| π Image | |
| Penanda | |
|---|---|
Model 3D (JSmol) |
|
| ChEBI | |
| ChemSpider | |
| Nomor EC | |
| Referensi Gmelin | 13627 |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| BaS | |
| Massa molar | 169,39gΒ·molβ1 |
| Penampilan | Padatan putih |
| Densitas | 4,25 g/cm3 [1] |
| Titik lebur | 2.235Β°C (4.055Β°F; 2.508K)[2] |
| Titik didih | Terdekomposisi |
| 2,88 g/100 mL (0 Β°C) 7,68 g/100 mL (20 Β°C) 60,3 g/100 mL (100 Β°C) (bereaksi) | |
| Kelarutan | Tak larut dalam alkohol |
| Indeks bias (nD) | 2,155 |
| Struktur | |
| Halit (kubik), cF8 | |
| Fmm, No. 225 | |
| Oktahedral (Ba2+); oktahedral (S2β) | |
| Bahaya | |
| Piktogram GHS | π GHS07: Tanda Seru π GHS09: Bahaya Lingkungan |
| Keterangan bahaya GHS | {{{value}}} |
| H315, H319, H335, H400 | |
| P261, P264, P271, P273, P280, P302+P352, P304+P340, P305+P351+P338, P312, P321, P332+P313, P337+P313, P362, P391, P403+P233, P405, P501 | |
| Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC): | |
LD50 (dosis median) |
226 mg/kg manusia |
| Senyawa terkait | |
Anion lain |
Barium oksida Barium selenida Barium telurida Barium polonida |
Kation lainnya |
Berilium sulfida Magnesium sulfida Kalsium sulfida Stronsium sulfida Radium sulfida |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25Β°C [77Β°F], 100kPa). | |
| π check Yverifikasi(apa iniπ check Yπ Image N?) | |
| Referensi | |
Barium sulfida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia BaS. BaS adalah senyawa barium yang diproduksi dalam skala terbesar.[3] Senyawa ini merupakan prekursor penting untuk senyawa barium lainnya, termasuk barium karbonat dan pigmen litopon, ZnS/BaSO4.[4] Seperti kalkogenida lain dari logam alkali tanah, BaS merupakan pemancar gelombang pendek untuk layar elektronik.[5] Senyawa ini tidak memiliki warna, meskipun seperti kebanyakan sulfida lainnya, umumnya diperoleh dalam bentuk tak murni yang memiliki warna.
Penemuan
[sunting | sunting sumber]BaS dibuat oleh alkimiawan Italia Vincenzo Cascariolo (juga dikenal sebagai Vincentius atau Vincentinus Casciarolus atau Casciorolus, 1571β1624) melalui reduksi termokimia BaSO4 (tersedia sebagai mineral barit).[6] Saat ini, senyawa ini diproduksi melalui versi perbaikan dari proses Cascariolo menggunakan kokas sebagai pengganti tepung dan arang. Konversi semacam ini disebut reaksi karbotermik:
- BaSO4 + 2C β BaS + 2CO2
dan juga:
- BaSO4 + 4C β BaS + 4CO
Metode dasarnya masih digunakan hingga saat ini. Senyawa ini larut dalam air. Larutan berair ini, ketika direaksikan dengan natrium karbonat atau karbon dioksida, akan menghasilkan padatan barium karbonat berwarna putih, bahan sumber untuk banyak senyawa barium komersial.[7]
Menurut Harvey (1957),[8] pada tahun 1603, Vincenzo Cascariolo menggunakan barit, yang ditemukan di kaki Gunung Paterno dekat Bologna, dalam salah satu usahanya yang gagal menghasilkan emas. Setelah menggiling dan memanaskan mineral tersebut dengan arang dalam kondisi reduksi, dia memperoleh suatu material luminesen persisten yang kemudian dikenal sebagai Lapis Boloniensis, atau batu Bologna.[9][10] Fosforesensi material yang diperoleh Casciarolo menjadikannya sebuah keingintahuan.[11][12][13]
Pembuatan
[sunting | sunting sumber]Prosedur modern menggunakan barium karbonat:[14]
- BaCO3 + H2S β BaS + H2O + CO2
BaS mengkristal dengan struktur NaCl, yang memiliki pusat Ba2+ dan S2β oktahedral.
Titik lebur barium sulfida yang teramati sangat sensitif terhadap pengotor.[2]
Keamanan
[sunting | sunting sumber]BaS cukup beracun, begitu pula dengan senyawa sulfida terkait, seperti CaS, yang akan menghasilkan hidrogen sulfida beracun saat berkontak dengan air. Barium sendiri juga beracun.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- β Lide, David R., ed. (2006). CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 87). Boca Raton, Florida: CRC Press. ISBN0-8493-0487-3.
- 1 2 Stinn, C., Nose, K., Okabe, T. et al. Metall and Materi Trans B (2017) 48: 2922. https://doi.org/10.1007/s11663-017-1107-5 Diarsipkan 1 Januari 2024 di Wayback Machine.
- β Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN0-7506-3365-4 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- β Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. ISBN0-12-352651-5.
- β Vij, D. R.; Singh, N. (1992). Optical and electrical properties of II-VI wide gap semiconducting barium sulfide. Conf. Phys. Technol. Semicond. Devices Integr. Circuits, 1992. Proceedings of SPIE. Vol.1523. hlm.608β612. Bibcode:1992SPIE.1523..608V. doi:10.1117/12.634082.
- β F. Licetus, Litheosphorus, sive de lapide Bononiensi lucem in se conceptam ab ambiente claro mox in tenebris mire conservante, Utini, ex typ. N. Schiratti, 1640. Lihat http://www.chem.leeds.ac.uk/delights/texts/Demonstration_21.htm Diarsipkan 13 Agustus 2011 di Wayback Machine.
- β Kresse, Robert; Baudis, Ulrich; JΓ€ger, Paul; Riechers, H. Hermann; Wagner, Heinz; Winkler, Jochen; Wolf, Hans Uwe (2005), "Barium and Barium Compounds", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim: Wiley-VCH, doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2
- β Harvey E. Newton (1957). A History of Luminescence: From the Earliest Times until 1900. Memoirs of the American Physical Society, Philadelphia, J. H. FURST Company, Baltimore, Maryland (USA), Vol. 44, Bab 1, hlm. 11-43.
- β Smet, Philippe F.; Moreels, Iwan; Hens, Zeger; Poelman, Dirk (2010). "Luminescence in Sulfides: A Rich History and a Bright Future". Materials. 3 (4): 2834β2883. Bibcode:2010Mate....3.2834S. doi:10.3390/ma3042834. hdl:1854/LU-1243707. ISSN1996-1944. PMC5445864.
- β Hardev Singh Virk (2014). "History of Luminescence from Ancient to Modern Times". ResearchGate. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
- β "Lapis Boloniensis". www.zeno.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Oktober 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2025.
- β Lemery, Nicolas (1714). Traitβe universel des drogues simples.
- β Ozanam, Jacques; Montucla, Jean Etienne; Hutton, Charles (1814). Recreations in mathematics and natural philosophy .
- β P. Ehrlich (1963). "Alkaline Earth Metals". Dalam G. Brauer (ed.). Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Vol.2. NY, NY: Academic Press. hlm.937.
