan masyarakat yang hendak menuju pusat kota Jakarta maupun kembali, dengan tiket tersedia melalui aplikasi atau langsung di halte.[22] Lebih jauh lagi, AO Shuttle juga menggandeng Meikarta untuk menghadirkan layanan AO Shuttle yang menghubungkan City Walk Lippo Cikarang, Stasiun LRT Jati Mulya, Blok M, Grand Outlet Karawang hingga Monas dengan tarif tiket terjangkau dan beberapa unit armada yang melayani perjalanan dari pagi hingga sore untuk membantu aktivitas harian penghuni apartemen dan masyarakat luas.[23]
Joglosemar Executive Shuttle Bus
[sunting | sunting sumber]Joglosemar Executive Shuttle Bus adalah operator bus antar-jemput (shuttle) dari AO Group yang melayani rute sekitar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Joglosemar memiliki rute perjalanan yang cukup populer di Jawa Tengah dan DIY, di antaranya Banjarnegara, Boyolali, Klaten, Magelang, Pekalongan, Pemalang, Purwokerto, Purbalingga, Salatiga, Semarang, Surakarta, Tegal, Temanggung, Wonosobo, dan Yogyakarta, dengan jadwal keberangkatan yang sangat fleksibel dan harga tiket yang terjangkau dan cukup bersaing.[24][25] Tambahannya lagi, Joglosemar juga mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan melayani rute ke objek wisata unggulan termasuk Borobudur.[26][27]
Joglosemar telah mengintegrasikan sistem GPS pada armadanya untuk pemantauan real-time, termasuk pemantauan kelajuan pengemudi bus dan peningkatan keamanan selama perjalanan.[12] Terdapat tiga kelas perjalanan yang dilayani Joglosemar, yakni Premier Economy, Emerald Reguler, dan Sapphire Premium. Fasilitas yang tersedia di unit bus Joglosemar secara umum meliputi penyejuk udara, kursi yang bisa direbahkan, snack, USB, hingga GPS tracker. Dua kelas di atasnya dapat memiliki pelayanan yang lebih, misalnya rute langsung, premium lounge, captain seat serta fasilitas eksklusif lainnya.[25]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Darmoatmodjo, S. (1972). "Bapak Digdosudarmo". Djaja Baja. 7 (XXVII): 16–17.
- ↑ Ramadan, M.F. (30 Januari 2023). "2 Pemilik PO Bus Ini Pilih Keluar dari PNS, Kini Ada yang Punya Ratusan Bus Beromzet Miliaran Rupiah". iNews. Diakses tanggal 11 Januari 2026.
- 1 2 3 4 5 Ramadan, M.F. (30 Januari 2023). "Kisah Bos PO AO Transport, Pilih Keluar dari PNS Bank BUMN Beli Bus Bekas Memulai Bisnis". iNews. Diakses tanggal 11 Januari 2025.
- 1 2 3 Ramadan, M.F. (20 Maret 2023). "Deretan PO Bus asal Yogyakarta, Ada yang Bertahan Lebih 30 Tahun Lawan Bus Mewah Baru". iNews. Diakses tanggal 12 Januari 2025.
- 1 2 Jati, Paulus Yesaya (12 Desember 2016). "Inspirasi Bisnis Muncul Bila Kita Care Terhadap Lingkungan". BERNAS.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "Ketzia Laurentyna: Keep Innovating for Customer Satisfaction" (PDF). Goodnews. 91: 10–11. 2019.
- ↑ AFP. "Indonesian crash claims over 50 lives". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ "54 Dead In Indonesia Bus Crash - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 9 Oktober 2003. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ "School-bus crash and fire kill 54 in remote East Java - Taipei Times". www.taipeitimes.com. 10 Oktober 2003. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ Budiarti, Irma. "20 Tahun Tragedi Kecelakaan Bus di Paiton yang Tewaskan 54 Penumpang". detikjatim. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ Fitriasari 2012, hlm.40.
- 1 2 phpmu.com. "Joglosemar Executive Shuttle Bus Kini Dilengkapi Sistem GPS" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "Kisah Pria Ini Putus Pendidikan di AAU, Kini Sukses Menjadi Bos Transportasi Terbesar di Yogyakarta". merdeka.com. 26 Mei 2024. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Terkini, Jogja; Politik; Peristiwa (8 Mei 2015). "Yogyakarta angkat praktisi transportasi jadi staf ahli". Antara News Yogyakarta. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- 1 2 3 BeritaSatu.com. "Lippo Cikarang Luncurkan JR Connexion". beritasatu.com. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ KrJogja, Juvintarto. "Armada Baru AO Group Siap Temani Libur Nataru - Krjogja". Armada Baru AO Group Siap Temani Libur Nataru - Krjogja. Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ Radityasani, M.F.; Maulana, A. (7 Desember 2024). "Awal Neo Grantour Trijaya Union Bikin Microbus yang Nyaman". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Supriadi, Cecep (13 Januari 2025). "Didukung Teknologi Canggih, AO Group Luncurkan 10 Armada Baru". Marketing.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 12 Januari 2026.
- ↑ BeritaSatu.com. "Menhub Resmikan Layanan JR Connexion". beritasatu.com. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Media, Konstruksi (21 April 2025). "Puluhan Perumahan di Bodetabek Sudah Dilintasi TransJabodetabek, Ini Daftarnya". KONSTRUKSIMEDIA.COM (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 11 Oktober 2025.
- ↑ Mediatama, Grahanusa (14 Desember 2023). "Jababeka (KIJA) Fokus Bangun Kota Mandiri Berkonsep TOD Melalui Trans-Jababeka". kontan.co.id. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Alexander, H.B. (27 Desember 2023). "Kini, Tersedia "Shuttle Bus" dari Blok M ke Kota Deltamas PP". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Salma, Ayu. "Meikarta Gandeng Ao Transport Hadirkan Bus Layanan Shuttle Untuk Bantu Masyarakat Beraktivitas - Bekasi Kinian". Meikarta Gandeng Ao Transport Hadirkan Bus Layanan Shuttle Untuk Bantu Masyarakat Beraktivitas - Bekasi Kinian. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ Abdurohman, Imanudin. "Harga Tiket Travel Jogja Semarang Lebaran 2025". tirto.id. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- 1 2 Prasetya, A.W. (1 November 2026). "Yogyakarta ke Tegal Kini Makin Mudah, Bisa Naik Bus yang Nyaman". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "3 Transportasi ke Candi Borobudur dari Jakarta serta Rute Perjalanannya". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
- ↑ "AO Group Luncurkan 7 Unit Minibus Neo Grantour untuk Joglosemar dan AO Transport - TransGo News". TransGo News. 18 Desember 2024. Diakses tanggal 13 Januari 2026.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Fitriasari, M. (2012). Penentuan Jadual Perawatan Mesin Dan Pengadaan Suku Cadang Yang Optimal (Study Kasus PT. Sejahtera "AO" Kencana Sakti) (S1 thesis). Universitas Islam Indonesia.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs web resmi
- (Indonesia) Tentang AO Group - Catatan sejarah resmi PO AO Transport
- (Indonesia) Katalog dan galeri bus AO Transport
- (Indonesia) Situs web resmi Joglosemar Executive Shuttle Bus
