| Putu Mayang | |
|---|---|
| 👁 Image Putu Mayang | |
| Nama lain | Putu mayam, Idiyappam |
| Tempat asal | Indonesia, India, Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura |
| Bahan utama | Tepung kanji, santan, dan gula jawa |
Putu mayang adalah kue tradisional yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras yang berbentuk seperti mi, dengan campuran santan kelapa, dan disajikan dengan kinca atau gula jawa cair.
Di Indonesia kue ini merupakan bagian dari seni kuliner Betawi.[1] Akan tetapi, asal mula kue ini mungkin terkait dengan kue putu mayam yang berasal dari India Selatan. Kedua-duanya memiliki bentuk adonan tepung kanji atau tepung beras yang dicetak menyerupai gumpalan mi. Namun putu mayang Indonesia sedikit berbeda dibandingkan putu mayam India yang juga dapat ditemukan di Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura. Gumpalan putu mayang Indonesia lebih menyatu dan tebal dengan ukuran gumpalan yang kecil, sementara putu mayam India memiliki helai seperti mi yang lebih halus dan ukuran yang lebih lebar. Putu mayang juga populer bagi masyarakat Melayu di Kepulauan Riau sebagai hidangan saat Ramadhan, camilan, maupun hidangan pada pesta pernikahan.
Memakan kue ini dapat dilakukan dengan menyiram gula merah dan santan, atau memberi tambahan sedikit taburan kelapa pada gula putu mayang tersebut.
Bahan dan Cara Pembuatan
[sunting | sunting sumber]Putu mayang dibuat dari campuran tepung kanji, tepung beras, santan, serta sedikit garam yang kemudian dimasak hingga mengental dan dapat dibentuk. Adonan yang sudah kalis dicetak menggunakan alat khusus berbentuk lubang-lubang kecil sehingga menghasilkan untaian menyerupai mi, lalu dikukus hingga matang. Setelah itu, putu mayang disajikan dengan kuah kinca berbahan dasar gula merah dan santan yang memberikan cita rasa manis dan gurih.[2]
Variasi dan Penyajian
[sunting | sunting sumber]Selain versi tradisional berwarna putih atau hijau, beberapa daerah di Indonesia membuat putu mayang dengan warna-warna cerah seperti merah muda dan kuning untuk menarik minat pembeli. Penyajiannya pun bervariasi, mulai dari menggunakan kinca gula merah klasik hingga ditambah saus santan dingin sebagai hidangan penutup di beberapa daerah pesisir. Di Kepulauan Riau, putu mayang juga dikombinasikan dengan gula aren cair atau ditambah kelapa parut sebagai pelengkap.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Kue Putu Mayang, Kuliner Khas Betawi Yang Langka". merahputih.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-06. Diakses tanggal 5 Maret 2016.
- ↑ "Resep Tradisional Putu Mayang". Fimela. Diakses tanggal 20 November 2025.
- ↑ "Putu Mayang dan Variasi Penyajiannya". Kompas Food. Diakses tanggal 20 November 2025.
