| Mahakala | |
|---|---|
Dewa waktu, ilusi, kehancuran | |
| 👁 Image Patung Mahākāla dari Bihar (abad ke-11), koleksi Museum Seni Metropolitan. | |
| Afiliasi | Dewa |
| Kediaman | Śmaśāna |
| Senjata | pedang, trisula palu (versi Jepang) |
| Dewa/dewi terkait | Siwa, Daikokuten |
| Kepercayaan | Hinduisme, Buddhisme |
| Aliran | Hindu Saiwa, Buddha Vajrayana |
| Keluarga | |
| Pasangan | Parwati dalam wujud Mahakali |
Mahakala (Dewanagari: महाकाल;,IAST:Mahākāla, महाकाल) adalah salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Di Jawa, dewa ini dipahatkan di sebelah kiri pintu masuk candi bersifat Siwaistik, bersama pasangannya, Nandiswara yang terletak di sebalah kanan. Kedua tokoh ini dianggap sebagai emanasi atau pancaran Siwa dan dianggap sebagai dwarapala.[1]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Nama "Mahakala" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu mahā ("agung", "raya") dan kāla ("waktu", "kematian"), yang memiliki arti "di luar waktu" atau "melampaui kematian".[2] Mahakala digambarkan memiliki empat lengan, tiga mata. Dia dihiasi dengan delapan tengkorak, duduk di lima mayat, memegang trisula, drum, pedang dan sabit di tangannya. Dia dihiasi dengan abu dari tanah kremasi dan dikelilingi oleh sejumlah burung pemakan bangkai dan serigala.[3]
Mahakala biasanya digambarkan berwarna hitam. Hal ini mempunyai makna bahwa semua warna akan diserap oleh warna hitam. Mahakala sendiri memiliki banyak versi atau variasi. Variasi yang paling menonjol dalam manifestasi dan penggambaran Mahakala ada pada jumlah senjata. Mahakala digambarkan mempunyai 6 tangan, 4 tangan atau 2 tangan. Menurut Hinduisme, Mahakala mengacu pada bentuk akhir dari Siwa, karena ia adalah penghancur semua elemen yang ada di semesta.[3] Tidak ada apa-apa selain dia, tidak ada unsur, tidak ada dimensi, bahkan tidak waktu. Dalam Hinduisme, Mahakala juga disebut sebagai Paramasiwa atau bentuk utama Siwa. Namun, menurut versi lainnya, Mahakala juga merupakan nama salah satu pelayan utama Siwa, bersama dengan Nandiswara.
Mahakala dimuliakan sebagai dewa pelindung dalam berbagai tradisi Buddhisme Vajrayana, seperti Buddhisme esoterik Tingkok, Shingon, dan Buddhisme Tibet.[1] Dia dikenal dengan sebutan Dàhēitiān dan Daaih'hāktīn (大黑天) dalam bahasa Mandarin dan Kanton, Daeheukcheon (대흑천) di Korea, Đại Hắc Thiên di Vietnam, dan Daikokuten (大黒天) di Jepang.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]Kutipan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Bryson (2017), hlm.42.
- ↑ Mookerjee (1988).
- 1 2 Gresik, Disparekrafbudpora. "Arca Mahakala - Disparekrafbudpora". Disparekrafbudpora Gresik. Diakses tanggal 2025-05-17.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Amoghavajra (n.d.). 仁王護國般若波羅蜜多經 護国品第五 - T. 0246. SAT Daizokyo Text Database. Diakses tanggal 2021-04-21.
- Bryson, Megan (2017). "Between China and Tibet: Mahākāla Worship and Esoteric Buddhism in the Dali Kingdom". Dalam Bentor, Yael; Shahar, Meir (ed.). Chinese and Tibetan Esoteric Buddhism. Studies on East Asian Religions. Vol.1. Leiden and Boston: Brill Publishers. hlm.402–428. doi:10.1163/9789004340503_019. ISBN978-90-04-34049-7. ISSN2452-0098.
- Mookerjee, Ajit (1988). Kali: The Feminine Force. Thames and Hudson. ISBN978-0500275054.
