VOOZH about

URL: https://id.wikipedia.org/wiki/Cingulata

⇱ Cingulata - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cingulata
👁 Image
Klasifikasi ilmiah 👁 Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Superordo: Xenarthra
Ordo: Cingulata
Illiger
Famili

Cingulata adalah sebuah ordo dalam kelas mamalia. Chlamyphoridae dan Dasypodidae, keduanya disebut sebagai armadillo, merupakan famili yang masih hidup dalam ordo ini.[1] Terdapat dua kelompok Cingulata punah yang tubuhnya jauh lebih besar dari armadillo yang masih ada (massa tubuh maksimum 45kg [100lb] dalam kasus armadillo raksasa[2]), yakni Pampatheriidae yang beratnya mencapai 200kg (440lb)[3] dan Glyptodont yang mencapai 2.000kg (4.400lb)[4] atau lebih.

Ordo Cingulata berasal dari Amerika Selatan selama zaman Paleosen sekitar 66 hingga 56 juta tahun yang lalu. Karena benua ini sebelumnya terisolasi, Cingulata tetap terbatas pada wilayah ini selama sebagian besar Senozoikum. Namun, pembentukan jembatan darat memungkinkan anggota dari tiga famili untuk bermigrasi ke Amerika Utara bagian selatan selama Pliosen[5] atau Pleistosen awal[6] sebagai bagian dari Pertukaran Besar Amerika. Setelah bertahan selama puluhan juta tahun, semua Pampatheriidae dan Glyptodont raksasa tampaknya mati selama peristiwa kepunahan Kuarter pada awal Holosen,[7][8] bersama dengan sebagian besar megafauna regional lainnya, tak lama setelah kolonisasi Amerika oleh Paleo-Indian.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Gardner, A.L. (2005). "Order Cingulata". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm.94–99. ISBN978-0-8018-8221-0. OCLC62265494.
  2. Giant Armadillo Priodontes maximus (Kerr, 1792). FaunaParaguay.com
  3. Vizcaíno, S. F.; De Iuliis, G.; Bargo, M. S. (1998). "Skull Shape, Masticatory Apparatus, and Diet of Vassallia and Holmesina (Mammalia: Xenarthra: Pampatheriidae): When Anatomy Constrains Destiny". Journal of Mammalian Evolution. 5 (4): 291–322. doi:10.1023/A:1020500127041. S2CID20186439.
  4. Blanco, R. E.; Jones, W. W.; Rinderknecht, A. (2009-08-26). "The sweet spot of a biological hammer: the centre of percussion of glyptodont (Mammalia: Xenarthra) tail clubs". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 276 (1675): 3971–3978. doi:10.1098/rspb.2009.1144. ISSN0962-8452. PMC2825778. PMID19710060.
  5. Mead, J. I.; Swift, S. L.; White, R. S.; McDonald, H. G.; Baez, A. (2007). "Late Pleistocene (Rancholabrean) Glyptodont and Pampathere (Xenarthra, Cingulata) from Sonora, Mexico" (PDF). Revista Mexicana de Ciencias Geológicas. 24 (3): 439–449 (see p. 440). Diakses tanggal 2013-06-15.
  6. Woodburne, M. O. (2010-07-14). "The Great American Biotic Interchange: Dispersals, Tectonics, Climate, Sea Level and Holding Pens". Journal of Mammalian Evolution. 17 (4): 245–264 (see p. 249). doi:10.1007/s10914-010-9144-8. ISSN1064-7554. PMC2987556. PMID21125025.
  7. Hubbe, A.; Hubbe, M.; Neves, W. A. (March 2013). "The Brazilian megamastofauna of the Pleistocene/Holocene transition and its relationship with the early human settlement of the continent". Earth-Science Reviews. 118: 1–10 (see pages 3, 6). Bibcode:2013ESRv..118....1H. doi:10.1016/j.earscirev.2013.01.003. ISSN0012-8252.
  8. Fiedal, Stuart (2009). "Sudden Deaths: The Chronology of Terminal Pleistocene Megafaunal Extinction". Dalam Haynes, Gary (ed.). American Megafaunal Extinctions at the End of the Pleistocene. Vertebrate Paleobiology and Paleoanthropology. Springer. hlm.21–37 (see p. 31). doi:10.1007/978-1-4020-8793-6_2. ISBN978-1-4020-8792-9. OCLC313368423.