| Kantong semar | |
|---|---|
| π Image | |
| Klasifikasi ilmiah π Sunting klasifikasi ini | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Nepenthaceae Dumort. |
| Genus: | Nepenthes L. |
Kantong semar adalah tumbuhan insektivora yang membentuk genus Nepenthes dan termasuk dalam famili monotipik Nepenthaceae.[1] Tanaman ini memiliki kantong berisi cairan yang dapat melarutkan zat-zat dari makhluk hidup kecil seperti serangga sebagai sumber nutrisi.[2] Kantong semar biasanya hidup di daerah rawa-rawa.[2] Di Kalimantan Barat, tumbuhan ini disebut dengan entuyut.[2] Tanaman ini terdiri dari 130 spesies tidak termasuk jenis hibrida alami maupun buatan. Genus ini merupakan tumbuhan karnivor di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan dan Sumatra.
Meskipun tidak dapat dikonsumsi langsung, kantong semar dapat digunakan sebagai wadah untuk membuat kue.[2] Salah satunya, kue kantung semar yang merupakan kudapan khas Kalimantan Barat.[2] Kue ini terbuat dari beras ketan, santan, gula, garam, dan kacang tunggak.[2] Sebelum dinikmati, kue kantung semar biasanya dikupas terlebih dahulu dan wadahnya tidak dimakan.[2]
Ciri fisik
[sunting | sunting sumber]Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15β20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.[3] Kantong ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak tersedia pada habitat tumbuh.[4]
Pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain, kantong atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria. Kantong bawah adalah kantong yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya, adapun kantong roset, memiliki bentuk yang sama seperti kantong bawah, tetapi kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, contoh spesies yang memiliki kantong jenis ini adalah N. ampullaria dan N. gracilis. Beberapa tanaman terkadang mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Sekitar 160 spesies of Nepenthes yang diakui secara resmi pada saat ini, merupakan peningkatan jumlah secara cepat, dengan beberapa spesies baru yang didefinisikan setiap tahun.[5]
Habitat
[sunting | sunting sumber]Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi. Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii yaitu di ketinggian 3,520m.[3][6]
Kebanyakan spesies tumbuh di tempat dengan kelembapan tinggi dan cahaya dengan tingkat menengah hingga tinggi. Beberapa spesies seperti N. ampullaria tumbuh di tempat yang teduh dengan tidak terlalu banyak cahaya, sedangkan N. mirabilis tumbuh ditempat yang terbuka dengan cahaya yang berlimpah. Tanah tempat tumbuh nepenthes biasanya miskin hara dan asam. Beberapa spesies tumbuh di tempat yang sangat beracun bagi tanaman lain seperti N. rajah yang tumbuh pada tanah dengan kandungan logam berat dan N. albomarginata yang tumbuh pada pantai berpasir di zona yang terkena siraman air laut, beberapa spesies tumbuh epifit seperti N. inermis yang tumbuh tanpa bersentuhan dengan tanah.[3]
Tanaman ini tumbuh di tanah marginal miskin unsur hara, terutama nitrogen (Seperti tanah gambut, kerangas, tanah kapur, rawa).[4]
Simbiosis dengan kelelawar
[sunting | sunting sumber]Kelelawar berbulu wol (genus Kerivoula) diketahui bersimbiosis dengan kantong semar. kelelawar tersebut tidur di dalamnya sambil melindungi diri dari serangga yang akan tergelincir jatuh ke dalam kantong semar. Selain itu, kotoran kelelawar juga bernutrisi bagi kantong semar.[7]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- β "Peneliti Temukan Tanaman Karnivora Asal Kalimantan yang Terancam Punah". Liputan6. 16 Desember 2022. Diakses tanggal 26 April 2025.
- 1 2 3 4 5 6 7 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi.
- 1 2 3 Barthlott, W., Porembski, S., Seine, R., and Theisen, I. 2007. The Curious World of Carnivorous Plants. Portland, Oregon: Timber Press.
- 1 2 Muhammad Mansur. Potensi Serapan CO2 Pada Beberapa Jenis Kantong Semar Dataran Rendah. Berita Biologi. Volume 16 No 1, April 2017
- β Clarke, C.M. & C.C. Lee 2004. Pitcher Plants of Sarawak. Natural History Publications (Borneo), Kota Kinabalu.
- β Jebb, M.; Cheek, M. (1997). "A skeletal revision of Nepenthes (Nepenthaceae)". Blumea. 42: 1β106.
- β Fuchs, Hannah (2013). Legowo, Vidi (ed.). "Simbiose Unik Kelelawar Borneo". DW.DE (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 September 2013.
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- Amagase, S., S. Nakayama & A. Tsugita 1969. Acid protease in Nepenthes. II. Study on the specificity of nepenthesin. The Journal of Biochemistry 66(4): 431β439.
- Athauda, S.B.P., K. Matsumoto, S. Rajapakshe, M. Kuribayashi, M. Kojima, N. Kubomura-Yoshida, A. Iwamatsu, C. Shibata, H. Inoue & K. Takahashi 2004. Enzymatic and structural characterization of nepenthesin, a unique member of a novel subfamily of aspartic proteinases.PDF(1.32MB) (manuscript BJ20031575) Biochemical Journal 381(1): 295β306. doi:10.1042/BJ20031575
- Bauer, U., Bohn, H.F. & Federle, W. 2008. Harmless nectar source or deadly trap: Nepenthes pitchers are activated by rain, condensation and nectar.PDF Proceedings of the Royal Society B 275(1632): 259-265.
- Beaver, R.A. 1979. Biological studies of the fauna of pitcher plants Nepenthes in west Malaysia. Annales de la SociΓ©tΓ© Entomologique de France 15: 3β17.
- Beaver, R.A. 1983. The communities living in Nepenthes pitcher plants: fauna and food webs. In: J.H. Frank & L.P. Lounibos (eds.) Phytotelmata: Plants as Hosts for Aquatic Insect Communities. Plexus Publishing, New Jersey. pp.129β159.
- Beaver, R.A. 1985. Geographical variation in food web structure in Nepenthes pitcher plants. Ecological Entomology 10: 241β248.
- Beekman, E.M. 2004. A Note on the Priority of Rumphius' Observation of Decapod Crustacea Living In Nepenthes. Crustaceana 77(8): 1019β1021. doi:10.1163/1568540042781748
- Bohn, H.F. & W. Federle 2004. Insect aquaplaning: Nepenthes pitcher plants capture prey with the peristome, a fully wettable water-lubricated anisotropic surface.PDF(547KB) Proceedings of the National Academy of Sciences 101(39): 14138β14143. doi:10.1073/pnas.0405885101
- (Prancis) Boulay, J. 1997. Les Nepenthes. DionΓ©e 38.
- Carlquist, S. 1981. Wood Anatomy of Nepenthaceae. Bulletin of the Torrey Botanical Club 108(3): 324β330. doi:10.2307/2484711
- Chia, T.F., H.H. Aung, A.N. Osipov, N.K. Goh & L.S. Chia 2004. Carnivorous pitcher plant uses free radicals in the digestion of prey. Redox Report 9(5): 255β261. doi:10.1179/135100004225006029
- Edwards, P. 2005. Growing Nepenthes β Part 1.PDF Victorian Carnivorous Plant Society Journal 75: 6β8.
- Edwards, P. 2005. Growing Nepenthes β Part 2.PDF Victorian Carnivorous Plant Society Journal 76: 6β9.
- Frazier, C.K. 2000. The Enduring Controversies Concerning the Process of Protein Digestion in Nepenthes. Carnivorous Plant Newsletter 29(2): 56β61.
- Jenkin, A. 2005. Nepenthes pollination.PDF Victorian Carnivorous Plant Society Journal 75: 12β13.
- Jennings, D.E. & JR. Rohr 2011. A review of the conservation threats to carnivorous plants. Biological Conservation, published online on April 3, 2011. doi:10.1016/j.biocon.2011.03.013
- Meimberg, H., A. Wistuba, P. Dittrich & G. Heubl 2001. Molecular Phylogeny of Nepenthaceae Based on Cladistic Analysis of Plastid trnK Intron Sequence Data. Plant Biology (Stuttgart, Germany) 3: 164β175. doi:10.1055/s-2001-12897
- MithΓΆfer, A. 2010. Carnivorous pitcher plants: insights in an old topic. Phytochemistry, published online on December 22, 2010. doi:10.1016/j.phytochem.2010.11.024
- Mokkamul, P., A. Chaveerach, R. Sudmoon & T. Tanee 2007. Species Identification and Sex Determination of the Genus Nepenthes (Nepenthaceae).PDF(702KB) Pakistan Journal of Biological Sciences 10(4): 561β567. doi:10.3923/pjbs.2007.561.567
- Moran, J.A., W.E. Booth & J.K. Charles 1999. Aspects of Pitcher Morphology and Spectral Characteristics of Six Bornean Nepenthes Pitcher Plant Species: Implications for Prey Capture.PDF(187KB) Annals of Botany 83: 521β528.
- Nosonovsky, M. 2011. Materials science: slippery when wetted. Nature 477: 412β413. doi:10.1038/477412a
- Osunkoya, O.O., S.D. Daud, B. Di-Giusto, F.L. Wimmer & T.M. Holige 2007. Construction Costs and Physico-chemical Properties of the Assimilatory Organs of Nepenthes Species in Northern Borneo. Annals of Botany 99(5): 895β906. doi:10.1093/aob/mcm023
- PavloviΔ, A., E. MasaroviΔovΓ‘ & J. HudΓ‘k 2007. Carnivorous Syndrome in Asian Pitcher Plants of the Genus Nepenthes. Annals of Botany 100(3): 527β536. doi:10.1093/aob/mcm145
- Poppinga, S., K. Koch, H.F. Bohn & W. Barthlott 2010. Comparative and functional morphology of hierarchically structured anti-adhesive surfaces in carnivorous plants and kettle trap flowers. Functional Plant Biology 37(10): 952β961. doi:10.1071/FP10061
- Riedel, M., A. Eichner, H. Meimberg & R. Jetter 2007. Chemical composition of epicuticular wax crystals on the slippery zone in pitchers of five Nepenthes species and hybrids. Planta 225(6): 1517β1534. doi:10.1007/s00425-006-0437-3
- Schulze, W., W.B. Frommer & J.M. Ward 1999. Transporters for ammonium, amino acids and peptides are expressed in pitchers of the carnivorous plant Nepenthes.PDF The Plant Journal 17(6): 637β646. doi:10.1046/j.1365-313x.1999.00414.x
- Vines, S.H. 1876. On the Digestive Ferment of Nepenthes. Journal of Anatomy and Physiology 11(1): 124β127.
- Wong, T.-S., S.H. Kang, S.K.Y. Tang, E.J. Smythe, B.D. Hatton, A. Grinthal & J. Aizenberg 2011. Bioinspired self-repairing slippery surfaces with pressure-stable omniphobicity. Nature 477: 443β447. doi:10.1038/nature10447
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) "The Enduring Controversies Concerning the Process of Protein Digestion in Nepenthes"
- (Inggris) The Families of Flowering Plants Diarsipkan 2014-10-08 di Wayback Machine.
- (Inggris) Nepenthes β the Monkey Cups Diarsipkan 2013-07-08 di Wayback Machine. from the Botanical Society of America
- (Inggris) Photographs of Nepenthes in their natural habitats by Joachim Nerz
- (Inggris) Nepenthes photographs at the Carnivorous Plant Photo Finder
- (Inggris) A video about Nepenthes from The Private Life of Plants
- (Inggris) The Carnivorous Plant FAQ: Nepenthes by Barry Rice
- (Inggris) Evolution -- Nepenthes Phylogeny from the International Carnivorous Plant Society
- (Indonesia) Indonesia Nepenthes Forum[pranala nonaktif permanen]
- (Indonesia) Tumbuhan Indonesia[pranala nonaktif permanen]
- Pemeliharaan automatic taxobox β Gambar
- Pemeliharaan automatic taxobox β Distribusi
- Artikel dengan format mikro 'spesies'
- Halaman dengan automatic taxobox
- Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat
- Galat CS1: tanpa nama
- CS1 sumber berbahasa Inggris (en)
- Pranala kategori Commons dari Wikidata
- Templat webarchive tautan wayback
- Artikel dengan pranala luar nonaktif
- Artikel dengan pranala luar nonaktif Mei 2021
- Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen
- Taxonbar dengan 20β24 ID takson
