VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Rangkong_gading

⇱ Rangkong gading - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rangkong gading
👁 Image
Klasifikasi ilmiah 👁 Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Bucerotiformes
Famili: Bucerotidae
Genus: Rhinoplax
Spesies:
R.vigil
Nama binomial
Rhinoplax vigil

Rangkong gading atau enggang gading (Rhinoplax vigil)[1] adalah burung berukuran besar dari famili Bucerotidae.

Persebaran

[sunting | sunting sumber]

Rangkong gading dapat ditemukan pada hutan tropis di Thailand bagian selatan, Myanmar bagian selatan, Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, dan Pulau Kalimantan.[2] Di Provinsi Kalimantan Barat, rangkong gading dijadikan sebagai maskot.[3] Karena itu, rangkong gading termasuk dalam jenis fauna yang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia. Di seluruh dunia terdapat 54 jenis burung rangkong. Burung rangkong mempunyai sebaran mulai dari daerah sub-sahara Afrika, India, Asia Tenggara, New Guinea dan Kepulauan Solomon Sebagian besar hidup di hutan hujan tropis dan hanya beberapa jenis saja yang hidup di daerah kering seperti di Afrika.

Identifikasi

[sunting | sunting sumber]

Rangkong gading pada dasarnya mudah dikenali karena ukurannya yang besar dan punya ekor tengah yang lebih panjang daripada ekor di sekitarnya.[4] Ia memiliki panjang dari antara 110–120cm dan jika ditambah dengan panjang ekor tengahnya, ia dapat mencapai panjang 140–170cm. Berat badan hewan yang jantan ialah mencapai 3060 gram dan betinanya antara 2610-2840 g.[4] Tanduk kuning-merah pada m, tinggi, berbentuk kotak yang digunakan sebagai "gading enggang" untuk membuat ukiran. Iris merah, paruh kuning dan merah, kaki cokelat.

Suara: Satu seri nada "tuk" yang mantap dipercepat menjadi suara "tii-pup" sebelum suara mirip trompet "tutt, tutt,.." yang sangat keras dan berulang-ulang.

Rangkong Gading tidak umum ditemukan, tetapi biasanya berada di dataran rendah dengan pepohonan tinggi hingga pada ketinggian 1.500cm. Burung ini sering bergaul dengan Enggang lai, punai, pergam, dan monyet pada pohon besar yang sedang berbuah.[5]

Hanya pohon besar berlubang alami dengan bonggol khas di depannya yang dapat digunakan untuk bersarang. Bonggol tersebut digunakan sebagai landasan saat bertengger untuk memberi makan induk dan anak yang ada di dalam sarang. Model sarang yang unik ini tidak ditemukan pada jenis-jenis rangkong yang lain.

Pakan dan Perkembangbiakan

[sunting | sunting sumber]

Enggang Gading memiliki makanan yang spesifik yaitu sebanyak 98% memakan Ficus sp. dan 2% sisanya adalah serangga. Rangong yang dapat terbang jauh menjadikan rangkong dapat menyebarkan benih Ficus sp. melalui kotorannya, sehingga rangkong gading sangat dibutuhkan untuk pelestarian Ficus sp. yang hanya tumbuh pada hutan tropis yang lebat dan masih asri.[5]

Enggang Gading bersifat monogami, yaitu hanya memiliki 1 pasangan seumur hidupnya. Rangokong Gading bersarang dalam pohon berlubang denga ketinggian berkisar 10-42, tetapi tidak dapat membuat lubangnya sendiri pada pohon, sehigga Rangkong harus menemukan tempat bersarang yang terbentuk secara alami. Saat sarang yang tepat sudah ditemukan, sang jantan akan menutup sarang dengan kotoran dan tanah liat tetapi menyisakan lubang kecil yang muat untuk paruh sang betina keluar agar dapat mendapatkan makanan yang diberikan oleh sang jantan. Di dalam sarang, sang betina akan meluruhkan bulu terbangnya (moulting) agar kondisi di dalam satang tetap hangat untuk telur. Selama bersarang hingga telur mentas sang betina tidak akan dapat terbang.[5] Enggang gading diketahui memiliki masa berbiak terpanjang, yaitu 150 hari [6]

Poonswad (1993) [7] menyatakan bahwa terdapat lima tahapan proses bersarang pada rangkong yaitu:

1. Tahap pre-nesting yaitu periode perkawinan. Ditunjukkan dengan usaha menemukan sarang (termasuk mengunjungi sarang) sebelum betina terkurung, berlangsung antara satu sampai tiga minggu.

2. Tahap pre-laying yaitu masa betina mulai terkurung sampai peletakan telur pertama, selama satu minggu. Periode aman bagi rangkong untuk mengeluarkan telurnya (Kemp 1995).

3. Tahap egg incubation yaitu masa peletakkan telur pertama sampai telur pertama menetas, selama enam minggu. Pada Kangkareng perut putih hanya berlangsung selama empat minggu.

4. Tahap nesting yaitu masa dari induk betina keluar dari sarang (lubang sarang ditutup kembali) hingga anak memiliki bulu lengkap dan siap untuk terbang, berlangsung selama 8 – 13 minggu.

5. Tahap fledging yaitu masa dari pemecahan penutup sarang sampai semua anak keluar, memerlukan waktu dari hitungan beberapa jam hingga dua minggu, jika anak lebih dari satu.

Sebagai lambang daerah

[sunting | sunting sumber]

Burung Rangkong gading dipakai sebagai lambang daerah atau simbol organisasi seperti di lambang provinsi Kalimantan Barat, satwa identitas provinsi Kalimantan Barat

Ancaman yang Terjadi

[sunting | sunting sumber]

Sejak zaman Dinasti Ming di abad 17, para bangsawan China telah mengincar Cula/balung (casque) Rangkong gading untuk dijadikan berbagai bentuk hiasan. Investigasi Rangkong Indonesia (IHCS) dan Yayasan Titian yang didukung oleh Dana Konservasi Chester Zoo, mencatat selama tahun 2013 sekitar 6.000 Rangkong gading dewasa dibantai di Kalimantan Barat untuk diambil kepalanya. Selanjutnya, sepanjang 2015 tercatat sebanyak 2.343 paruh Rangkong gading berhasil disita dari perdagangan gelap.[5] Sejak berita perburuan enggang gading marak, penelitian, pemantauan dan investigasi telah dilakukan sekaligus membandingkan populasi enggang gading yang ada di Indonesia dengan Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Hanya di Myanmar, yang ada perburuan skala kecil karena memang populasinya sedikit. Di Malaysia dan Thailand tidak ada. Namun dalam kurun waktu 2012-2015, tercatat 16 kali penangkapan perdagangan gading enggang di Indonesia dengan sitaan lebih dari 1.142 paruh. Sementara di Tiongkok, berhasil diamankan 1.080 paruh enggang gading hasil 19 kali operasi yang diyakini semua itu dari Indonesia.[8]

Keluarga

[sunting sumber]

Rangkong gading termasuk dalam keluarga Rangkong (Latin: Bucerotidae). Berikut adalah beberapa anggota keluarga lainnya:

Daftar ini dibuat secara otomatis dari data Wikidata dan diperbarui secara berkala oleh Listeriabot.

Spesies nama takson Gambar
Aceros baeckstroemi Aceros baeckstroemi
Aceros cassidix Aceros cassidix
👁 Image
Aceros comatus Aceros comatus
👁 Image
Aceros corrugatus Aceros corrugatus
Sumba hornbill Aceros everetti
Aceros langi Aceros langi
Aceros leucocephalus Aceros leucocephalus
👁 Image
Aceros maculatus Aceros maculatus
Aceros meridianus Aceros meridianus
Narcondam hornbill Aceros narcondami
Aceros nationalis Aceros nationalis
Rangkong dahan Aceros nipalensis
👁 Image
Papuan hornbill Aceros plicatus
Aceros stylostomoides Aceros stylostomoides
Plain-pouched hornbill Aceros subruficollis
Aceros typhlus Aceros typhlus
Wreathed hornbill Aceros undulatus
Aceros waldeni Aceros waldeni
Annorhinus tickelli Annorhinus tickelli
Austen's Brown Hornbill Anorrhinus austeni
👁 Image
Enggang klihingan Anorrhinus galeritus
👁 Image
Austen's Brwon Hornbill Anorrhinus tickelli
👁 Image
Kangkareng perut-putih Anthracoceros albirostris
👁 Image
Indian Pied Hornbill Anthracoceros coronatus
👁 Image
Anthracoceros lemprieri Anthracoceros lemprieri
Kangkareng hitam Anthracoceros malayanus
👁 Image
Palawan Hornbill Anthracoceros marchei
👁 Image
Sulu Hornbill Anthracoceros montani
👁 Image
Berenicornis albocristatus Berenicornis albocristatus
enggang jambul Berenicornis comatus
👁 Image
Buceros albirostris Buceros albirostris
Buceros albocristatus Buceros albocristatus
Rangkong papan Buceros bicornis
👁 Image
Buceros bucinator Buceros bucinator
Buceros cassidix Buceros cassidix
Buceros corrugatus Buceros corrugatus
👁 Image
Buceros exarhatus Buceros exarhatus
Buceros griseus Buceros griseus
Buceros hemprichii Buceros hemprichii
Buceros homrai Buceros homrai
Rufous Hornbill Buceros hydrocorax
👁 Image
Buceros leucocephalus Buceros leucocephalus
Buceros manillae Buceros manillae
Buceros mindanensis Buceros mindanensis
👁 Image
Buceros nasutus Buceros nasutus
Buceros pallidirostris Buceros pallidirostris
Buceros plicatus Buceros plicatus
Rangkong badak Buceros rhinoceros
👁 Image
Buceros semigaleatus Buceros semigaleatus
Buceros sharpii Buceros sharpii
Buceros subcylindricus Buceros subcylindricus
Buceros subruficollis Buceros subruficollis
Bycanistes albotibialis Bycanistes albotibialis
👁 Image
Bycanistes brevis Bycanistes brevis
👁 Image
Bycanistes bucinator Bycanistes bucinator
👁 Image
Brown-cheeked Hornbill Bycanistes cylindricus
👁 Image
Bycanistes fistulator Bycanistes fistulator
👁 Image
Bycanistes sharpii Bycanistes sharpii
Bycanistes subcylindricus Bycanistes subcylindricus
👁 Image
Black-casqued Wattled Hornbill Ceratogymna atrata
👁 Image
Ceratogymna bucinator Ceratogymna bucinator
Yellow-casqued Wattled Hornbill Ceratogymna elata
👁 Image
Ceratogymna fistulator Ceratogymna fistulator
Euroceros bulgaricus Euroceros bulgaricus
White-crested Hornbill Horizocerus albocristatus
👁 Image
Horizocerus cassini Horizocerus cassini
👁 Image
Eastern Dwarf Hornbill Horizocerus granti
👁 Image
Black Dwarf Hornbill Horizocerus hartlaubi
👁 Image
Crowned Hornbill Lophoceros alboterminatus
👁 Image
Bradfield's hornbill Lophoceros bradfieldi
👁 Image
Lophoceros camurus Lophoceros camurus
👁 Image
African Pied Hornbill Lophoceros fasciatus
👁 Image
Lophoceros hemprichii Lophoceros hemprichii
👁 Image
Lophoceros jacksoni Lophoceros jacksoni
Lophoceros medianus Lophoceros medianus
Rangkong kelabu afrika Lophoceros nasutus
👁 Image
Lophoceros pallidirostris Lophoceros pallidirostris
👁 Image
West African Pied Hornbill Lophoceros semifasciatus
👁 Image
Lophoceros sibbensis Lophoceros sibbensis
Indian Grey Hornbill Ocyceros birostris
👁 Image
Q859861 Ocyceros gingalensis
👁 Image
Malabar Grey Hornbill Ocyceros griseus
👁 Image
Mindanao Hornbill Penelopides affinis
👁 Image
Penelopides basilanica Penelopides basilanica
Penelopides exarhatus Penelopides exarhatus
👁 Image
Luzon Hornbill Penelopides manillae
👁 Image
Mindoro Hornbill Penelopides mindorensis
👁 Image
Visayan Hornbill Penelopides panini
👁 Image
Samar Hornbill Penelopides samarensis
👁 Image
Julang jambul-hitam Rhabdotorrhinus corrugatus
👁 Image
Kangkareng sulawesi Rhabdotorrhinus exarhatus
👁 Image
Rhabdotorrhinus leucocephalus Rhabdotorrhinus leucocephalus
👁 Image
Dulungan Rhabdotorrhinus waldeni
👁 Image
Rangkong gading Rhinoplax vigil
👁 Image
Rhynchaceros bradfieldi Rhynchaceros bradfieldi
Julang sulawesi Rhyticeros cassidix
👁 Image
Julang sumba Rhyticeros everetti
👁 Image
Rhyticeros narcondami Rhyticeros narcondami
👁 Image
Julang papua Rhyticeros plicatus
👁 Image
Plain-pouched Hornbill Rhyticeros subruficollis
👁 Image
Julang emas Rhyticeros undulatus
👁 Image
Tockus albocristatus Tockus albocristatus
Tockus alboterminatus Tockus alboterminatus
👁 Image
Tockus bradfieldi Tockus bradfieldi
👁 Image
Tockus camurus Tockus camurus
👁 Image
Tockus damarensis Tockus damarensis
👁 Image
Von der Decken's Hornbill Tockus deckeni
👁 Image
Northern Red-billed Hornbill Tockus erythrorhynchus
👁 Image
Tockus fasciatus Tockus fasciatus
👁 Image
Eastern Yellow-billed Hornbill Tockus flavirostris
👁 Image
Tockus griseus Tockus griseus
Tockus hartlaubi Tockus hartlaubi
👁 Image
Tockus hemprichii Tockus hemprichii
👁 Image
Jackson's Hornbill Tockus jacksoni
👁 Image
Western Red-billed Hornbill Tockus kempi
👁 Image
Southern Yellow-billed Hornbill Tockus leucomelas
👁 Image
Monteiro's Hornbill Tockus monteiri
👁 Image
Tockus nasutus Tockus nasutus
Tockus pallidirostris Tockus pallidirostris
👁 Image
Q2933620 Tockus ruahae
👁 Image
Q2933618 Tockus rufirostris
👁 Image
Tropicranus albocristatus Tropicranus albocristatus
👁 Image
Akhir dari daftar yang dibuat secara otomatis.

Daftar ini dibuat secara otomatis dari data Wikidata dan diperbarui secara berkala oleh Listeriabot.

Spesies nama takson Gambar
Q480086 Bucorvus abyssinicus
👁 Image
Bucorvus brailloni Bucorvus brailloni
Q685074 Bucorvus leadbeateri
👁 Image
Akhir dari daftar yang dibuat secara otomatis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Rifqi, M. A., dkk. (2020). Atmoko, Tri (ed.). Orang Utan Kalimantan dan Habitatnya di Bentang Alam Wehea-Kelay (PDF). Samarinda: Forum Kawasan Ekosistem Esensial Wehea-Kelay. hlm.60. ISBN978-623-92308-2-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Adji, B. D., dkk. (2018). Sari, R. K., dkk. (ed.). Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) Indonesia 2018-2028 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. hlm.1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Endrata, W., dkk. (Mei 2019). Junaidi (ed.). Jenis-jenis Burung Taman Nasional Betung Kerihun: Habitat Sungai Sibau dan Embaloh (PDF). Kapuas Hulu: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. hlm.5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Adji (2018), hlm. 5
  5. 1 2 3 4 "Rangkong Gading". Rangkong Indonesia (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-24. Diakses tanggal 2018-04-25.
  6. "Tentang Rangkong". Rangkong Indonesia (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-25. Diakses tanggal 2018-04-25.
  7. Poonswad P. 1998. The Asian Hornbill: Ecology and Conservation. Thailand: Thai Studies in Biodiversity No. 2: 1-336.
  8. "Enggang Gading yang Mendadak Kritis". Mongabay Environmental News (dalam bahasa American English). 2015-12-16. Diakses tanggal 2018-04-25.

Kepustakaan

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]